Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menenangkan masyarakat di Kepulauan Canary, Spanyol, terkait proses evakuasi kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut membawa penumpang yang sebelumnya terpapar virus Hanta.
Kapal berbendera Belanda yang mengangkut lebih dari 140 orang ini telah bersandar di Kepulauan Canary pada Minggu pagi waktu setempat. Kedatangan kapal ini mendapatkan pengawasan ketat dari otoritas kesehatan internasional.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, turun langsung ke Tenerife untuk memantau situasi di lapangan. Ia didampingi oleh Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
Tedros menyadari adanya keresahan di tengah masyarakat saat mendengar istilah wabah yang mendekat ke wilayah mereka. Ia memaklumi jika ingatan publik kembali pada masa sulit saat pandemi tahun 2020 silam.
Meski demikian, Tedros menegaskan bahwa virus Hanta sangat berbeda dengan virus penyebab COVID-19. Ia menjamin bahwa risiko kesehatan masyarakat global akibat virus ini saat ini masih tergolong rendah.
Status Kesehatan Penumpang dan Kru
Hingga saat ini, pihak operator Oceanwide Expeditions melaporkan tidak ada tanda-tanda gejala pada penumpang yang tersisa. WHO dan pemerintah Spanyol terus memantau kondisi seluruh kru dan tamu di atas kapal.
Virus Hanta dikenal sebagai penyakit serius yang umumnya tersebar melalui kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Meski jenis Andes virus yang terdeteksi bisa menular antarmanusia, kasus semacam itu sangat jarang terjadi.
Berikut adalah ringkasan data mengenai dampak paparan virus di kapal MV Hondius:
- Tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia akibat infeksi tersebut.
- Lima penumpang lainnya yang sudah turun dari kapal dinyatakan positif terinfeksi.
- Seluruh sisa penumpang dan kru saat ini belum menunjukkan gejala sakit.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada korban jiwa, penyebaran virus ini tetap terkontrol di bawah pengawasan medis. Otoritas terkait fokus mencegah penularan lebih luas selama masa evakuasi berlangsung.
Reaksi Masyarakat Setempat
Kedatangan kapal MV Hondius memicu beragam reaksi dan kekhawatiran di kalangan warga Tenerife. Beberapa warga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengizinkan kapal tersebut berlabuh di wilayah mereka.
Simon Vidal, seorang warga setempat, merasa tidak nyaman dengan keputusan membawa kapal asing tersebut ke Kepulauan Canary. Di sisi lain, warga bernama Samantha Aguero merasa khawatir namun tetap berusaha menunjukkan sisi kemanusiaan.
Samantha berpendapat bahwa meski masyarakat merasa dihantui pengalaman pandemi masa lalu, empati terhadap penumpang tetap diperlukan. Keamanan warga tetap menjadi prioritas utama yang harus dijamin oleh pemerintah setempat.
Pemerintah Spanyol memastikan bahwa setiap langkah evakuasi dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat. Langkah ini diambil untuk memberikan proteksi maksimal bagi penduduk lokal maupun para pendatang.
Prosedur evakuasi yang diterapkan bagi para penumpang kapal tersebut meliputi:
- Penumpang hanya diizinkan membawa barang-barang yang dianggap sangat penting.
- Setiap individu wajib menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh segera setelah mendarat.
- Kewajiban menjalani masa karantina sesuai waktu yang telah ditentukan oleh otoritas kesehatan.
Prosedur ketat ini bertujuan untuk memutus rantai potensi penyebaran virus sebelum penumpang kembali ke komunitas. Pemerintah menjamin bahwa seluruh proses pemulihan dan pengawasan akan dilakukan secara transparan.