Kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini ternyata membawa dampak buruk bagi kesehatan mata masyarakat. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko terkena katarak jika mata tidak mendapatkan perlindungan yang cukup.
Dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center mengungkapkan bahwa banyak orang di Indonesia masih mengabaikan penggunaan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, kebiasaan menggunakan kacamata hitam dengan filter UV sangat efektif untuk meminimalisir kerusakan pada lensa mata.
Menurut dokter spesialis mata Nina Asri Noor, paparan sinar matahari yang intens secara terus-menerus dapat merusak struktur lensa. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Media Briefing JEC yang berlangsung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/5).
Nina sangat menyarankan masyarakat untuk mulai rutin memakai kacamata dengan perlindungan UV saat berada di bawah terik matahari. Langkah pencegahan ini krusial karena lensa mata yang sudah terkena katarak tidak bisa pulih seperti semula tanpa tindakan medis.
Jika seseorang sudah menderita katarak, satu-satunya solusi untuk mengatasinya adalah melalui prosedur operasi. Penyakit ini sendiri ditandai dengan kondisi lensa mata yang semula bening berubah menjadi keruh.
Dampak Paparan Sinar Matahari pada Mata
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit akibat penuaan, katarak juga bisa muncul lebih cepat akibat radiasi UV yang berlebihan. Proses oksidasi pada lensa mata dipicu oleh paparan sinar UV B yang terjadi dalam jangka waktu lama.
Oksidasi inilah yang kemudian membuat penglihatan seseorang menjadi kabur dan meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya. Pasien katarak biasanya akan merasa sangat silau ketika melihat lampu atau berada di tempat yang terang.
Selain berasal dari matahari, mata manusia juga kerap terpapar radiasi UV dari berbagai sumber cahaya buatan. Jika dibiarkan tanpa proteksi, akumulasi paparan ini akan menurunkan kualitas penglihatan dan kesehatan mata secara menyeluruh.
Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai jika mata terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan:
- Pandangan mata mulai terlihat kabur atau buram.
- Mata menjadi sangat sensitif dan mudah merasa silau terhadap cahaya.
- Warna di sekitar tampak memudar atau tidak setajam biasanya.
- Kualitas penglihatan menurun secara bertahap dalam jangka panjang.
Daftar di atas menunjukkan gejala umum yang sering dirasakan oleh penderita katarak maupun mereka yang mengalami gangguan akibat radiasi UV.
Pencegahan dan Teknologi Pengobatan
Nina Asri Noor juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk deteksi dini. Semakin cepat gangguan ditemukan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Saat ini, teknologi kedokteran untuk menangani katarak sudah berkembang pesat dan semakin canggih. Salah satunya adalah metode operatif dengan bantuan laser (laser-assisted) yang mampu menyesuaikan jenis lensa sesuai dengan kebutuhan spesifik pasien.
Meskipun teknologi pengobatan sudah maju, tindakan pencegahan tetap menjadi prioritas yang paling utama. Masyarakat dianjurkan untuk menghindari aktivitas di bawah sinar matahari langsung, terutama saat radiasi sedang mencapai puncaknya di siang hari.
Kesadaran untuk menjaga kesehatan mata sejak dini sangat diperlukan karena kerusakan akibat sinar UV bersifat akumulatif. Seringkali, dampak buruk ini tidak disadari oleh seseorang hingga akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan yang permanen.