Wajah Bengkak Dikira Alergi, Wanita 28 Tahun Ini Ternyata Alami Gagal Ginjal Mengejutkan

Wajah Bengkak Dikira Alergi, Wanita 28 Tahun Ini Ternyata Alami Gagal Ginjal Mengejutkan
Foto: Wajah Bengkak Dikira Alergi, Wanita 28 Tahun Ini Ternyata Alami Gagal Ginjal Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Seorang wanita muda bernama Ellen Swarbrick pada awalnya menganggap wajahnya yang membengkak hanyalah reaksi alergi musiman. Namun, kenyataan pahit muncul dua tahun kemudian saat ia divonis menderita gagal ginjal kronis stadium lanjut yang mengancam nyawanya.

Perempuan berusia 28 tahun asal Cheshire, Inggris, ini mulai menyadari perubahan pada wajahnya yang tampak sembap sejak musim semi 2022. Karena bertepatan dengan musim panas, ia sempat rutin mengonsumsi antihistamin karena mengira kondisi itu dipicu oleh alergi serbuk sari.

Ellen menjelaskan bahwa pembengkakan wajahnya seringkali mereda pada malam hari, yang membuatnya sempat yakin bahwa obat alergi tersebut bekerja. Padahal, fenomena itu terjadi akibat penumpukan cairan dalam tubuh yang tidak mampu dibuang oleh ginjal.

Pergerakan cairan tersebut sangat dipengaruhi oleh posisi tubuhnya saat beraktivitas sehari-hari. Saat ia berbaring, cairan akan terkumpul di area wajah, namun akan berpindah ke bagian tubuh bawah saat ia berdiri tegak.

Gejala Kelelahan yang Sering Diabaikan

Selain perubahan fisik pada wajah, Ellen juga merasakan tingkat kelelahan yang luar biasa dalam kesehariannya. Ia sempat salah mengira bahwa rasa lelah itu muncul karena tekanan pekerjaan barunya yang cukup menguras energi.

Kondisi ini bahkan membuatnya sangat sulit untuk bangun pagi guna berolahraga di gym sebelum berangkat kerja. Ellen sempat menganggap dirinya hanya kurang bersemangat atau malas, tanpa menyadari adanya masalah kesehatan serius di balik rasa lelah tersebut.

Gejala lain yang muncul adalah reaksi tubuh yang sangat buruk setelah ia mengonsumsi minuman beralkohol. Meski hanya meminum sedikit wine bersama teman-temannya, ia akan mengalami muntah-muntah dan rasa sakit yang hebat keesokan harinya.

Beberapa gejala awal yang dirasakan Ellen sebelum diagnosis medis ditegakkan:

  • Pembengkakan pada area wajah yang berpindah ke bagian kaki.
  • Rasa lelah ekstrem yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat secara drastis.
  • Gejala menyerupai flu dan kondisi penglihatan yang mulai kabur.

Daftar keluhan di atas menunjukkan bagaimana masalah ginjal dapat memengaruhi berbagai fungsi organ tubuh lainnya secara sistemik.

Diagnosis Gagal Ginjal Stadium Akhir

Setelah setahun lebih bertahan dengan kondisi yang kian menurun, Ellen mendapati pergelangan kakinya ikut membengkak saat ia melakukan perjalanan dinas. Puncaknya terjadi ketika pandangannya mulai terganggu, sehingga ia segera mencari bantuan medis ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan di St Thomas' Hospital menunjukkan bahwa tekanan darah Ellen berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Ia pun langsung dirujuk ke bangsal ginjal di Guy's Hospital untuk mendapatkan penanganan spesialis lebih lanjut.

Di sana, dokter mendiagnosis bahwa Ellen menderita gagal ginjal kronis stadium empat akibat kondisi autoimun bernama IgA nephropathy. Penyakit ini terjadi karena adanya penumpukan antibodi yang memicu peradangan hebat pada organ ginjal.

Kondisi kesehatannya terus merosot hingga mencapai stadium lima tepat setelah masa Natal 2024. Pada titik kritis ini, tim medis menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah melalui prosedur transplantasi ginjal.

Ringkasan perkembangan kondisi kesehatan Ellen hingga proses transplantasi:

Periode Waktu Kondisi Kesehatan / Kejadian
Musim Semi 2022 Wajah mulai bengkak, diduga alergi musiman.
Juli 2024 Kaki bengkak, pandangan kabur, dan diagnosis stadium 4.
Desember 2024 Penyakit ginjal mencapai stadium 5 (gagal ginjal total).
Mei 2025 Menjalani operasi transplantasi ginjal dari sang ibu.

Tabel tersebut menggambarkan betapa cepatnya penurunan fungsi organ jika penyebab utama tidak segera ditangani sejak munculnya tanda-tanda awal.

Kesembuhan Melalui Donor Organ Sang Ibu

Keajaiban datang ketika Kathryn Patrick, ibu kandung Ellen, bersedia menjalani tes untuk menjadi donor bagi putrinya. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tingkat kecocokan yang sangat tinggi, yakni mencapai 80 persen.

Proses transplantasi ginjal akhirnya berhasil dilakukan pada Mei 2025 dan memberikan kesempatan hidup kedua bagi Ellen. Dengan penuh rasa haru, ia mengakui bahwa pengorbanan ibunya telah mengubah jalan hidupnya secara total.

Kisah Ellen menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas bahwa penyakit ginjal kronis tidak hanya menyerang orang lanjut usia. Faktor pemicu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga gangguan autoimun bisa menyerang siapa saja di usia muda.

Sangat penting untuk tidak meremehkan gejala ringan seperti pembengkakan tubuh atau kelelahan yang tidak biasa. Deteksi dini dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan langkah kunci dalam mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

Artikel terkait

Rekomendasi