Tips Carbo Loading Aman bagi Pelari Pemula agar Tak Lemas dan Mules 2026

Tips Carbo Loading Aman bagi Pelari Pemula agar Tak Lemas dan Mules 2026
Foto: Tips Carbo Loading Aman bagi Pelari Pemula agar Tak Lemas dan Mules 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sensasi perut mulas dan keinginan buang air besar (BAB) saat hari perlombaan atau race day merupakan mimpi buruk yang nyata bagi para pelari. Kondisi ini sering kali membuat persiapan matang selama berbulan-bulan terasa sia-sia dalam sekejap.

Masalah pencernaan ini bukan sekadar perasaan gugup atau sugesti belaka, melainkan kondisi medis yang cukup umum di dunia lari. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah runner’s trot atau secara medis disebut sebagai exercise-induced gastrointestinal distress.

Data menunjukkan bahwa gangguan pencernaan ini dialami oleh sekitar 30 hingga 50 persen pelari jarak jauh di seluruh dunia. Meski sering terjadi, topik ini masih jarang dibahas secara terbuka karena dianggap sebagai hal yang memalukan bagi sebagian orang.

Penyebab Utama Perut Mulas saat Berlari

Spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, menjelaskan bahwa pemicu utama munculnya rasa mulas mendadak adalah pola konsumsi makanan yang kurang tepat. Kesalahan dalam memilih asupan sebelum flag off bisa berakibat fatal pada kenyamanan perut selama berlari.

Menurut dr. Andi, pelari harus sangat selektif dalam memilih nutrisi agar tidak memicu kerja usus yang berlebihan di waktu yang salah. Berikut adalah beberapa panduan asupan nutrisi yang perlu diperhatikan oleh para pelari :

  • Hindari Serat Tinggi: Kurangi konsumsi sayuran mentah, kacang-kacangan, dan buah berserat tinggi menjelang perlombaan.
  • Atur Waktu Makan: Pastikan untuk makan terakhir sekitar 2 hingga 3 jam sebelum perlombaan dimulai agar proses pencernaan selesai.
  • Hindari Eksperimen: Jangan mencoba jenis makanan atau suplemen baru yang belum pernah dikonsumsi saat sesi latihan rutin.
  • Konsisten dengan Kebiasaan: Hanya konsumsi makanan yang sudah terbukti cocok dengan perut Anda selama masa pelatihan atau long run.

Langkah-langkah di atas bertujuan untuk meminimalkan residu dalam usus yang dapat memicu kontraksi saat tubuh sedang melakukan aktivitas fisik intens. Dengan pengaturan makan yang disiplin, risiko runner's trot dapat ditekan seminimal mungkin.

Manajemen Hidrasi dan Fueling Saat Race

Selain persiapan sebelum mulai, asupan yang dikonsumsi selama berlari juga memegang peranan krusial bagi kenyamanan pencernaan. Kesalahan dalam meminum air atau mengonsumsi energy gel di tengah jalur lari bisa langsung memicu rasa ingin ke belakang.

dr. Andi menyarankan agar pelari tetap tenang dan tidak terburu-buru saat mencapai water station atau titik hidrasi. Menenggak air terlalu cepat atau dalam jumlah banyak sekaligus karena panik justru dapat mengganggu stabilitas perut Anda.

Informasi Mengenai Pilihan Cairan dan Energi :

Jenis Asupan Anjuran Konsumsi
Minuman Isotonik Lebih disarankan untuk menjaga keseimbangan elektrolit di iklim tropis.
Air Mineral Tetap diperlukan namun harus diimbangi dengan asupan garam atau elektrolit.
Energy Gel Wajib menggunakan merek yang sudah pernah dicoba saat latihan sebelumnya.

Penggunaan minuman isotonik dianggap lebih aman dibandingkan air biasa untuk lari jarak jauh karena membantu mengganti mineral yang hilang melalui keringat. Hal ini sangat penting bagi pelari di Indonesia yang menghadapi kelembapan tinggi dan suhu udara yang panas.

Sebagai penutup, dr. Andi menekankan pentingnya mengikuti protokol hidrasi yang sudah dilatih secara mandiri. Hindari penggunaan produk energi baru di hari H karena setiap pelari memiliki tingkat toleransi pencernaan yang berbeda-beda terhadap bahan kimia dalam suplemen.

Artikel terkait

Rekomendasi