Turis Australia Tewas Terjatuh ke Jurang Machu Picchu, Kejadiannya Mengejutkan

Turis Australia Tewas Terjatuh ke Jurang Machu Picchu, Kejadiannya Mengejutkan
Foto: Turis Australia Tewas Terjatuh ke Jurang Machu Picchu, Kejadiannya Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah kabar duka datang dari jalur pendakian menuju Machu Picchu, Peru, yang melibatkan seorang wisatawan asal Australia. Pria tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang saat sedang menempuh perjalanan di Jalur Inca yang legendaris.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa korban bernama Matthew Cameron Paton, yang berusia 52 tahun. Tim Penyelamat Pegunungan Tinggi di Kota Cusco menemukan jenazahnya pada Kamis, 21 Mei 2026, di lokasi yang cukup sulit dijangkau.

Titik penemuan jasad Paton berada sekitar 300 meter di bawah lereng curam yang dikenal dengan nama "50 Gradas". Kawasan ini merupakan bagian dari jalur pegunungan yang sering dilalui turis, namun memiliki medan yang cukup menantang bagi para pendaki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BBC, Paton diketahui tiba di Cusco sekitar 12 hari sebelumnya bersama sang istri. Ia dilaporkan hilang sejak hari Rabu setelah insiden jatuh yang diduga dipicu oleh rusaknya pagar pembatas di jalur tersebut.

Saat kejadian berlangsung, Paton sedang melakukan pendakian bersama sebuah kelompok wisata yang didampingi oleh seorang pemandu profesional. Pihak berwenang kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab utama jatuhnya korban.

Rencananya, jenazah akan segera dipindahkan ke kota terdekat guna keperluan administrasi dan pemulangan. Jenderal Virgilio Velasquez, selaku Kepala Kepolisian Wilayah Cusco, menjelaskan bahwa operasi pencarian sudah dilakukan segera setelah laporan kehilangan masuk.

Velasquez menambahkan bahwa informasi awal menyebutkan korban tampak tersandung ketika sedang melintasi sebuah jembatan kayu. Diduga, Paton berusaha meraih pagar kayu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh.

Namun nahas, pagar kayu tersebut justru roboh karena tidak mampu menahan beban, sehingga korban ikut terseret jatuh ke jurang yang dalam. Pernyataan ini disampaikan oleh Velasquez kepada media lokal Peru, Andina, terkait kronologi singkat peristiwa tersebut.

Sosok Matthew Paton di Mata Keluarga dan Kolega

Tragedi ini membawa duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Matthew Cameron Paton. Pihak keluarga menyatakan bahwa bepergian ke Peru dan mengunjungi Machu Picchu adalah salah satu impian besar yang selalu ingin diwujudkan oleh almarhum.

Di mata keluarga, Paton adalah sosok pria yang sangat mencintai istri dan ketiga orang anaknya. Bagi pria berusia 52 tahun tersebut, keluarga merupakan hal yang paling berharga dan menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Kepolisian Victoria juga turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya salah satu anggota terbaik mereka. Paton diketahui telah bergabung dengan institusi kepolisian tersebut sejak tahun 2009 dan memiliki rekam jejak karier yang sangat baik.

Bahkan, bulan depan ia dijadwalkan untuk memulai peran barunya sebagai sersan senior di kesatuannya. Mike Bush, Komisaris Kepala Kepolisian Victoria, memuji dedikasi Paton yang telah mengabdi selama 16 tahun dengan penuh integritas.

Sosok Paton akan selalu dikenang sebagai pribadi yang tulus, memiliki selera humor yang hangat, serta sangat peduli terhadap orang lain. Ia dikenal sebagai polisi yang tidak mementingkan diri sendiri dan selalu siap membantu sesama rekan kerja.

Asosiasi Kepolisian Victoria (TPAV) juga menyatakan keterkejutan mereka atas berita duka yang datang dari Peru ini. Mereka menekankan betapa besarnya kontribusi Paton dalam melatih para polisi muda serta perannya sebagai delegasi asosiasi.

