Sarwendah, melalui kuasa hukumnya, menyanggah tuduhan bahwa ia menghalangi Ruben Onsu untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Pihak Sarwendah menegaskan bahwa komunikasi selalu terbuka bagi Ruben untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Tuduhan tentang Sarwendah yang mempersulit Ruben muncul setelah pengacara Ruben menyatakan ada kesulitan untuk mengajak anak-anak menginap atau sekadar bertemu. Pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa kendala tersebut bukan karena penolakan dari pihaknya, melainkan karena belum ada permintaan yang dikomunikasikan dengan jelas.
"Kenapa belum diserahkan ya karena, memang mekanismenya harus diatur dulu dan bukan klien kami tidak pernah menyerahkan," ujar Chris Sam Siwu yang dilansir oleh detikHot pada Jumat (5/6). Ia juga menambahkan bahwa pihak Ruben tidak pernah mengajukan permintaan.
Chris menepis isu bahwa pesan yang tidak dibalas oleh Sarwendah merupakan tindakan menghalangi. Menurutnya, Sarwendah hanya tidak sempat membalas pesan tersebut akibat kesibukannya. Ia menegaskan bahwa kesulitan yang disebut pihak Ruben tidak bisa dianggap sebagai halangan dari pihak Sarwendah.
Rekomendasi Komunikasi
Dalam menanggapi masalah ini, kuasa hukum Sarwendah menyarankan agar Ruben membangun komunikasi yang lebih intens dengan Sarwendah atau anak-anak mereka. Chris Sam Siwu mengingatkan bahwa penting untuk mengatur jadwal pertemuan anak dengan orang tua secara baik.
"Kapan pun WA aja ke ibunya, WA anaknya. Kalau WA-nya enggak dijawab, kirim ke keduanya," sarannya. Hal ini penting agar kedua orang tua tetap dapat mengatur jadwal pertemuan anak dengan baik.
Pihak Sarwendah merasa tudingan bahwa ia menghalangi pertemuan dengan anak-anak adalah tuduhan yang tidak tepat. Chris menjelaskan bahwa Sarwendah tidak pernah mencegah pertemuan Ruben dengan anak-anak saat datang berkunjung.
"Kalau baru satu kali WA lalu tidak direspons, menurut saya enggak begitu," terang Chris Sam Siwu.
Perselisihan dan Konflik Lain
Perselisihan mereka semakin rumit ketika pihak Sarwendah melaporkan bahwa Ruben belum memberikan nafkah selama enam bulan terakhir. Sementara itu, pihak Ruben menyebut hal itu sebagai protes atas kesulitannya bertemu anak-anak yang berada di bawah asuhan Sarwendah.
Selain itu, Sarwendah juga berencana mengambil alih rumah di Cilandak yang saat ini dihuninya bersama kedua putri mereka pasca-bercerai. Pengadilan Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa perceraian mereka telah resmi diputuskan pada 24 September 2024 secara verstek karena Sarwendah tidak pernah hadir dalam persidangan.