Sudah 700 Kali Cuci Darah, Ternyata Ini Pemicu Gagal Ginjal Pemuda Tuban

Sudah 700 Kali Cuci Darah, Ternyata Ini Pemicu Gagal Ginjal Pemuda Tuban
Foto: Ilustrasi Sudah 700 Kali Cuci Darah, Ternyata Ini Pemicu Gagal Ginjal Pemuda Tuban.
Ukuran teks

Kisah seorang pemuda asal Tuban, Jawa Timur, bernama Edi Utomo mendadak viral di media sosial setelah ia membagikan perjuangannya melawan penyakit gagal ginjal kronis stadium 5 di usia muda. Pria berusia 26 tahun tersebut pertama kali menerima diagnosis medis yang mengejutkan tersebut pada tahun 2019 silam saat usianya masih sangat belia.

Gejala awal yang dirasakan Edi bermula dari kondisi tubuh yang sering merasa meriang, terutama saat terkena embusan angin dari kipas elektronik. Memasuki bulan kedua atau ketiga setelah gejala meriang muncul, ia mulai merasakan penurunan stamina yang sangat drastis sehingga tubuhnya terus-menerus merasa kelelahan.

Kondisi kesehatannya semakin memburuk saat ia mulai mengalami mual dan muntah yang menyerupai gejala masuk angin pada umumnya. Namun, rasa mual tersebut tidak kunjung reda meskipun ia sudah mencoba mengonsumsi obat-obatan bebas untuk meredakan gejalanya.

Selain mual, Edi juga mulai merasakan nyeri pada bagian perut kiri bawah hingga akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Pada pemeriksaan awal, dokter sempat menduga bahwa ia hanya mengalami masalah lambung biasa dan memberinya pengobatan terkait penyakit tersebut.

Setelah empat bulan menjalani pengobatan lambung tanpa ada perbaikan, kondisi Edi justru semakin merosot hingga ia tidak mampu lagi beraktivitas. Ketika dilarikan ke rumah sakit daerah, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa ia sudah menderita gagal ginjal kronis stadium akhir.

Saat didiagnosis, tekanan darah Edi sudah mencapai angka yang sangat ekstrem yaitu di atas 200, yang mengharuskannya menjalani prosedur cuci darah segera. Ia menjelaskan bahwa gagal ginjal akibat hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala spesifik hingga kondisi pasien tiba-tiba memburuk secara fatal.

Sejak didiagnosis pada tahun 2019, Edi harus disiplin menjalani prosedur cuci darah sebanyak dua kali dalam sepekan demi menyambung hidupnya. Jika diakumulasikan selama bertahun-tahun, ia memperkirakan telah melewati proses medis tersebut sebanyak hampir 700 kali.

Edi menduga pemicu utama hipertensi dan gagal ginjal yang dialaminya adalah pola makan tidak sehat, khususnya kebiasaan mengonsumsi mi instan secara berlebihan. Ia mengaku bahwa di masa lalu, dirinya terbiasa mengonsumsi mi instan hampir setiap hari dengan porsi lebih dari satu bungkus dalam sekali makan.

Melalui pengalamannya, Edi berpesan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan gejala-gejala kecil yang muncul dan segera melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Hal ini sangat penting untuk mendeteksi potensi penyakit ginjal sejak dini sebelum kondisinya berkembang menjadi kronis atau stadium lanjut.

Kategori Informasi Detail Keterangan
Nama Pasien Edi Utomo
Usia Saat Ini 26 Tahun
Tahun Diagnosis 2019
Diagnosis Medis Gagal Ginjal Kronis Stadium 5
Frekuensi Cuci Darah 2 kali per minggu
Total Prosedur Cuci Darah Hampir 700 kali
Tekanan Darah Saat Drop 200+ mmHg

Artikel terkait

Rekomendasi