Ruben Onsu Murka, Ini Pemicu Konflik Terbaru dengan Sarwendah di 2026 yang Mengejutkan

Ruben Onsu Murka, Ini Pemicu Konflik Terbaru dengan Sarwendah di 2026 yang Mengejutkan
Foto: Ruben Onsu Murka, Ini Pemicu Konflik Terbaru dengan Sarwendah di 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Hubungan antara Ruben Onsu dengan mantan istrinya, Sarwendah, beserta keluarganya kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Ruben yang sebelumnya memilih diam, akhirnya meluapkan kemarahan besar melalui akun media sosial pribadinya.

Pemicu kemarahan ini adalah beredarnya potongan video siaran langsung yang merekam suara adik iparnya, Wendy Lo. Dalam video tersebut, terdengar serangkaian hinaan kasar seperti kata "najis", "cong", hingga sebutan "anjing" yang ditujukan kepada Ruben.

Konflik Pasca-Perceraian yang Kian Meruncing

Perselisihan antara mantan pasangan suami istri ini memang terus memburuk sejak mereka resmi bercerai. Belum lama ini, publik juga sempat dihebohkan dengan pengakuan Sarwendah mengenai jatah nafkah bulanan sebesar Rp200 juta yang diklaim telah terhenti.

Ketegangan semakin tidak terbendung saat Ruben mengunggah bukti rekaman siaran langsung tersebut di Instagram. Di dalam video itu, terdengar suara adik perempuan Sarwendah yang dengan nada tinggi membantah tudingan bahwa keluarganya menumpang hidup pada Ruben.

Sosok yang diduga Wendy Lo tersebut bahkan menyatakan bahwa uang pemberian sang presenter haram untuk mereka sentuh. "Gua nggak pernah yang namanya nyentuh duitnya sedikit pun, najis gua! Denger ya, najis gua, najis beneran!" cetusnya dalam rekaman tersebut.

Tidak hanya melontarkan hinaan, ia juga menantang Ruben untuk langsung menemui anak-anaknya daripada hanya mengeluh di media sosial. Hal ini pun memicu respons balasan yang sangat tajam dari pihak Ruben Onsu.

Pembelaan Ruben Onsu Mengenai Nafkah dan Tanggung Jawab

Ruben tidak tinggal diam dan segera menuliskan pembelaan panjang yang sangat menohok untuk menjawab tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan mengenai dirinya mengabaikan nafkah anak adalah sebuah kebohongan besar.

Ruben memberikan penjelasan mengenai komitmen nafkahnya selama ini:

  • Ruben memastikan telah menafkahi anak-anaknya sejak mereka masih di dalam kandungan.
  • Pemberian nafkah tersebut masih terus berjalan secara rutin hingga enam bulan terakhir sebelum akhirnya diputus secara sepihak.
  • Ruben menyayangkan sikap pihak keluarga mantan istrinya yang merasa paling sibuk menjaga anak-anaknya.
  • Ia merasa memiliki hak penuh sebagai ayah kandung yang tetap bertanggung jawab secara finansial.

Penjelasan tersebut disampaikan Ruben untuk meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat bahwa dirinya menelantarkan buah hatinya. Ia merasa perlu bicara agar publik mengetahui fakta sebenarnya dari sudut pandangnya.

Dugaan Doktrin Negatif Terhadap Anak-Anak

Selain masalah uang, Ruben juga menyoroti adanya kecurigaan mengenai pengaruh buruk di lingkungan mantan istrinya. Ia menduga ada doktrin negatif yang sengaja dijejalkan kepada anak-anaknya agar mereka menjauhi ayah kandungnya.

Menurut Ruben, terasa aneh jika anak-anaknya mendadak tidak mau bertemu dengannya tanpa ada pengaruh dari pihak luar. Ia mempertanyakan kalimat-kalimat apa saja yang didengar oleh anak-anaknya hingga sikap mereka berubah.

Terkait sindiran pihak mantan istri yang mengaku selalu membeli aset secara tunai tanpa berutang, Ruben memiliki jawaban yang tak kalah pedas. Ia mengakui bisa saja hidup mewah jika hanya mementingkan kebutuhan pribadi tanpa memikirkan tanggung jawab keluarga.

Berikut adalah poin-poin respons Ruben terkait gaya hidup dan prioritas keuangan:

Aspek Respons Penjelasan Ruben Onsu
Tanggapan Hinaan Ruben menerima hinaan "najis" dan "chong" dengan nada sarkasme.
Pembelian Aset Ruben mampu membeli barang secara tunai jika tidak mengutamakan urusan rumah tangga.
Prioritas Utama Ia memilih menyampingkan keinginan pribadi demi mencukupi kebutuhan keluarga dan rumah tangga.
Status Utang Ruben menegaskan bahwa pengelolaan keuangannya didasari oleh rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Tabel di atas merangkum perbandingan prinsip hidup antara Ruben Onsu dengan sindiran yang dilontarkan pihak keluarga Sarwendah. Ruben ingin menegaskan bahwa kekayaan bukan sekadar pamer pembelian tunai, melainkan soal pemenuhan tanggung jawab.

Peringatan Keras untuk Pihak Luar

Di akhir pernyataannya, kakak dari Jordi Onsu ini melayangkan peringatan keras kepada pihak-pihak luar yang tidak memiliki hak asuh anak. Ia secara khusus menyindir seorang manajer berinisial "M" yang dituding sering ikut campur dalam urusan keluarganya.

Ruben menuduh sosok tersebut kerap menjatuhkan namanya demi konten siaran langsung di media sosial. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada orang yang tidak berkepentingan mencoba merusak hubungannya dengan sang anak.

Hingga saat berita ini diturunkan, pihak Sarwendah maupun adiknya belum memberikan klarifikasi resmi atas unggahan balasan Ruben. Perseteruan ini pun menjadi sorotan tajam netizen yang menyayangkan konflik keluarga ini harus konsumsi publik secara terbuka.

Artikel terkait

Rekomendasi