Waspada, Gaya Hidup Kekinian Ini Mengejutkan Picu Kista Ovarium Usia Muda 2026

Waspada, Gaya Hidup Kekinian Ini Mengejutkan Picu Kista Ovarium Usia Muda 2026
Foto: Waspada, Gaya Hidup Kekinian Ini Mengejutkan Picu Kista Ovarium Usia Muda 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Mendengar istilah kista ovarium mungkin menimbulkan kekhawatiran bagi banyak perempuan. Kekhawatiran tersebut seringkali berujung pada pemikiran berlebihan. Tanpa banyak disadari, kasus kista ovarium kini semakin sering terjadi pada usia muda, bahkan pada remaja. Perempuan dalam rentang usia 20-an hingga 50-an pun tak lepas dari risiko mengidap kista ovarium disfungsional.

Perlu Anda ketahui, terdapat dua jenis kista ovarium, yakni fungsional dan disfungsional. Kista fungsional adalah kantung cairan yang terbentuk secara alami di ovarium akibat siklus menstruasi normal. Sementara itu, kista disfungsional disebabkan oleh gangguan atau ketidakseimbangan hormonal yang mengganggu siklus ovarium.

Penjelasan dari Pakar:

Menurut dr Med. Firman Santoso, SpOG, setiap perempuan dalam fase reproduksi pasti mengalami kista fungsional. Ketika mereka menstruasi, kista ini terbentuk secara alami saat dihasilkan sel telur yang matang. "Kista ini datang dan pergi seiring siklus bulanan hingga menopause,” jelasnya saat ditemui di Jakarta.

dr Firman, dengan pengalaman 14 tahun, menambahkan bahwa kista disfungsional menjadi perhatian utama. Banyak jenis kista ini, namun yang paling umum adalah endometriosis. Ada juga kista dermoid, yang secara awam sering disalahartikan sebagai masalah spiritual karena berisi rambut, gigi, atau tulang.

Faktor Pemicu Kista:

Gaya hidup masa kini menjadi penyebab umumnya kista ovarium disfungsional, terutama di kalangan muda. "Kebiasaan hidup tidak sehat seperti kelebihan berat badan, jarang berolahraga, dan pola makan tinggi gula atau karbohidrat bisa meningkatkan risiko," ungkap dr Firman.

Bagi perempuan berusia lanjut, munculnya kista harus lebih diwaspadai sebagai indikasi awal kanker ovarium. Namun, terdapat kemajuan dalam metode penanganan kista. Banyak kasus kini bisa ditanggulangi dengan laparoskopi, teknik bedah minimal invasif melalui sayatan kecil dan penggunaan kamera khusus.

"Jika ada kanker ovarium pada stadium awal, kami dapat menanganinya dengan baik melalui laparoskopi, yang tidak memerlukan pembedahan besar," kata dr Firman. Metode ini memungkinkan pasien pulih hanya dalam 1-2 hari.

Artikel terkait

Rekomendasi