Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump di Beijing, Sindir Dominasi AS 2026 yang Mengejutkan

Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump di Beijing, Sindir Dominasi AS 2026 yang Mengejutkan
Foto: Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump di Beijing, Sindir Dominasi AS 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas melayangkan kritik terhadap arah kebijakan global Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan puncak yang berlangsung di Beijing pada Rabu (20/5/2026).

Fokus utama kecaman kedua pemimpin ini tertuju pada proyek sistem pertahanan rudal milik AS yang dikenal sebagai "Golden Dome". Mereka menilai sistem interseptor berbasis darat dan luar angkasa tersebut sebagai ancaman nyata bagi stabilitas keamanan dunia.

Sindir Dominasi Sepihak Amerika Serikat

Melalui deklarasi bersama, Xi dan Putin menyinggung perilaku negara-negara tertentu yang dianggap mencoba menguasai urusan global secara sepihak. Meski tidak menyebut nama secara eksplisit, pesan ini jelas ditujukan untuk menyindir gaya kepemimpinan agresif Donald Trump.

Pihak Kremlin merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa perdamaian dunia saat ini tengah menghadapi risiko fragmentasi. Mereka memperingatkan adanya bahaya besar jika komunitas internasional kembali terjebak dalam mentalitas "hukum rimba".

Poin utama dalam deklarasi bersama China dan Rusia:

  • Kegagalan upaya sejumlah negara untuk memaksakan kepentingan pribadi di panggung dunia.
  • Penolakan terhadap semangat era kolonial yang menghambat kedaulatan pembangunan negara lain.
  • Pentingnya membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan rasional.
  • Peningkatan kepercayaan politik untuk melawan praktik hegemoni sepihak.

Kutipan tersebut menegaskan bahwa model pengelolaan dunia secara sepihak sudah tidak relevan lagi di era modern. China dan Rusia berkomitmen untuk mempererat kerja sama strategis demi menciptakan keseimbangan baru di tengah ketegangan internasional.

Soroti Kebijakan Nuklir Washington

Selain masalah pertahanan rudal, kedua pemimpin ini turut mengkritik kebijakan nuklir yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat. Kritik muncul setelah perjanjian pembatasan senjata nuklir antara AS dan Rusia resmi berakhir pada Februari lalu.

Pihak Rusia dan China menyayangkan sikap Washington yang dianggap tidak merespons usulan perpanjangan pembatasan senjata tersebut. Padahal, Moskwa sebelumnya telah mengajukan proposal untuk memperpanjang masa berlaku kesepakatan selama satu tahun.

Ringkasan hasil pertemuan puncak di Beijing:

Topik Utama Poin Kesepakatan
Pertahanan Strategis Menentang keras pengembangan sistem rudal "Golden Dome" milik AS.
Tata Kelola Global Mendorong sistem internasional yang lebih adil dan menolak hegemoni.
Keamanan Nuklir Mengecam berakhirnya perjanjian pembatasan arsenal nuklir tanpa solusi baru.
Hubungan Bilateral Mempererat kerja sama di tengah situasi internasional yang semakin tegang.

Tabel di atas merangkum bagaimana Beijing dan Moskwa berusaha menyelaraskan langkah dalam menghadapi tekanan politik luar negeri dari Amerika Serikat. Kedua negara sepakat bahwa hubungan mereka saat ini telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pertemuan tingkat tinggi ini sendiri hanya berselisih kurang dari sepekan setelah Donald Trump melakukan kunjungan serupa ke Beijing. Langkah ini mempertegas posisi China yang tetap menjaga keseimbangan hubungan diplomatik meski berada di tengah persaingan kekuatan besar.

Artikel terkait

Rekomendasi