AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang FutureFin, Intip Inovasi Finansial Masa Depan

AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang FutureFin, Intip Inovasi Finansial Masa Depan
Foto: Ilustrasi AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang FutureFin, Intip Inovasi Finansial Masa Depan.
Ukuran teks

PT Pembiayaan Digital Indonesia atau yang lebih dikenal dengan AdaKami secara resmi mengumumkan para pemenang kompetisi karya tulis ilmiah bertajuk FutureFin. Program yang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini menjadi bagian penting dari inisiatif bertajuk Tech for Indonesia.

Melalui ajang ini, mahasiswa UNS diberikan ruang seluas-luasnya untuk menelurkan ide kreatif terkait layanan pinjaman daring atau fintech lending yang aman. Fokus utamanya adalah mendorong terciptanya inovasi sektor keuangan yang bertanggung jawab sekaligus memberikan dampak positif secara nyata bagi masyarakat luas.

Valentina Juveline selaku Direktur Keuangan AdaKami sekaligus juri dalam kompetisi ini memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para peserta. Menurutnya, FutureFin sengaja dirancang agar mahasiswa bisa berkontribusi langsung dalam pengembangan industri teknologi finansial yang terus bergerak dinamis.

Ia menambahkan bahwa kualitas ide yang dipresentasikan menunjukkan besarnya potensi talenta muda Indonesia dalam memajukan masa depan industri ini. Keberhasilan para pemenang dan partisipasi seluruh peserta menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan industri di masa mendatang.

Dukungan Akademisi dan Sinergi Industri

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, turut memberikan apresiasi mendalam atas keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi bergengsi ini. Ia menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan titik puncak dari rangkaian kolaborasi panjang antara pihak kampus dengan AdaKami.

Selama beberapa bulan terakhir, para mahasiswa telah melalui berbagai tahapan mulai dari proses seleksi ketat hingga sesi mentoring intensif. Menurut Prof. Bhimo, dedikasi dan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan mahasiswa sangat membantu dalam menjembatani teori akademik dengan kebutuhan dunia industri.

Pihak kampus juga menyampaikan rasa terima kasih kepada AdaKami, khususnya atas kerja sama yang terjalin dengan Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS. Kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi industri mengenai solusi jasa keuangan yang aplikatif.

Prof. Bhimo menekankan bahwa inovasi yang dihasilkan sangat relevan untuk menjawab tantangan inklusi keuangan yang saat ini sedang dihadapi Indonesia. Selain itu, program sinergi ini dianggap sejalan dengan upaya pencapaian poin ke-17 dalam Sustainable Development Goals (SDG) mengenai kemitraan global.

Berikut adalah daftar mahasiswa yang berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi FutureFin:

  • Juara 1: Oryza Sativa Heavenia & Piero Muharoja Anantra dengan karya mengenai deteksi fraud pada pinjaman digital menggunakan pendekatan estimasi pendapatan proxy dan data multi-sumber.
  • Juara 2: Zahra Syakira Nabilla yang mengusung pengembangan sistem skor kredit berbasis hybrid neural XGBoost dengan Explainable AI untuk memprediksi risiko gagal bayar.
  • Juara 3: Jonnathan Azarel Gunawan & Raihan Ade Alfattah yang membahas optimalisasi limit kredit nasabah melalui integrasi teknologi XGBoost dan LightGBM dengan modul SHAP.

Ketiga pemenang tersebut berhasil menyisihkan puluhan peserta lain melalui inovasi yang dianggap paling solutif dalam menangani berbagai risiko di sektor teknologi keuangan saat ini. Setiap karya yang masuk mencerminkan pesatnya perkembangan ide kreatif di bidang fintech lending di kalangan mahasiswa.

Proses Seleksi dan Pengalaman Peserta

Sebanyak 61 karya tulis orisinal telah diterima panitia dan melalui proses kurasi yang cukup ketat untuk melihat kualitas inovasi yang ditawarkan. Dari puluhan karya tersebut, terpilihlah 10 finalis yang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung.

Para finalis memaparkan solusi teknis terkait risiko kredit di hadapan dewan juri yang terdiri dari kombinasi praktisi profesional dan kalangan akademisi terkemuka. Zahra Syakira Nabilla, peraih juara kedua, mengungkapkan bahwa ajang ini memberikan ruang eksplorasi yang sangat luas bagi mahasiswa.

Ia berharap agar AdaKami terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara rutin guna menjadi wadah bagi generasi muda dalam mengeksplorasi dunia keuangan lebih dalam. Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Raihan Ade Alfattah yang menduduki posisi juara ketiga dalam ajang kompetisi ilmiah ini.

Raihan menuturkan bahwa selama proses seleksi, ia mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai industri pinjaman digital yang tidak ditemukan di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan industri secara langsung memberikan perspektif yang jauh lebih luas bagi para mahasiswa.

Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan

Pihak penyelenggara telah menyiapkan berbagai bentuk penghargaan bagi para pemenang yang berhasil lolos ke tahap akhir:

  • Pemberian hadiah berupa uang tunai sebagai apresiasi atas kerja keras dan inovasi yang telah diciptakan oleh masing-masing pemenang.
  • Kesempatan untuk mengikuti program magang atau apprenticeship secara eksklusif di kantor AdaKami guna merasakan lingkungan kerja profesional secara langsung.
  • Mendapatkan eksposur industri yang lebih luas, termasuk agenda kunjungan khusus ke salah satu mitra teknologi yang bekerja sama dengan pihak AdaKami.

Seluruh apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dorongan agar talenta-talenta muda tersebut terus konsisten dalam mengembangkan teknologi keuangan yang bermanfaat bagi publik. AdaKami sendiri merupakan perusahaan penyedia layanan pinjaman digital yang telah beroperasi di tanah air sejak tahun 2018 silam.

Di bawah naungan PT Pembiayaan Digital Indonesia, perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Keamanan dan kepatuhan menjadi prioritas utama perusahaan karena seluruh operasionalnya berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan berakhirnya FutureFin, diharapkan kolaborasi antara sektor industri dan akademisi ini dapat terus berkelanjutan demi terciptanya ekosistem digital yang sehat. Inovasi-inovasi yang lahir dari ruang kuliah diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen, namun dapat diaplikasikan untuk kemajuan ekonomi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi