Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026. Sebanyak 15.789 peserta tercatat mengikuti ujian yang tersebar di belasan titik lokasi dalam lingkungan kampus tersebut.
Pelaksanaan ujian ini menuntut kesiapan sistem yang ekstra kuat serta konektivitas internet yang stabil. UGM telah menyiapkan 14 titik lokasi ujian yang berada di berbagai fakultas dan unit kerja guna memastikan kelancaran teknis.
Strategi Pengawasan dan Pembekalan Petugas
Guna menjaga integritas ujian, UGM telah mengadakan sesi pembekalan khusus bagi seluruh petugas pengawas pada 16 April 2026 lalu. Agenda ini difokuskan pada strategi pengawasan ketat serta langkah preventif untuk mencegah segala bentuk kecurangan.
Panitia pelaksana telah memetakan berbagai modus kecurangan, baik yang menggunakan perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Seluruh pengawasan di lapangan dilakukan secara menyeluruh dengan berpedoman pada prosedur operasional standar yang berlaku.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, menjelaskan bahwa para petugas telah dilatih untuk peka terhadap kejanggalan. Beliau menegaskan pentingnya respons yang cepat dan tepat saat menemukan indikasi kecurangan di lokasi ujian.
Teknologi Keamanan Sistem UTBK
Inovasi keamanan pada UTBK tahun ini melibatkan penggunaan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB. Sistem ini sengaja dirancang dalam lingkungan yang sangat terkontrol untuk meminimalisir gangguan teknis dan celah keamanan.
Berikut adalah beberapa keunggulan teknis sistem ujian yang diterapkan oleh pihak UGM:
- Integrasi aplikasi secara langsung di dalam sistem operasi untuk stabilitas maksimal.
- Penonaktifan fitur pembaruan otomatis yang dapat mengganggu konsentrasi peserta.
- Peniadaan aplikasi latar belakang guna memastikan sumber daya komputer fokus pada soal ujian.
- Sistem perlindungan khusus yang mampu mendeteksi serta memblokir penggunaan perangkat lunak kendali jarak jauh (remote access).
Langkah-langkah teknis tersebut diambil sebagai upaya menutup celah penggunaan perangkat lunak pihak ketiga yang sering disalahgunakan. Dengan sistem yang terisolasi, potensi kecurangan melalui akses luar dapat diminimalisir secara efektif.
Prof. Ridi menekankan bahwa lingkungan sistem operasional ini telah dioptimalkan agar tidak memberikan ruang bagi aplikasi mencurigakan. Fokus utama UGM adalah menciptakan ekosistem ujian yang jujur, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta SNBT 2026.