Viral Wanita Kena Kanker Kulit Akibat Manicure, Ini Penjelasan Dokter dan Faktanya

Viral Wanita Kena Kanker Kulit Akibat Manicure, Ini Penjelasan Dokter dan Faktanya
Foto: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Akibat Manicure, Ini Penjelasan Dokter dan Faktanya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kisah seorang wanita berusia 52 tahun yang mengalami masalah kulit serius setelah rutin melakukan perawatan kuku atau manicure menjadi perbincangan hangat di media sosial. Cerita ini pertama kali dibagikan oleh akun Threads @rizqafputri dan menarik perhatian banyak orang karena dampaknya yang mengkhawatirkan.

Wanita tersebut diketahui memiliki kulit yang terang dan rajin melakukan perawatan manicure menggunakan lampu kuku ultraviolet (UV) di salon kecantikan. Kebiasaan ini telah ia jalani secara konsisten setiap tiga minggu sekali selama kurang lebih 18 tahun terakhir.

Rincian mengenai kondisi kesehatan kulit pasien tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Muncul banyak benjolan kecil berwarna kemerahan pada punggung tangan dan kaki.
  • Tekstur benjolan terasa menebal, kasar, serta tampak bersisik dalam setahun terakhir.
  • Ditemukan lebih dari 25 lesi yang bersifat prakanker pada bagian punggung tangan.
  • Hasil biopsi menunjukkan adanya kanker kulit tahap awal (SCC in situ) dan lesi prakanker (actinic keratosis).

Actinic keratosis (AK) sendiri merupakan kondisi kerusakan kulit yang muncul akibat paparan sinar UV secara berlebih. Temuan ini memicu kekhawatiran mengenai keamanan alat pengering kuku yang sering digunakan di salon-salon kecantikan.

Tanggapan Pakar Kesehatan Kulit

Menanggapi kabar viral tersebut, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, yang merupakan spesialis kulit dan kelamin, memberikan penjelasan secara medis. Menurutnya, kasus ini tidak secara otomatis membuktikan bahwa lampu UV pengering kuku adalah penyebab tunggal dari kanker yang dialami pasien.

Meski demikian, dr. Darma mengakui bahwa penggunaan lampu UV secara rutin selama belasan tahun bisa menjadi faktor pendukung. Paparan sinar UV yang terakumulasi dalam jangka waktu sangat lama pada area punggung tangan tentu memberikan dampak negatif pada kesehatan sel kulit.

Beberapa poin penting mengenai faktor risiko paparan sinar UV pada kulit adalah:

  • Pemilik kulit terang (fototipe Fitzpatrick I-II) memiliki perlindungan melanin yang lebih rendah sehingga lebih rentan mengalami kerusakan DNA.
  • Lampu kuku umumnya memancarkan sinar UVA yang memiliki risiko lebih rendah dibanding sinar matahari langsung, namun tetap berbahaya jika terpapar secara berulang.
  • Kerusakan akibat paparan UV bersifat kumulatif dan bisa memicu penuaan dini (photoaging) serta masalah pigmentasi.

Dokter Darma menegaskan bahwa munculnya actinic keratosis merupakan tanda nyata adanya kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet kronis. Hal ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap frekuensi penggunaan alat-alat kecantikan yang memancarkan radiasi UV.

Secara keseluruhan, meskipun teknologi kecantikan mempermudah perawatan diri, aspek kesehatan jangka panjang tetap harus menjadi prioritas utama. Pasien dengan kondisi kulit sensitif atau berwarna terang disarankan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan prosedur yang melibatkan paparan sinar UV terus-menerus.

Artikel terkait

Rekomendasi