Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai Manicure, Ini Tips Aman Dokter Terbaru 2026

Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai Manicure, Ini Tips Aman Dokter Terbaru 2026
Foto: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai Manicure, Ini Tips Aman Dokter Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kisah seorang wanita berusia 52 tahun yang didiagnosis menderita kanker kulit akibat hobi merawat kuku baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial Threads. Cerita ini dibagikan oleh dr. Rizqa Febriliany Putri melalui akun @rizqafputri, yang menyoroti risiko penggunaan lampu ultraviolet (UV) saat proses manicure.

Pasien tersebut diketahui rutin melakukan perawatan kuku setiap tiga minggu sekali selama 18 tahun terakhir. Namun, kebiasaan jangka panjang ini justru memicu munculnya benjolan kecil atau lesi yang mengkhawatirkan pada area punggung tangannya.

Kronologi dan Diagnosis Medis

Kondisi punggung tangan pasien memburuk dalam setahun terakhir dengan gejala kulit yang memerah, menebal, serta memiliki tekstur kasar dan bersisik. Untuk memastikan penyebabnya, tim medis melakukan tindakan biopsi dengan mengambil sampel jaringan dari tiga titik luka yang berbeda.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dua titik merupakan kanker kulit stadium awal jenis Squamous Cell Carcinoma (SCC) in situ. Sementara itu, satu titik lainnya didiagnosis sebagai actinic keratosis, yaitu lesi prakanker yang muncul akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

Kecurigaan dokter semakin kuat karena lesi tersebut hanya muncul secara spesifik di area punggung tangan. Tidak ditemukan kelainan serupa pada bagian tubuh lain yang biasanya tertutup, seperti wajah, badan, ataupun kaki.

Fakta medis terkait diagnosis pasien tersebut antara lain:

  • Squamous Cell Carcinoma (SCC) in Situ: Kanker kulit tahap paling awal yang menyerang sel skuamosa di permukaan kulit.
  • Actinic Keratosis (AK): Kondisi kulit kasar dan bersisik yang menjadi sinyal awal sebelum berkembang menjadi kanker kulit.
  • Lokasi Spesifik: Gejala hanya muncul pada area yang terpapar sinar lampu UV saat pengeringan cat kuku.
  • Durasi Paparan: Pasien memiliki riwayat paparan rutin selama hampir dua dekade (18 tahun).

Dr. Rizqa menjelaskan bahwa pola penyebaran ini sangat jarang terjadi jika penyebabnya bukan faktor eksternal tertentu. Area punggung tangan menjadi lokasi yang paling rentan karena sering dimasukkan ke dalam mesin UV nail lamp.

Tips Melakukan Manicure dengan Aman

Merespons kejadian ini, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, seorang spesialis kulit dan kelamin, memberikan penjelasan teknis. Menurutnya, masyarakat tidak perlu berhenti melakukan manicure, namun harus lebih waspada terhadap radiasi UV.

Langkah pencegahan yang paling utama adalah meminimalkan paparan sinar ultraviolet langsung ke kulit tangan. Ia menyarankan penggunaan perlindungan fisik maupun kimiawi sebelum memulai sesi perawatan di salon kuku.

Berikut adalah panduan proteksi yang disarankan oleh pakar kesehatan:

  • Gunakan Sunscreen: Oleskan tabir surya spektrum luas dengan minimal SPF 30 hingga 50 pada punggung tangan.
  • Waktu Aplikasi: Pastikan sunscreen dioleskan sekitar 15 hingga 20 menit sebelum tangan terpapar lampu UV.
  • Sarung Tangan Anti-UV: Gunakan sarung tangan khusus yang hanya memperlihatkan bagian ujung jari atau kuku saja.
  • Pemeriksaan Mandiri: Selalu perhatikan jika muncul perubahan tekstur atau warna kulit yang tidak biasa di area tangan.

Dr. Darma menekankan bahwa penggunaan alat pelindung diri sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Dengan perlindungan yang tepat, risiko kerusakan sel akibat sinar UV dapat ditekan secara signifikan.

Memahami Risiko Akumulasi Paparan UV

Penting untuk dipahami bahwa kanker kulit tidak terjadi secara mendadak hanya karena satu atau dua kali kunjungan ke salon. Dr. Darma menjelaskan bahwa risiko ini bersifat akumulatif, artinya merupakan hasil dari total paparan UV yang diterima kulit seumur hidup.

Kelompok orang dengan kulit terang atau mereka yang memiliki riwayat keluarga pengidap kanker kulit harus ekstra hati-hati. Begitu juga bagi individu yang kulitnya sangat sensitif terhadap sinar matahari atau sudah memiliki bercak prakanker.

Berikut adalah ringkasan faktor risiko dan perlindungan saat manicure:

Faktor Risiko Langkah Pencegahan Utama
Warna kulit cenderung terang Gunakan sunscreen minimal SPF 30
Riwayat keluarga kanker kulit Gunakan sarung tangan pelindung UV
Paparan UV rutin jangka panjang Batasi frekuensi penggunaan lampu UV
Kondisi kulit sangat sensitif Konsultasi dengan dokter kulit

Tabel di atas merangkum bagaimana kondisi fisik seseorang dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan yang diperlukan saat melakukan perawatan kuku. Hingga saat ini, memang belum ada batasan ilmiah yang kaku mengenai seberapa sering seseorang boleh menggunakan lampu UV nail lamp dalam sebulan.

Meskipun demikian, kewaspadaan mandiri tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit serius di masa depan. Pastikan prosedur kecantikan yang Anda jalani tetap mengutamakan aspek keamanan dan kesehatan kulit secara menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi