WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan inovasi keamanan terbaru yang disebut sebagai fitur Scam Alert. Teknologi ini dirancang secara khusus untuk memberikan perlindungan lebih bagi para pengguna dari ancaman penipuan yang kian marak.
Fungsi utama dari fitur ini adalah memberikan peringatan dini secara otomatis. Pengguna akan menerima notifikasi khusus jika ada pesan masuk yang terindikasi mencurigakan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak.
Mekanisme Kerja Fitur Scam Alert
Informasi mengenai kehadiran fitur canggih ini pertama kali dipublikasikan oleh WABetaInfo. Temuan tersebut didasarkan pada analisis kode pembaruan WhatsApp Beta untuk sistem operasi Android versi 2.26.22.2 pada Juni 2026.
Sistem ini bekerja layaknya seorang penasihat keamanan pribadi di dalam aplikasi. WhatsApp dipastikan tidak akan mengambil tindakan sepihak seperti langsung memblokir pengirim atau menghapus pesan secara otomatis.
Ketika sebuah pesan dari nomor asing masuk, model kecerdasan buatan (AI) internal milik WhatsApp akan bekerja secara instan. AI tersebut bertugas membedah dan menganalisis isi konten pesan tersebut secara real-time.
Apabila sistem menemukan adanya pola kalimat yang tidak wajar atau indikasi penipuan, peringatan akan muncul di layar. Tulisan "This may be a scam" atau "Ini mungkin penipuan" akan terpampang jelas di dalam ruang percakapan.
Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa diambil pengguna setelah muncul peringatan keamanan tersebut:- Blokir dan Laporkan: Opsi ini memungkinkan pengguna untuk segera menghentikan komunikasi dengan nomor tersebut sekaligus mengirimkan laporan resmi ke pihak WhatsApp agar ditindaklanjuti.
- Percaya: Pilihan ini dapat diambil jika pengguna merasa yakin bahwa pesan dan kontak tersebut sebenarnya aman serta sah, sehingga percakapan dapat terus dilanjutkan tanpa gangguan.
Dengan adanya pilihan ini, kendali sepenuhnya tetap berada di tangan pengguna. WhatsApp hanya berperan sebagai pemberi peringatan tanpa membatasi privasi atau hak komunikasi pemilik akun.
Prioritas Privasi dan Keamanan Data
Munculnya fitur pemindaian pesan ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi data pengguna. Banyak yang bertanya-tanya apakah enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) yang menjadi keunggulan WhatsApp akan terganggu.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, WABetaInfo memberikan penjelasan yang menenangkan. Seluruh proses pemindaian dan analisis pesan dilakukan secara lokal di dalam perangkat masing-masing pengguna (on-device processing).
Pihak perusahaan menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun data yang dikirimkan ke server Meta atau dibagikan kepada pihak ketiga. Hal ini bisa terwujud karena penggunaan model AI mandiri yang terpasang langsung di dalam aplikasi.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi bagi pemilik akun, sistem akan mencatat riwayat deteksi dalam log aktivitas lokal. Catatan ini disimpan secara eksklusif dalam memori ponsel dan hanya dapat diakses oleh pengguna melalui menu pengaturan.
Pengaturan dan Ketersediaan Fitur
Fitur Scam Alert ini tidak akan aktif secara otomatis saat pengguna memperbarui aplikasi. Pengembang mendesain fitur ini sebagai fungsi opsional yang secara standar dalam kondisi nonaktif.
Bagi Anda yang menginginkan proteksi tambahan terhadap serangan siber, fitur ini harus diaktifkan secara manual. Anda dapat menemukannya di menu pengaturan privasi WhatsApp, dan setelahnya fitur akan bekerja secara otomatis di latar belakang.
Rangkuman mengenai status pengembangan dan ketersediaan fitur Scam Alert:| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Status Pengembangan | Tahap Pengembangan Intensif (Beta) |
| Versi Aplikasi | WhatsApp Beta Android 2.26.22.2 |
| Prioritas Perangkat | Android (Terlebih Dahulu) |
| Status di iOS | Belum Dikonfirmasi |
| Sifat Fitur | Opsional (Harus Diaktifkan Manual) |
Tabel di atas menunjukkan bahwa fokus utama peluncuran fitur ini saat ini masih berada pada platform Android. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pengguna iPhone akan mendapatkan pembaruan serupa.
Saat ini, fitur keamanan tersebut masih menjalani serangkaian uji coba ketat oleh pengembang. Oleh karena itu, fitur ini belum tersedia untuk seluruh pengguna secara global maupun para penguji beta secara menyeluruh.
Langkah WhatsApp dalam menghadirkan proteksi berbasis AI ini dipandang sebagai upaya serius dalam memerangi tindak kriminal digital. Diharapkan dengan adanya Scam Alert, angka korban penipuan melalui aplikasi pesan instan dapat ditekan secara signifikan.