Jemaah Haji Gelombang 2 Bergeser ke Madinah, Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Terbaru yang Paling Dicari 2026

Jemaah Haji Gelombang 2 Bergeser ke Madinah, Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Terbaru yang Paling Dicari 2026
Foto: Jemaah Haji Gelombang 2 Bergeser ke Madinah, Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Terbaru yang Paling Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rangkaian puncak ibadah haji tahun 2026 telah resmi berakhir. Seiring dengan selesainya prosesi tersebut, jamaah haji asal Indonesia yang tergabung dalam gelombang pertama kini telah memulai proses kepulangan mereka menuju tanah air.

Sementara itu, bagi jamaah haji gelombang kedua, perjalanan ibadah mereka berlanjut dengan bergeser dari Kota Makkah menuju Madinah. Pergerakan massal ini terpantau dimulai sejak Minggu, 7 Juni 2026, waktu setempat.

Para jamaah ini sebelumnya telah menuntaskan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji di Makkah. Kini, fokus utama mereka adalah menuju Kota Nabi untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi sekaligus melepas kerinduan kepada Rasulullah SAW.

Berdasarkan data jadwal keberangkatan, sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) diberangkatkan secara bertahap pada hari tersebut. Proses mobilisasi jamaah dilakukan mulai dari pagi hari hingga petang hari Waktu Arab Saudi (WAS).

Dari total rombongan yang berangkat, lima di antaranya merupakan kloter yang berasal dari Embarkasi Surabaya. Keberangkatan ini menandai babak baru perjalanan spiritual para tamu Allah setelah berhari-hari menjalani ritual haji yang menguras energi.

Kisah Haru Perjuangan Jamaah Menuju Madinah

Di tengah kerumunan jamaah yang bersiap berangkat, terselip kisah menyentuh dari sosok Abdul Munif. Kakek berusia 63 tahun yang merupakan warga Desa Sumberejo, Wonoayu, Sidoarjo, ini menunjukkan tekad yang luar biasa.

Abdul Munif berangkat ke tanah suci tergabung dalam kloter SUB 59. Ia menjalankan ibadah mulia ini didampingi oleh istri tercintanya, Arief Pristiani, yang terus setia mendampingi di setiap langkahnya.

Meski memiliki keterbatasan fisik akibat serangan stroke pada bagian kiri tubuhnya sekitar satu setengah tahun lalu, semangat Abdul Munif tidak surut. Ia berusaha keras menaiki bus jenis high deck yang akan membawanya ke Madinah dengan bantuan petugas.

Sambil menahan tangis haru, Abdul Munif menyampaikan keinginannya yang sangat mendalam. "Aku mau ke (makam) Rasul," ucapnya dengan suara bergetar saat bersiap meninggalkan Makkah.

Selama proses persiapan keberangkatan, bibirnya tidak berhenti melantunkan doa dan zikir. Raut wajahnya memancarkan kebahagiaan karena sebentar lagi ia akan berziarah ke makam Rasulullah dan berdoa di area Raudhah yang mustajab.

Oleh-oleh Unik dan Persiapan Ibadah di Masjid Nabawi

Antusiasme serupa juga dirasakan oleh Supatin, seorang jamaah haji yang berasal dari Jombang dan tergabung dalam kloter SUB 60. Bagi Supatin, fokus utamanya saat tiba di Madinah nanti adalah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.

Ia mengaku sudah menyelesaikan urusan belanja oleh-oleh selama berada di Makkah sehingga tidak akan berbelanja lagi di Madinah. "Saya mboten (tidak) belanja lagi," katanya menjelaskan rencananya selama di Kota Madinah.

Supatin merasa barang bawaannya untuk keluarga dan cucu di rumah sudah mencukupi. Salah satu benda menarik yang ia beli sebagai buah tangan adalah boneka unta yang unik dan khas.

Rincian mengenai oleh-oleh yang dibeli oleh jamaah haji tersebut antara lain adalah:

  • Jenis Barang: Boneka unta yang dilengkapi dengan fitur suara rekaman kalimat talbiyah.
  • Harga Satuan: Boneka tersebut dibanderol dengan harga normal sekitar Rp 50.000 per buah.
  • Harga Grosir: Karena membeli dalam jumlah banyak (lima buah), harga per itemnya turun menjadi Rp 40.000.
  • Fitur Unik: Boneka ini dapat mengeluarkan suara lafadz "Labbaik Allahumma Labbaik" saat ditekan.

Keceriaan Supatin menggambarkan suasana hati banyak jamaah haji lainnya yang merasa lega telah menyelesaikan haji. Boneka unta tersebut diharapkan menjadi kenang-kenangan yang berkesan bagi cucu-cucunya saat ia tiba di Indonesia nanti.

Data Keberangkatan dan Kondisi Kesehatan Jamaah

Perpindahan jamaah dari Makkah ke Madinah merupakan operasi besar yang melibatkan koordinasi ketat dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Keamanan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama selama perjalanan darat yang memakan waktu beberapa jam tersebut.

Meskipun mayoritas jamaah dalam kondisi siap berangkat, terdapat laporan mengenai beberapa jamaah yang harus menunda kepulangan atau pergeseran mereka. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan intensif di fasilitas medis setempat.

Informasi mengenai status kesehatan jamaah haji asal Jawa Timur secara ringkas:

Status Jamaah Jumlah/Kondisi Lokasi Perawatan
Jamaah Debarkasi Surabaya 6 Orang Rumah Sakit Arab Saudi
Jamaah Asal Jawa Timur 3 Orang Masih dalam perawatan medis intensif
Penyebab Penundaan Kesehatan Evaluasi tim medis sebelum dinyatakan layak terbang

Pihak otoritas kesehatan dan PPIH memastikan bahwa jamaah yang sakit akan tetap mendapatkan pendampingan hingga kondisi mereka stabil. Proses pemulangan atau pergeseran mereka akan dilakukan segera setelah mendapat rekomendasi layak jalan dari dokter.

Secara keseluruhan, transisi gelombang kedua ke Madinah berjalan dengan lancar. Para jamaah kini bersiap menjalani ibadah Arbain, yaitu salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi, sebelum nantinya dijadwalkan pulang secara bertahap menuju tanah air melalui Bandara Madinah.

Artikel terkait

Rekomendasi