Kompetisi bergengsi DaVinci Gourmet Barista Craft Championship 2025-26 tingkat Asia Pasifik baru saja selesai diselenggarakan di Singapura pada 6 Mei 2026. Dalam ajang ini, Hasti Ng yang merupakan perwakilan dari Hong Kong berhasil meraih gelar juara pertama.
Keberhasilan Hong Kong diikuti oleh Hai Khu asal Vietnam yang menduduki posisi kedua. Sementara itu, Michael Reinhard yang mewakili Indonesia sukses mengamankan posisi ketiga dalam kompetisi barista tingkat regional tersebut.
Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema "Espresso Your Flavour" yang berfokus pada perayaan semangat, kreativitas, dan karakter personal dalam seni meracik kopi. Program ini bertujuan memberdayakan para barista agar mampu menonjolkan keunikan diri melalui kombinasi rasa, narasi cerita, serta teknik pembuatan minuman.
Penyelenggaraan tahun 2025-26 merupakan pengembangan dari kesuksesan edisi perdana yang diadakan pada tahun 2024 lalu. DaVinci Gourmet ingin memberikan ruang bagi para ahli kopi untuk mengeksplorasi identitas mereka secara mendalam melalui karya-karya yang inovatif.
Tahapan Kompetisi dan Kriteria Penilaian
Berdasarkan informasi resmi yang diterima pada Jumat, 15 Mei 2026, kompetisi ini dibagi menjadi empat tahapan utama yang cukup ketat. Tahapan tersebut meliputi babak penyisihan digital tingkat nasional, final tingkat nasional, babak regional, hingga puncaknya di final global.
Pada level Asia Pasifik, terdapat delapan pemenang tingkat nasional yang bersaing ketat untuk memperebutkan posisi terbaik. Para peserta ini datang dari berbagai negara, di antaranya adalah Filipina, China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, dan Indonesia.
Setiap kontestan memiliki tanggung jawab untuk menyajikan dua jenis minuman dalam durasi waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Selama proses pengerjaan, mereka harus menunjukkan keahlian teknis yang mumpuni serta gaya profesional sebagai seorang barista kelas dunia.
Ada beberapa aspek krusial yang menjadi indikator evaluasi bagi para dewan juri :
- Kualitas rasa dan aroma minuman (aspek sensorik).
- Keterampilan teknis dan alur kerja saat meracik kopi.
- Presentasi visual dan daya tarik minuman yang disajikan.
- Kebersihan area kerja selama kompetisi berlangsung.
- Konsistensi kualitas dari satu sajian ke sajian berikutnya.
Penilaian yang komprehensif ini memastikan bahwa pemenang tidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga memiliki etos kerja yang standar profesional. Hal ini penting untuk menjaga kualitas industri kopi di mata dunia.
Kreativitas Berbasis Budaya Lokal
Sepanjang kompetisi berlangsung, para barista terlihat berusaha memadukan keahlian teknik espresso dengan cita rasa yang khas dari budaya asal mereka. Langkah ini menciptakan variasi menu yang sangat beragam dan kaya akan nilai-nilai tradisional yang dikemas secara modern.
Beberapa peserta berhasil mencuri perhatian karena penggunaan bahan-bahan lokal yang sangat inovatif dalam resep mereka. Selain itu, ada pula yang melakukan reinterpretasi terhadap hidangan penutup populer serta menerapkan konsep berkelanjutan dalam setiap sajiannya.
Fenomena ini membuktikan bahwa menu kafe di wilayah Asia Pasifik terus mengalami evolusi yang sangat pesat. Kekuatan narasi atau storytelling serta pengalaman sensori menjadi kunci utama dalam menarik minat para pecinta kopi di masa kini.
