Menjaga kesehatan fisik saat menjalankan ibadah Ramadan merupakan faktor krusial agar seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana secara maksimal. Kondisi tubuh yang bugar sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan aktivitas spiritual, seperti salat tarawih maupun tadarus.
Perubahan pola makan dan waktu tidur selama bulan puasa menuntut setiap individu untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi harian. Tanpa dukungan gizi yang tepat, tubuh berisiko mengalami kelelahan yang dapat menghambat aktivitas ibadah harian.
Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, menekankan bahwa persiapan fisik sama pentingnya dengan persiapan spiritual. Ia menjelaskan bahwa kesehatan tulang, sendi, dan otot harus tetap terjaga agar stamina tetap stabil dari waktu sahur hingga berbuka.
Menurut dr. Tirza, menjaga daya tahan tubuh menjadi semakin penting saat menjalani puasa dengan durasi kegiatan yang panjang. Hal ini menjadi fondasi agar masyarakat bisa tetap produktif meski sedang membatasi asupan makanan dan minuman di siang hari.
Panduan Pola Hidup Sehat Selama Puasa
Ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan untuk menjaga kebugaran tubuh selama bulan suci Ramadan. Berikut adalah rekomendasi langkah kesehatan yang disarankan oleh pakar :
- Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi asupan bergizi lengkap saat sahur dan berbuka untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.
- Cairan Tubuh: Memastikan asupan air mineral tetap terjaga minimal delapan gelas atau dua liter dalam sehari.
- Waktu Istirahat: Mengatur jadwal tidur yang berkualitas sekitar tujuh hingga delapan jam bagi orang dewasa.
- Aktivitas Fisik: Tetap melakukan gerakan tubuh atau olahraga ringan guna menjaga fleksibilitas sendi dan kekuatan otot.
Meskipun sedang berpuasa, masyarakat tetap dianjurkan untuk aktif bergerak dengan durasi sekitar 150 hingga 300 menit per minggu untuk intensitas sedang. Jika memilih intensitas berat, durasi yang disarankan adalah 75 hingga 150 menit per minggu sesuai kemampuan fisik masing-masing.
Pemenuhan cairan dan waktu tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga kepadatan tulang serta kekuatan otot. Konsistensi dalam menjalankan pola hidup sehat ini akan mencegah tubuh terasa lemas saat menjalankan aktivitas harian.
Dukungan Nutrisi dari Anlene Habbatussauda
Untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi tersebut, hadir Anlene Habbatussauda yang dirancang khusus dengan berbagai kandungan nutrisi penting. Produk ini mengandung kombinasi kalsium, vitamin D3, kolagen, vitamin C, serta protein yang baik untuk sistem gerak tubuh.
Selain mendukung tulang dan sendi, produk ini juga diperkaya dengan manfaat habbatussauda yang dikombinasikan dengan vitamin A, E, dan zink. Kandungan tersebut berfungsi memperkuat sistem imun tubuh agar tidak mudah jatuh sakit selama Ramadan.
Mengonsumsi susu dengan kandungan habbatussauda secara rutin saat sahur dan berbuka diklaim dapat membantu tubuh tetap bugar. Inovasi ini hadir sebagai solusi praktis dalam memenuhi target nutrisi harian di tengah keterbatasan waktu makan selama puasa.
Inisiatif Berbagi untuk Masyarakat
Sebagai wujud kepedulian sosial, Fonterra Brands Manufacturing Indonesia melalui brand Anlene meluncurkan program distribusi 10.000 paket produk secara gratis. Program ini menargetkan masyarakat agar tetap bisa menjaga kesehatan fisik mereka selama bulan Ramadan.
Presiden Direktur Fonterra Brands Manufacturing Indonesia, Yauwanan Wigneswaran, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi kesehatan tulang dan otot masyarakat. Ia berharap distribusi ini dapat memberikan manfaat kesehatan yang luas selama bulan suci.
Dalam pelaksanaannya, Anlene menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Distribusi paket nutrisi ini dilakukan melalui berbagai kanal organisasi untuk memastikan jangkauan yang lebih tepat sasaran.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara NUCONOMICS Festival 2026 yang diselenggarakan di Kampung Coklat, Blitar. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Harlah 100 Tahun NU yang fokus pada penguatan layanan sosial dan sektor kesehatan masyarakat.