Visa Korea Selatan Bebas untuk Turis Indonesia Mulai 28 Mei 2026, Ini Syaratnya!

Visa Korea Selatan Bebas untuk Turis Indonesia Mulai 28 Mei 2026, Ini Syaratnya!
Foto: Visa Korea Selatan Bebas untuk Turis Indonesia Mulai 28 Mei 2026, Ini Syaratnya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Korea Selatan tengah memberikan kebijakan bebas visa sementara bagi wisatawan asal Indonesia. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Kamis, 28 Mei 2026, menurut para pejabat setempat.

Program Bebas Visa Untuk Wisatawan Indonesia:

Kebijakan ini memungkinkan kelompok wisatawan Indonesia yang terdiri dari minimal tiga orang bepergian tanpa visa di Korea Selatan hingga 15 hari. Kementerian Kehakiman menyatakan kebijakan ini berlaku sampai akhir Desember 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Korea untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing. Inisiatif ini diumumkan pada pertemuan strategi pariwisata yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung pada Februari 2026.

Korea Selatan berupaya mendongkrak industri pariwisata melalui kebijakan baru ini. Selain itu, pemerintah merancang langkah pencegahan untuk mencegah pelanggaran ijin tinggal.

Setiap agen perjalanan diharuskan mendaftarkan wisatawan mereka di situs web pemerintah 24 jam sebelum kedatangan. Daftar ini akan diperiksa untuk mengidentifikasi individu berisiko tinggi.

Menteri Kehakiman Jung Sung Ho menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian guna mengoptimalkan program bebas visa ini. Tujuannya adalah untuk merangsang konsumsi domestik tanpa mengabaikan ketertiban umum.

Lonjakan Kunjungan Wisman ke Korea:

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkapkan data terbaru pada Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyak 2,03 juta wisatawan asing mengunjungi Korea pada April 2026, naik 19 persen dibandingkan 1,71 juta pada tahun sebelumnya.

Dari Januari hingga April 2026, jumlah total pengunjung asing mencapai 6,77 juta, meningkat 21 persen dari 5,58 juta di periode yang sama tahun lalu. Turis China memimpin dengan 574.283 kedatangan, diikuti Jepang dan Taiwan.

Kunjungan wisatawan dari wilayah Amerika dan Eropa juga meningkat signifikan, menyumbang lebih dari 419.000 pengunjung pada April 2026.

Pengaruh Wisman pada Ekonomi Korea:

Wisatawan asing memperlihatkan kontribusi ekonomi yang besar. Mereka menghabiskan sekitar 1,9 triliun won atau sekitar Rp 22,3 triliun di Korea pada April 2026, termasuk transaksi online.

Peningkatan kedatangan wisatawan di bandara regional mencapai 355.376 pada April 2026. Pemerintah Korea berupaya memperkuat jalur penerbangan internasional untuk mendistribusikan wisatawan di luar wilayah metropolitan Seoul.

Meskipun demikian, distribusi wisatawan yang merata masih menjadi tantangan yang dihadapi Korea dan beberapa negara lainnya.

Forum Kebijakan Pariwisata Untuk Pemerataan Kunjungan:

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menggelar Forum Kebijakan Pariwisata Tingkat Tinggi KOPIST 2026. Forum ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dalam merangsang pariwisata di daerah.

KOPIST, atau Inisiatif Kemitraan Korea untuk Pariwisata Berkelanjutan, berfokus pada kerja sama pariwisata dengan negara-negara berkembang. Program ini menjadi platform berbagi kebijakan pariwisata Korea sejak diluncurkan pada 2014.

Salah satu pembicara utama, Profesor Julius Arnegger, mempresentasikan strategi "3C" untuk memperkuat pariwisata regional: kejelasan, kolaborasi, dan konsistensi.

Korea Selatan, berbatasan langsung dengan Korea Utara, memiliki ibukota di Seoul. Negara ini semakin populer sebagai destinasi wisata, termasuk di kalangan wisatawan Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi