5 Tradisi Paling Unik di Dunia, Ritual Lempar Bayi di India Mengejutkan Publik 2026

5 Tradisi Paling Unik di Dunia, Ritual Lempar Bayi di India Mengejutkan Publik 2026
Foto: 5 Tradisi Paling Unik di Dunia, Ritual Lempar Bayi di India Mengejutkan Publik 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Berbagai negara di dunia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun. Beberapa di antaranya mungkin terasa tidak masuk akal atau bahkan berbahaya bagi orang awam.

Meski terlihat ekstrem, masyarakat setempat tetap menjaga tradisi tersebut demi melestarikan nilai spiritual maupun sejarah. Berikut adalah daftar lima tradisi unik di berbagai belahan dunia yang masih bertahan hingga saat ini.

1. Festival Prasmanan Monyet di Thailand

Setiap hari Minggu terakhir di bulan November, Kota Lopburi di Thailand menyelenggarakan sebuah pesta besar yang tidak ditujukan untuk manusia. Penduduk setempat menyiapkan meja-meja panjang yang dipenuhi buah-buahan, sayuran, hingga manisan untuk ribuan monyet ekor panjang.

Masyarakat setempat percaya bahwa kera-kera ini merupakan titisan Hanuman, dewa kera dalam kisah Ramayana yang diyakini membawa keberuntungan. Tradisi ini dimulai pada 1989 sebagai bentuk terima kasih warga atas daya tarik wisata yang dihadirkan oleh para monyet tersebut.

2. Tradisi Thaipusam dan Kavadi

Thaipusam merupakan festival besar bagi umat Hindu Tamil untuk menghormati Dewa Murugan yang biasanya jatuh pada bulan Januari atau Februari. Para penganutnya melakukan persiapan ketat dengan berpuasa dan berdoa selama berminggu-minggu sebelum acara puncak dimulai.

Sebagai bentuk pengabdian, umat membawa kavadi yang berupa beban fisik, mulai dari membawa kendi susu hingga menusukkan jeruji besi ke tubuh. Banyak peserta yang berada dalam kondisi trans, sehingga mereka diklaim tidak merasakan sakit meski kulit dan lidah mereka tertusuk kait tajam.

3. Ritual Melempar Bayi di India

Di wilayah Maharashtra dan Karnataka, India, terdapat ritual ekstrem yang melibatkan pelemparan bayi dari ketinggian puluhan kaki. Bayi-bayi tersebut dijatuhkan ke sebuah kain lebar yang telah direntangkan oleh para petugas berpengalaman di bawah bangunan kuil.

Tradisi yang sudah ada sejak 700 tahun lalu ini dipercaya dapat memberikan kesehatan, umur panjang, dan keberuntungan bagi sang anak. Meski telah coba dilarang oleh otoritas perlindungan anak sejak 2009, praktik ini kabarnya masih dilakukan secara terbatas oleh komunitas tertentu.

4. Perang Tomat La Tomatina di Spanyol

Setiap akhir Agustus, kota Buñol di Spanyol berubah menjadi lautan merah akibat festival perang makanan terbesar di dunia, La Tomatina. Selama satu jam penuh, puluhan ribu peserta saling melempar tomat matang hingga seluruh sudut jalanan tertutup cairan buah tersebut.

Kegiatan ini bermula dari perkelahian spontan di sebuah parade pada tahun 1945 yang menggunakan tomat dari pasar sebagai "senjata". Sejak 2013, panitia mulai membatasi jumlah peserta dan memberlakukan tiket masuk untuk memastikan keamanan serta kenyamanan selama festival berlangsung.

5. Lomba Mengejar Keju di Inggris

Bukit Cooper di Gloucestershire, Inggris, menjadi saksi bisu perlombaan unik mengejar roda keju seberat sembilan pon yang digulingkan dari lereng curam. Para peserta harus berlari menuruni bukit dengan kemiringan ekstrem demi mengejar keju yang bisa meluncur hingga kecepatan 112 kilometer per jam.

Pemenang perlombaan ini adalah orang pertama yang berhasil mencapai garis finis di bawah bukit dan berhak membawa pulang keju tersebut. Meski sering menyebabkan peserta mengalami luka hingga patah tulang, tradisi yang tercatat sejak 1826 ini tetap populer hingga sekarang.

Beberapa fakta menarik mengenai tradisi unik dunia di atas :
  • Festival monyet di Thailand bertujuan untuk menghormati makhluk yang dianggap membawa berkah bagi kota.
  • Ritual Thaipusam melibatkan ketahanan fisik yang luar biasa sebagai bentuk penebusan dosa dan pengabdian spiritual.
  • Pelemparan bayi di India awalnya muncul pada masa ketika angka kematian bayi masih sangat tinggi di wilayah tersebut.
  • La Tomatina menghabiskan lebih dari seratus ton tomat dalam sekali acara perang makanan.
  • Keju yang digunakan dalam lomba di Inggris adalah jenis Double Gloucester yang memiliki tekstur padat dan berat.

Daftar di atas merangkum bagaimana sejarah dan kepercayaan dapat membentuk kebiasaan unik yang tetap eksis di tengah zaman modern. Setiap tradisi memiliki makna mendalam bagi masyarakat yang merayakannya meskipun terlihat tidak biasa bagi orang lain.

Berikut adalah ringkasan singkat mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan dari tradisi-tradisi tersebut agar lebih mudah dipahami.

Nama Tradisi Lokasi Negara Waktu Pelaksanaan
Festival Prasmanan Monyet Thailand Minggu terakhir November
Festival Thaipusam India, Malaysia, Singapura Januari atau Februari
Melempar Bayi India Bervariasi (Tradisi Kuno)
La Tomatina Spanyol Rabu terakhir Agustus
Lomba Guling Keju Inggris Libur Bank Musim Semi

Tabel tersebut menyajikan ringkasan jadwal dan lokasi utama bagi Anda yang tertarik untuk menyaksikan langsung tradisi unik ini di masa depan. Pastikan untuk selalu menghormati norma setempat jika berkesempatan mengunjungi festival-festival tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi