Siasat Kreatif Yovie Widianto Hadapi AI, Tips Terbaru yang Banyak Dicari 2026

Siasat Kreatif Yovie Widianto Hadapi AI, Tips Terbaru yang Banyak Dicari 2026
Foto: Siasat Kreatif Yovie Widianto Hadapi AI, Tips Terbaru yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, membagikan strategi jitu bagi para kreator untuk menghadapi dominasi kecerdasan buatan atau AI. Pandangan ini ia sampaikan dalam perhelatan Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026.

Musisi kawakan sekaligus pentolan grup Kahitna ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi AI merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Namun, ia menekankan pentingnya menempatkan AI hanya sebagai instrumen pendukung dalam proses kreatif.

Menurut Yovie, kreativitas manusia harus tetap menjadi inti dari setiap karya yang dihasilkan. Hal ini bertujuan agar identitas dan orisinalitas tetap terjaga meskipun dibantu oleh teknologi.

Yovie Widianto memberikan saran mengenai peran AI dalam industri kreatif:

  • Manfaatkan kecerdasan buatan sebagai mitra kerja untuk memudahkan proses produksi karya.
  • Jangan pernah menjadikan AI sebagai tumpuan utama atau sumber inspirasi tunggal dalam berkreasi.
  • Pahami bahwa meski AI mampu bekerja dengan sangat cepat, teknologi tersebut tidak memiliki kedalaman emosi.

Yovie menjelaskan bahwa sentuhan perasaan atau "hati" adalah elemen yang tidak dimiliki oleh AI. Hal itulah yang membedakan kualitas karya buatan manusia dengan hasil algoritma mesin.

Adaptasi Teknologi dan Kekuatan Budaya Lokal

Yovie menyadari bahwa sebagai seorang praktisi industri kreatif, ia harus tetap terbuka terhadap pembaruan teknologi. Ia berpendapat bahwa menutup mata terhadap inovasi justru akan membuat seseorang tertinggal dan tergerus zaman.

Dalam sesinya, ia menyoroti kesuksesan Korea Selatan dalam mengoptimalkan seni sebagai instrumen ekonomi melalui strategi soft power. Mulai dari musik, film, hingga kuliner negara tersebut telah berhasil mendominasi pasar global secara masif.

Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak tersebut karena kekayaan budayanya yang sangat beragam. Indonesia tercatat memiliki lebih dari 550 simpul budaya yang membentang dari Sabang hingga Merauke.

Uniknya, perbedaan karakter budaya di Indonesia seringkali ditemukan dalam jarak geografis yang sangat dekat. Contoh nyatanya adalah perbedaan gaya hidup dan estetika antara wilayah Sleman dan Bantul di Yogyakarta.

Jika dikelola dengan profesional, karya kreatif berbasis budaya lokal bisa menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi negara. Selain itu, sektor ini dapat berfungsi sebagai alat diplomasi internasional yang sangat efektif.

Membangun Ekosistem Keuangan dan Kreatif

Jogja Financial Festival 2026 hadir menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan di sektor keuangan dan ekonomi. Forum ini melibatkan para regulator, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berbagi perspektif.

Rangkaian kegiatan yang tersedia bagi pengunjung festival ini antara lain:

  • Diskusi panel mengenai strategi bisnis dan perkembangan investasi di era digital.
  • Sesi kelas edukasi dan bursa kerja bagi kaum muda yang ingin berkarir di sektor finansial.
  • Kegiatan olahraga melalui Fun Run kategori 5K dan 10K serta pameran produk ekonomi kreatif.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Transmedia bersama LPS ini sebelumnya telah sukses menggaet puluhan ribu partisipan di Surabaya dan Medan. Kali ini, Yogyakarta dipilih untuk menjadi pusat pertemuan para tokoh kompeten dari berbagai sektor.

Beberapa tokoh ternama dijadwalkan hadir dalam acara ini untuk memberikan wawasan mendalam kepada para peserta. Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi kreatif.

Berikut adalah daftar narasumber kunci yang mengisi acara tersebut:

Nama Tokoh Jabatan / Institusi
Chairul Tanjung Chairman CT Corp
Anggito Abimanyu Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Erick Thohir Menteri Pemuda dan Olahraga
Friderica Widyasari Dewi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur DIY

Kehadiran para pemimpin dari berbagai institusi ini menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Peserta dapat mengambil pelajaran langsung dari pengalaman para pengambil kebijakan tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung, seluruh rangkaian seminar dan kelas edukasi dalam acara ini dapat diikuti secara gratis. Namun, karena keterbatasan kapasitas tempat, calon pengunjung diwajibkan melakukan pendaftaran melalui platform resmi.

Pintu registrasi dibuka sejak pagi hari, menyesuaikan dengan agenda kegiatan yang berlangsung selama tiga hari. Untuk kegiatan olahraga seperti Fun Run, terdapat biaya pendaftaran tertentu yang mencakup berbagai fasilitas lari bagi peserta.

Artikel terkait

Rekomendasi