Kepedulian Paton terhadap kesejahteraan rekan-rekannya dianggap sebagai warisan berharga bagi organisasi tempatnya bekerja. Kepergiannya meninggalkan lubang besar bagi komunitas kepolisian yang sangat menghormati dedikasi serta loyalitasnya selama ini.

Dukungan Konsuler dan Catatan Keamanan Wisatawan

Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan memastikan bahwa mereka sedang menangani kasus ini dengan serius. Bantuan konsuler terus diberikan kepada keluarga korban guna mempermudah proses pemulangan jenazah ke tanah air.

Juru bicara departemen tersebut menyampaikan ucapan belasungkawa yang paling dalam kepada keluarga Paton di masa-masa sulit ini. Koordinasi dengan otoritas Peru terus dijalankan agar segala urusan logistik dan hukum dapat diselesaikan secepat mungkin.

Peristiwa tragis ini menambah daftar kecelakaan fatal yang terjadi di situs bersejarah Machu Picchu dalam beberapa tahun terakhir. Keamanan di area tebing dan jalur pendakian kembali menjadi sorotan bagi pengelola kawasan wisata tersebut.

Sebagai pengingat, kasus serupa juga pernah menimpa seorang turis asal Jerman bernama Oliver Park pada pertengahan tahun 2016. Saat itu, Park terjatuh dari ketinggian setelah mengabaikan rambu keselamatan demi melakukan aksi berbahaya di tepi tebing.

Berikut adalah ringkasan beberapa insiden besar yang pernah terjadi di sekitar Machu Picchu:

  • Mei 2026: Wisatawan Australia tewas jatuh ke jurang karena pagar pembatas di jalur "50 Gradas" yang rusak dan roboh.
  • Juni 2016: Turis Jerman meninggal dunia setelah terjatuh saat mencoba mengambil foto selfie dengan gaya melompat di area terlarang.
  • Agustus 2026: Terjadi kecelakaan kereta api yang membawa wisatawan menuju Machu Picchu yang mengakibatkan jatuhnya korban luka.
  • Isu Konservasi: Pembangunan bandara baru di dekat lokasi situs terus memicu perdebatan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Daftar di atas menunjukkan bahwa meskipun Machu Picchu adalah destinasi impian, faktor keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan sangatlah krusial. Kelalaian kecil atau kegagalan fasilitas keamanan dapat berdampak fatal bagi para pengunjung di medan pegunungan Andes.

Khusus pada kasus Oliver Park, pihak berwenang menyebutkan bahwa ia mencoba berpose seolah-olah sedang melompat di dekat tepi jurang. Padahal, lokasi tersebut sudah ditandai sebagai area terbatas yang berbahaya bagi pengunjung karena kondisi tanahnya yang labil.

Tim penyelamat menemukan tubuh Park di antara hutan belukar dan bebatuan sehari setelah ia dilaporkan terjatuh. Kejadian tersebut terjadi di dekat Huayna Picchu, salah satu bukit ikonik yang mengelilingi sisa-sisa benteng suku Inca tersebut.

Otoritas pariwisata Peru terus mengimbau para turis untuk selalu waspada dan menghormati setiap tanda peringatan yang dipasang. Kejadian yang menimpa Matthew Paton menjadi pengingat pahit bahwa infrastruktur pendukung pendakian juga memerlukan pengawasan rutin demi keselamatan publik.

Data ringkasan mengenai korban kecelakaan terbaru di Jalur Inca:

Informasi Detail Korban
Nama Lengkap Matthew Cameron Paton
Usia 52 Tahun
Pekerjaan Polisi (Senior Sersan)
Asal Negara Australia
Lokasi Kejadian Jalur Inca (Situs 50 Gradas)

Data di atas merangkum identitas korban yang saat ini sedang dalam proses pemulangan oleh pihak pemerintah Australia. Kepergian Paton tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi kepolisian tempatnya bernaung selama belasan tahun.

Hingga saat ini, penyelidikan mengenai kelayakan pagar pembatas di area pegunungan Machu Picchu masih terus berjalan. Diharapkan ada perbaikan signifikan pada jalur pendakian agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan bagi wisatawan lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi