Industri pariwisata Maladewa kembali berduka setelah serangkaian insiden fatal terjadi di perairannya. Terbaru, seorang wisatawan asal Spanyol dilaporkan tewas tenggelam saat menikmati aktivitas air di kawasan kepulauan tersebut.
Korban yang merupakan pria berusia 53 tahun tersebut kehilangan nyawa setelah memisahkan diri dari rombongan tur perahunya untuk berselancar. Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang kecelakaan maut yang melibatkan turis asing dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut sedang berselancar di area lepas pantai Pulau Vaadhoo. Lokasi tersebut berada di wilayah Atol Gaafu Dhaalu, sebuah kawasan di sisi selatan kepulauan Maladewa yang dikenal dengan keindahan lautnya.
Meskipun sempat mendapatkan bantuan medis dan dilarikan ke klinik setempat, nyawa turis Spanyol itu tidak tertolong. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Saat ini, otoritas berwenang di Maladewa telah meluncurkan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi Maladewa yang sangat bergantung pada sektor pariwisata sebagai pilar utama ekonomi negara.
Tragedi ini merupakan insiden fatal ketiga yang terjadi hanya dalam waktu satu minggu. Sebelumnya, masyarakat internasional dikejutkan oleh tewasnya lima wisatawan asal Italia serta seorang petugas penyelamat lokal dalam rangkaian peristiwa terpisah.
Kronologi Hilangnya Penyelam Asal Italia
Pada Kamis, 14 Mei 2026, lima orang warga negara Italia dilaporkan hilang dan kemudian dinyatakan tewas saat melakukan aktivitas penyelaman. Setelah pencarian intensif, Pemerintah Maladewa mengumumkan penemuan titik lokasi empat jasad turis Italia tersebut pada Senin, 18 Mei 2026.
Juru bicara kepresidenan, Mohamed Hussain Shareef, menjelaskan bahwa posisi keempat jenazah telah terdeteksi oleh tim pencari. Jasad para korban ditemukan di area yang sangat sulit dijangkau, tepatnya di bagian terdalam dari sebuah gua bawah laut.
Salah satu korban yang telah berhasil diidentifikasi adalah Gianluca Benedetti. Ia merupakan seorang instruktur selam profesional yang jasadnya ditemukan tepat di mulut gua bawah laut tersebut.
Penemuan posisi Gianluca di pintu masuk gua memberikan petunjuk kuat bagi tim penyelamat. Otoritas setempat meyakini bahwa empat warga Italia lainnya masih terjebak di dalam lorong-lorong gua yang lebih dalam.
Daftar identitas korban asal Italia yang terlibat dalam tragedi penyelaman tersebut:
- Gianluca Benedetti: Instruktur selam senior yang jasadnya ditemukan pertama kali di pintu gua.
- Monica Montefalcone: Seorang profesor madya di bidang ekologi dari Universitas Genoa.
- Giorgia Sommacal: Putri dari Monica Montefalcone yang ikut dalam rombongan ekspedisi.
- Federico Gualtieri: Seorang ahli biologi kelautan profesional.
- Muriel Oddenino: Peneliti yang menjadi bagian dari tim ahli dalam kegiatan tersebut.
Pihak berwenang juga mengonfirmasi bahwa sebenarnya ada satu orang lagi di dalam rombongan tersebut. Namun, penyelam keenam itu memutuskan untuk tidak turun ke air saat rekan-rekannya mulai menyelam ke dalam gua.
Gugurnya Anggota Tim Penyelamat Maladewa
Upaya untuk mengevakuasi para korban dari kedalaman gua bawah laut ternyata harus dibayar mahal. Seorang anggota tim penyelamat elit Maladewa, Sersan Staf Mohamed Mahudhee (43), meninggal dunia dalam misi kemanusiaan tersebut.
Mahudhee mengembuskan napas terakhir di rumah sakit pada Sabtu, 16 Mei 2026. Ia jatuh pingsan setelah menyelesaikan misi penyelamatan kedua yang sangat berat di dalam kompleks gua bawah laut.
Mohamed Hussain Shareef memberikan penghormatan tinggi kepada almarhum dengan menyebutnya sebagai salah satu penyelam paling berpengalaman. Tingkat kesulitan medan di dalam gua tersebut terbukti sangat ekstrem bahkan bagi personel terlatih sekalipun.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Maladewa menggelar upacara pemakaman militer bagi Mahudhee pada malam setelah ia wafat. Suasana duka menyelimuti kepulauan tersebut seiring dengan upaya evakuasi yang terus berjalan.
Shareef menyampaikan rasa duka yang mendalam atas hilangnya nyawa para wisatawan Italia sekaligus anggota tim penyelamat terbaik mereka. Ia menyatakan bahwa situasi ini membuat Maladewa dan Italia kini bersatu dalam kesedihan yang sama.
Kolaborasi Internasional dalam Operasi Pencarian
Mengingat medan yang sangat berisiko, operasi penyelamatan ini akhirnya melibatkan bantuan dari berbagai negara. Pada Senin, 18 Mei 2026, operasi dilanjutkan dengan standar keamanan yang lebih tinggi dan dukungan teknologi canggih.
Tim penyelamat lokal kini bekerja sama dengan tiga penyelam ahli dari Finlandia yang berasal dari Divers Alert Network (DAN). Selain itu, pakar internasional juga dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap stabilitas struktur gua bawah laut.
Dukungan logistik dan teknologi dari berbagai negara untuk misi evakuasi ini meliputi:
- Inggris dan Australia: Menyediakan peralatan khusus untuk operasi penyelaman di kedalaman ekstrem.
- Divers Alert Network (DAN): Mengerahkan tenaga ahli keselamatan selam global untuk meminimalkan risiko kecelakaan lanjutan.
- Peralatan Canggih: Penggunaan skuter bawah air untuk mobilitas cepat dan tangki gas khusus (rebreather) yang bisa mendaur ulang udara.
- Kementerian Luar Negeri Italia: Memberikan dukungan logistik dan pendampingan psikologis bagi warga Italia lain yang selamat di atas kapal.
Pihak DAN menyatakan bahwa keselamatan tim penyelamat adalah prioritas utama dalam misi ini. Jika kondisi alam dianggap terlalu berbahaya, tim tidak akan ragu untuk menghentikan operasi sementara guna menyusun rencana baru.
Tantangan Teknis dan Risiko Penyelaman Gua
Lokasi penemuan jenazah bukanlah tempat sembarangan, melainkan sebuah gua bawah laut yang sangat luas dan dalam. Gua ini memiliki titik terdalam mencapai 70 meter di bawah permukaan laut, atau setara dengan ketinggian gedung berlantai 20.
Selain kedalamannya yang ekstrem, lorong gua ini membentang sepanjang 200 meter. Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi sangat lambat karena setiap langkah harus diperhitungkan dengan sangat matang.
Tabel ringkasan fakta terkait lokasi dan dampak insiden penyelaman di Maladewa:
| Kategori Data | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Kejadian Utama | Gua bawah laut dekat Pulau Alimathaa, Atol Vaavu |
| Kedalaman Maksimal Gua | 70 Meter di bawah permukaan laut |
| Panjang Lorong Gua | Sekitar 200 Meter |
| Total Korban Jiwa Italia | 5 Orang (Termasuk instruktur dan peneliti) |
| Korban Jiwa Tim Penyelamat | 1 Personel (Sersan Staf Mohamed Mahudhee) |
| Status Korban Spanyol | 1 Orang (Tenggelam saat berselancar di Atol Gaafu Dhaalu) |
Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa lima penyelam Italia yang berpengalaman itu bisa terjebak belum bisa dipastikan sepenuhnya. Namun, beberapa ahli memberikan analisis mengenai kemungkinan faktor-faktor pemicunya.
John Volanthen, pakar selam gua dari Inggris, menyebutkan bahwa jarak yang jauh ke dalam gua biasanya membutuhkan penggunaan tali panduan. Tanpa itu, penyelam akan sangat mudah kehilangan arah di tengah kegelapan dan endapan lumpur yang mengaburkan pandangan.
Selain itu, terdapat risiko narkosis nitrogen, yakni kondisi mabuk sementara akibat menghirup udara bertekanan tinggi di kedalaman laut. Kondisi ini sering kali memicu kepanikan luar biasa yang bisa berakibat fatal bagi penyelam seserius apa pun persiapan mereka.
Pemerintah Maladewa menjadwalkan proses pengambilan jenazah dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan tim evakuasi. Cuaca buruk dan arus bawah laut yang kuat tetap menjadi kendala utama dalam merampungkan misi ini.