Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Fungsi Hati Terbaru 2026

Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Fungsi Hati Terbaru 2026
Foto: Waspada, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Picu Kerusakan Fungsi Hati Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kebiasaan mengonsumsi gorengan dalam porsi besar dan minuman manis yang disertai kurangnya aktivitas fisik kini seolah menjadi gaya hidup normal di masyarakat. Padahal, pola hidup seperti ini menyimpan ancaman serius berupa lonjakan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi berat badan atau meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat merusak fungsi organ hati atau liver. Masalah ini dikenal dengan istilah penumpukan lemak di hati atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).

Risiko Gangguan Hati Tanpa Gejala

Gangguan pada organ hati sering kali berkembang secara diam-diam tanpa menunjukkan gejala yang nyata hingga kondisinya mencapai tahap serius. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa kesehatan fungsi hati mereka sedang terancam.

Dr. dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, FINASIM dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa masalah hati biasanya berkaitan erat dengan kondisi metabolik. Masalah ini sering kali berkembang perlahan tanpa disadari oleh penderitanya.

Menurut Dr. Kaka, kolesterol dan gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akan berdampak buruk pada metabolisme dan fungsi hati. Ia menekankan pentingnya menjadikan perubahan profil metabolik sebagai sinyal peringatan dini untuk menjaga kesehatan liver.

Pada tahap awal, fatty liver memang jarang menimbulkan keluhan fisik yang spesifik bagi penderitanya. Akibatnya, banyak orang merasa tetap sehat dan aktif meski sebenarnya terjadi perubahan fungsi di dalam tubuh mereka.

Beberapa tanda metabolisme tubuh tidak berjalan optimal yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Kenaikan kadar trigliserida dalam darah secara signifikan.
  • Kadar gula darah yang cenderung tidak stabil.
  • Pertambahan berat badan yang terjadi secara drastis.
  • Ukuran lingkar perut yang semakin membesar.

Menjaga stabilitas kolesterol dan gula darah bukan sekadar upaya mencegah penyakit jantung atau diabetes saja. Langkah ini merupakan bagian krusial dalam melindungi organ hati agar tetap berfungsi dengan baik.

Layanan Deteksi Dini di Mayapada Hospital

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menyediakan layanan khusus untuk menangani gangguan metabolik, kesehatan hati, serta pengelolaan berat badan. Layanan ini difokuskan pada risiko obesitas, diabetes, dislipidemia, hingga sindrom metabolik.

Fasilitas medis yang tersedia sangat lengkap guna membantu proses evaluasi kondisi pasien secara lebih akurat dan mendalam. Pasien dapat mengakses berbagai prosedur medis modern sesuai dengan kebutuhan diagnosis mereka.

Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang tersedia di Mayapada Hospital Kuningan:

  • Pemeriksaan radiologi melalui USG Abdomen, CT Scan, dan MRI.
  • Tindakan endoskopi untuk evaluasi saluran pencernaan.
  • USG Elastografi untuk pemeriksaan kondisi hati secara non-invasif.
  • Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk memantau komposisi tubuh.

Seluruh fasilitas ini merupakan bagian dari Gastrohepatology Center yang merupakan pusat penanganan gangguan pencernaan komprehensif. Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin untuk memberikan perawatan terbaik bagi setiap pasien.

Layanan Gastrohepatology Center saat ini sudah tersebar di berbagai unit Mayapada Hospital di beberapa kota besar. Cabang tersebut meliputi Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 150770 atau melalui layanan WhatsApp. Selain itu, aplikasi MyCare juga tersedia untuk memudahkan akses informasi kesehatan dan konsultasi dengan dokter profesional.

Melalui fitur Personal Health di aplikasi MyCare, pengguna dapat memantau indikator kesehatan mandiri seperti detak jantung dan kalori. Fitur ini juga membantu pengguna memantau indeks massa tubuh atau BMI secara rutin dari perangkat seluler.

Artikel terkait

Rekomendasi