Waspada Risiko Kanker Payudara Kambuh, Simak Gejala Terbaru yang Banyak Dicari 2026

Waspada Risiko Kanker Payudara Kambuh, Simak Gejala Terbaru yang Banyak Dicari 2026
Foto: Waspada Risiko Kanker Payudara Kambuh, Simak Gejala Terbaru yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia, mengingat kasusnya yang terus tinggi. Risiko kekambuhan kanker ini pun sering kali terabaikan oleh masyarakat, padahal sangat penting untuk diperhatikan.

Menurut Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM, spesialis hematologi onkologi dari Siloam International Hospitals, sekitar 20-30 persen pasien kanker memiliki risiko kambuh meski operasi dilakukan di stadium awal. Pandangan bahwa penderita kanker payudara stadium awal yang telah dioperasi akan aman selamanya kurang tepat.

Faktor risiko utama kekambuhan kanker payudara:

  • Jenis kanker yang diidap memiliki sifat agresif.
  • Kanker tipe R2 positif atau triple negatif memiliki risiko kekambuhan tinggi meski ditemukan di stadium awal.

Kekambuhan kanker payudara semakin sering terjadi, bahkan pada pasien yang lebih muda. Jika dahulu kanker ini banyak ditemukan pada usia 40-50 tahun, sekarang banyak pengidapnya di usia 20-an.

Dr. Jeffry menjelaskan bahwa peningkatan angka kekambuhan terjadi seiring bertambah mudanya pasien kanker. Faktor pemicu kanker beragam dan tersebar di lingkungan sekitar kita, seperti penggunaan gawai yang terus-menerus atau konsumsi makanan olahan yang mengandung mikroplastik. Dunia yang kita tinggali saat ini memang menambah risiko kanker.

'Red Flag' Kekambuhan Kanker Payudara:

Kanker dapat kambuh di organ lain karena sel kanker bisa menyebar sejak awal dan baru terdeteksi kemudian. Gejala kekambuhan bisa tergantung pada organ yang diserang. Misalnya jika menyerang liver, maka muncul gejala kuning. Jika sudah menginfeksi paru-paru, gejalanya bisa berupa batuk darah atau sesak.

Maka dari itu, evaluasi rutin menggunakan scan atau PET scan sangat disarankan untuk mendeteksi kekambuhan pada tahap awal. Dengan demikian, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Langkah Mencegah Kambuhnya Kanker Payudara

Mencegah kanker melibatkan gaya hidup sehat dan menurunkan risiko pemicu kanker. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda perhatikan:

  • Berhenti merokok dan hindari alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal dan pola makan seimbang.
  • Rutin berolahraga dan menghindari makanan ultra-processed.

Sangat penting juga untuk melakukan skrining dini agar kanker bisa dideteksi lebih cepat. Skrining adalah upaya menghadapi faktor 'x' yang tidak diketahui yang bisa memicu kanker.

Untuk mantan penderita kanker payudara, penting melakukan surveillance berkala, sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang menyisa.

Dr. Jeffry menyebutkan beberapa terapi medis yang diberikan setelah operasi, seperti kemoterapi, obat anti-hormon yang bisa diberikan selama 10 tahun, serta imunoterapi dan anti HER2 Therapy Target kurang lebih selama 1 tahun. Hal ini bertujuan untuk mencegah kekambuhan.

Penanganan Kanker di MRCCC Siloam Semanggi

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi merupakan rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT), pasien mendapatkan penanganan terintegrasi sesuai dengan kebutuhannya, dari deteksi dini hingga pengobatan menyeluruh.

Layanan ini menegaskan komitmen Siloam untuk menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses tanpa perlu bepergian ke luar negeri, terutama untuk penyakit kanker.

Artikel terkait

Rekomendasi