Detail Kreasi Minuman Para Juara
Berikut adalah ringkasan mengenai minuman unik yang membawa para pemenang meraih gelar juara di tingkat Asia Pasifik :
| Peringkat | Nama Barista | Asal Negara | Konsep Minuman Utama |
|---|---|---|---|
| Juara 1 | Hasting Ng | Hong Kong | Spiced mulled coffee non-alkohol dan espresso rasa nasi lemak. |
| Juara 2 | Hai Khu | Vietnam | Espresso Kenya dengan kembang sepatu dan foam shortbread. |
| Juara 3 | Michael Reinhard | Indonesia | Kontras minuman botani kota dengan espresso krim tradisional. |
Tabel di atas merangkum bagaimana setiap finalis menggunakan pendekatan yang sangat berbeda untuk menonjolkan keunikan rasa dari negara masing-masing. Michael Reinhard dari Indonesia sendiri berhasil menyatukan elemen botani modern dengan sentuhan aromatik tradisional yang menenangkan.
Hasting Ng mengungkapkan bahwa kemenangan ini adalah puncak dari perjalanannya dalam menemukan identitas sebagai seorang barista profesional. Ia merasa DaVinci Gourmet memberikan sarana yang tepat bagi dirinya untuk mengeksplorasi gaya pembuatan minuman yang sederhana namun berkarakter.
Sebelum meraih prestasi internasional ini, Hasting sudah dikenal sebagai pelatih, instruktur, dan konsultan bagi banyak barista juara. Ia juga pernah mencatatkan diri sebagai runner-up dalam ajang Kejuaraan Kopi Hong Kong tahun 2025.
Dominasi Hong Kong di Panggung Global
Keberhasilan Hasting Ng di tingkat regional membawanya langsung menuju 'Final Global World of Coffee' yang digelar di Bangkok, Thailand. Pada tanggal 9 Mei 2026, ia bertanding membawa nama Asia Pasifik setelah sebelumnya menunjukkan performa gemilang di Food & Hospitality Asia (FHA).
Melalui sajian espresso dan kategori free-play yang menunjukkan presisi teknis luar biasa, Hasting akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia. Ia mengungguli dua pesaing kuat lainnya yang juga merupakan juara dari wilayah regional masing-masing.
Pesaing utamanya di final global adalah Yasmim Rodrigues Sarandy da Silva dari Brasil yang mewakili Amerika Latin. Selain itu, ada juga Cetin Alpay Baskan dari Turki yang merupakan pemenang dari wilayah Timur Tengah, Subkontinen India, dan Afrika.
Hasting menyatakan rasa bangganya dapat mewakili Hong Kong serta seluruh wilayah Asia Pasifik di panggung dunia. Ia berharap kemenangannya dapat menginspirasi bahwa minuman terbaik adalah yang dibuat dengan keseimbangan, kejernihan rasa, dan sudut pandang yang jelas.
Wawasan dari Para Ahli Industri
Mikael Jasin, yang merupakan World Barista Champion 2024, turut hadir dalam acara tersebut sebagai tamu spesial dan panel juri. Sebagai duta merek DaVinci Gourmet untuk wilayah APMEA, ia memberikan wawasan berharga serta motivasi bagi para barista muda yang bertanding.
Eloise Dubuisson selaku General Manager Food Service Brands di Kerry Asia Pacific menyebut bahwa kawasan ini tetap menjadi pusat inovasi minuman global. Ia menilai standar kompetisi tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
Menurut Eloise, peningkatan kualitas ini terlihat jelas dari kemampuan para peserta yang sebagian besar sudah menyandang gelar juara di negara asal. Kejuaraan ini sukses menunjukkan pergeseran signifikan dalam kualitas industri kopi di pasar yang lebih luas.
Para barista ditantang untuk berani mengekspresikan identitas diri mereka melalui rasa, bukan sekadar menunjukkan kemahiran teknik semata. Semangat serta orisinalitas yang ditampilkan oleh para finalis dianggap sebagai cermin dari evolusi keahlian pembuatan minuman di masa depan.