Operasi pencarian korban hilang dalam insiden penyelaman tragis di Maladewa kembali memakan korban jiwa dari pihak tim penyelamat. Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, secara resmi mengonfirmasi kabar duka atas meninggalnya Sersan Staf Mohamed Mahudhee pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Peristiwa ini menambah duka mendalam bagi negara kepulauan tersebut di tengah upaya menemukan jasad para wisatawan asal Italia. Muizzu menyatakan bahwa meninggalnya seorang prajurit dari Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa saat menjalankan tugas kemanusiaan ini adalah berita yang sangat memilukan bagi seluruh warga.
Juru bicara kepresidenan, Mohamed Hussain Shareef, menjelaskan bahwa Mahudhee kehilangan nyawa akibat mengalami dekompresi bawah air yang sangat parah. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, nyawa penyelamat tersebut tidak dapat tertolong.
Insiden fatal ini memaksa pihak berwenang untuk menghentikan sementara proses pencarian jasad para turis Italia yang belum ditemukan. Shareef menekankan bahwa peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya misi penyelamatan yang tengah dilakukan di area tersebut.
Untuk memperkuat tim, pemerintah Maladewa kini tengah menunggu kedatangan tiga pakar penyelaman dari Finlandia yang ahli dalam medan laut dalam dan gua. Kehadiran para ahli internasional ini diharapkan dapat membantu menyusun strategi pencarian yang lebih aman dan efektif di lokasi kejadian.
Sebelumnya, operasi pencarian pada hari Jumat melibatkan delapan penyelam lokal yang bekerja secara bergantian di bawah koordinasi ketat. Namun, tantangan besar muncul karena kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut yang sangat tinggi terus menghambat pergerakan tim di lapangan.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memastikan seluruh jenazah warga negaranya bisa segera dipulangkan. Dalam pernyataan resminya, Tajani juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya personel militer Maladewa dalam misi pencarian tersebut.
Tajani menyebutkan bahwa pengorbanan prajurit tersebut merupakan bentuk penghormatan luar biasa dalam tragedi yang menyatukan kedua negara dalam kesedihan. Ia merasa sangat terpukul mengetahui seorang tentara pemberani harus tewas saat berusaha mengevakuasi jenazah warga Italia.
Daftar Korban dan Kronologi Kejadian
Identitas para wisatawan Italia yang dilaporkan hilang dan tewas dalam insiden penyelaman ini meliputi:
- Monica Montefalcone: Seorang profesor biologi laut terkemuka dari Universitas Genoa yang menjadi salah satu korban pertama yang berhasil diidentifikasi.
- Giorgia Sommacal: Putri dari Monica Montefalcone yang baru menginjak usia 20 tahun dan ikut serta dalam perjalanan tersebut.
- Gianluca Benedetti: Bertindak sebagai instruktur selam sekaligus kapten kapal yang memandu jalannya ekspedisi bawah laut.
- Muriel Oddenino: Wisatawan asal Turin yang tergabung dalam kelompok penyelaman nahas tersebut.
- Federico Gualtieri: Turis asal Borgomanero yang juga dilaporkan hilang di perairan Atol Vaavu.
Berdasarkan laporan, para penyelam ini mulai menghilang di kedalaman sekitar 160 kaki di kawasan Vaavu Atoll pada Kamis, 14 Mei 2026. Tim penyelamat awalnya dikerahkan ke titik populer di dekat Pulau Alimatha setelah mereka dilaporkan tidak kembali ke permukaan hingga pukul 13.45 waktu setempat.
Sebelum memulai penyelaman, kelompok wisatawan ini diketahui menginap dan berangkat menggunakan kapal pesiar mewah MV Duke of York. Lokasi tempat mereka menyelam merupakan salah satu destinasi diving yang paling diminati oleh para pelancong mancanegara di Maladewa.
Data Perkembangan Pencarian Korban
Berikut adalah ringkasan status pencarian dan tindakan hukum yang diambil oleh otoritas Maladewa terkait tragedi tersebut:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Total Korban Turis | 5 Orang Warga Negara Italia |
| Korban Tim Penyelamat | 1 Personel Militer (Sersan Staf Mohamed Mahudhee) |
| Lokasi Penemuan Jasad | Gua bawah laut di kedalaman 60 meter |
| Status Kapal MV Duke of York | Izin operasional ditangguhkan tanpa batas waktu |
| Batas Kedalaman Resmi | Maksimal 30 meter di bawah permukaan laut |
Hingga saat ini, proses identifikasi jasad kedua yang ditemukan di dalam sebuah gua masih berlangsung oleh tim medis dan kepolisian. Meskipun identitas korban kedua belum diumumkan secara resmi, media lokal sempat memberikan laporan yang berbeda mengenai jenazah pertama yang ditemukan.
Pemerintah Maladewa saat ini sedang melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu alasan mengapa kelompok tersebut menyelam hingga kedalaman ekstrem. Penyelaman di bawah batas 30 meter dianggap melanggar regulasi keselamatan resmi yang berlaku di wilayah perairan tersebut.
Sebagai langkah tegas, Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Sipil Maladewa telah membekukan izin operasi MV Duke of York. Kapal pesiar sepanjang 36 meter yang mampu menampung hingga 25 tamu tersebut tidak diperbolehkan beroperasi selama penyelidikan berlangsung.
Maladewa sendiri merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau karang kecil dan sangat bergantung pada sektor pariwisata bahari. Meski kecelakaan fatal dalam olahraga air tergolong jarang terjadi, tragedi ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kepatuhan pada standar keselamatan penyelaman.
Hingga Sabtu malam, otoritas setempat masih terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait prosedur operasional kapal pesiar tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi para korban serta mencegah insiden serupa terjadi kembali di masa depan.