Viral Lagu My Bolu Ketan Terbaru: Antara Terhibur dan Gangguan Telinga yang Banyak Dicari 2026

Viral Lagu My Bolu Ketan Terbaru: Antara Terhibur dan Gangguan Telinga yang Banyak Dicari 2026
Foto: Viral Lagu My Bolu Ketan Terbaru: Antara Terhibur dan Gangguan Telinga yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Lagu "My Little Bolu Ketan" kini tengah menjadi fenomena di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak warganet merasa lagu ini terus terngiang di pikiran mereka, bahkan sering kali tanpa sadar ikut menyanyikannya saat sedang sibuk beraktivitas.

Kondisi ini menarik perhatian dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, seorang dokter spesialis kedokteran jiwa. Ia menjelaskan bahwa otak manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih mudah mengingat hal-hal yang bersifat unik, sederhana, serta penuh pengulangan.

Fenomena psikologis ini dikenal dengan istilah efek mere exposure. Semakin sering seseorang terpapar oleh sesuatu, maka otak akan merasa semakin akrab dan cenderung menyukai hal tersebut meskipun awalnya terasa biasa saja.

Dokter Lahargo menekankan bahwa otak tidak selalu memprioritaskan penyimpanan informasi yang paling penting atau cerdas. Sebaliknya, informasi yang paling sering muncul dan mudah dikenali justru lebih cepat terserap dalam memori jangka pendek.

Mengapa Lagu Viral Sangat Mudah Melekat?

Keberhasilan lagu viral seperti "My Little Bolu Ketan" terletak pada polanya yang sangat sederhana. Lirik yang repetitif dikombinasikan dengan algoritma media sosial membuat lagu ini muncul berulang kali di lini masa pengguna.

Kondisi saat sebuah lagu terus berputar secara otomatis di kepala disebut dengan istilah earworm. Dalam jangka pendek, fenomena ini biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan mental seseorang.

Dampak positif yang sering dirasakan dari fenomena earworm antara lain:

  • Membantu meningkatkan suasana hati atau mood secara instan.
  • Menghadirkan perasaan senang dan menjadi hiburan ringan di tengah rutinitas.
  • Membangun rasa kebersamaan karena merasa menjadi bagian dari tren yang sedang populer.

Meski bagi banyak orang hal ini terasa menyenangkan, dr. Lahargo mengingatkan bahwa dampaknya bisa berbeda bagi setiap individu. Bagi mereka yang sedang mengalami stres berat, lagu yang terus terngiang justru bisa menjadi gangguan yang mengesalkan.

Kapan Lagu Viral Mulai Mengganggu?

Kondisi earworm yang berlebihan berisiko mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas seseorang. Pada tingkat yang lebih lanjut, hal ini bahkan bisa menyebabkan seseorang sulit tidur karena pikirannya tidak bisa tenang.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan fenomena ini bisa memicu gangguan mental jangka panjang. Selama seseorang dalam kondisi mental yang sehat, efek lagu viral hanya bersifat sementara.

Poin penting terkait konsumsi media sosial yang perlu diperhatikan:

  • Konsumsi media sosial yang berlebihan dapat melatih otak hanya mencari stimulasi instan.
  • Kebiasaan ini berisiko menurunkan rentang perhatian (attention span) seseorang dalam jangka panjang.
  • Fokus pada konten pendek secara terus-menerus membuat otak sulit berkonsentrasi pada hal yang kompleks.

Pesan utama dari fenomena ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan dalam mengonsumsi konten digital. Meskipun menghibur, memberikan waktu istirahat bagi otak dari paparan media sosial tetap menjadi hal yang esensial.

Artikel terkait

Rekomendasi