Pertandingan sepak bola antara Albania dan Israel yang berlangsung pada UEFA Matchday di Albania pada Jumat (5/6) dini hari WIB diwarnai dengan ketegangan dan berbagai insiden. Meskipun Israel berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, laga tersebut mencuri perhatian publik terutama karena insiden panas yang terjadi.
Satu-satunya gol penentu kemenangan dicetak oleh Oscar Gloukh dari Israel pada menit ke-73. Gol ini sekaligus menjadi momen krusial yang mengukuhkan kemenangan tim tamu atas Albania. Namun, kejadian yang menarik perhatian justru datang sesaat setelah gol tercipta.
Sesaat setelah mencetak gol, Oscar Gloukh melakukan selebrasi yang kontroversial:
Setelah mencetak gol, Oscar Gloukh menyuguhkan selebrasi yang dianggap provokatif oleh pihak tuan rumah. Ia mengarahkan jari telunjuk ke bibirnya, gestur untuk mengatakan โdiamโ, yang diarahkan ke arah penonton Albania. Reaksi dari penggemar Albania dan para pemain di lapangan tak terelakkan.
Bek Albania, Elseid Hysaj, yang merasa provokasi tersebut tidak pantas, berlari mendekati Gloukh dan menamparnya. Tindakan ini memicu keributan di antara para pemain dari kedua tim, meski beruntung tidak berlangsung lama. Para pemain cepat bertindak memisahkan keduanya, sehingga situasi pun segera terkontrol kembali.
Eskalasi dari insiden tersebut tidak berhenti di situ. Kapten Israel, Manor Solomon, juga menjadi sasaran amarah suporter:
Saat pertandingan berlangsung, dari arah penonton di tribun, sebuah sepatu dilemparkan ke arah kapten Israel, Manor Solomon. Beruntung, lemparan tersebut tidak melukai Solomon dan pertandingan bisa dilanjutkan tanpa cedera lebih lanjut hingga wasit meniupkan peluit akhir.
Keberanian pemain untuk menyelesaikan pertandingan tanpa insiden lebih lanjut patut diapresiasi. Namun, kejadian-kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang pengamanan dan pengendalian suporter dalam event sepak bola internasional.
```