SISKS Mangkubumi Pukau Jateng-Jatim: Wajahnya Hiasi 10 Kota, Banyak Dicari!

SISKS Mangkubumi Pukau Jateng-Jatim: Wajahnya Hiasi 10 Kota, Banyak Dicari!
Foto: SISKS Mangkubumi Pukau Jateng-Jatim: Wajahnya Hiasi 10 Kota, Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Solo - Baliho dengan gambar dan tulisan SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi akan dipasang di berbagai wilayah di luar Kota Solo. Ketua Eksekutif LDA, KPH Edy Wirabhumi, mengatakan bahwa baliho ini sudah terpasang di beberapa lokasi seperti Demak dan Kudus.

"Ada permintaan dari berbagai daerah untuk pemasangan baliho dan memang diizinkan, termasuk di luar Solo, lebih dari 10 lokasi. Beberapa wilayah seperti Kudus dan Demak sudah memasangnya," kata Edy saat ditemui di Keraton Solo, Jumat (5/6/2026).

Edy menyebutkan bahwa lebih dari 10 lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan menjadi tempat pemasangan baliho.

"Rencana kami mencakup daerah seperti Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, dan Magelang," ujarnya.

Pemasangan baliho ini, menurut Edy, adalah inisiatif murni dari masing-masing daerah. Mereka merasa memiliki ikatan dengan Keraton Solo dan bagian dari perjuangan mempertahankan adat dan budaya.

"Karena dari inisiatif daerah-daerah tersebut, mereka merasa terikat secara kekeluargaan yang bersama-sama berjuang. Proses berjuang ini sudah dimulai sejak tahun 2004, bukan sekadar sekarang," jelasnya.

Edy mengungkapkan bahwa inisiatif pemasangan baliho SISKS Mangkubumi datang dari pihak yang tergabung dalam komunitasnya.

"Mereka adalah komunitas kami yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, masih ada komunitas lain yang juga tengah bersiap," tambah Edy.

Beberapa daerah bahkan merencanakan pemasangan hingga 60 baliho atau spanduk.

"Di berbagai daerah sudah ada hampir 60 titik, sedangkan di Solo masih dalam proses dan akan ada lebih banyak lagi," imbuh Edy.

Pihak Purbaya Protes Pemasangan Baliho Mangkubumi

Sebelumnya, pihak dari kubu Paku Buwono XIV Purbaya mengkritik langkah LDA terkait pemasangan baliho tersebut, bahkan berencana menyiapkan langkah hukum. Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa tidak ada kekosongan takhta sejak PB XIII meninggal pada 2 November 2025 lalu.

"Kami sangat menyayangkan adanya tindakan tersebut karena Keraton Solo jelas tidak kekurangan pemimpin," ujarnya, Senin (1/6).

```

Artikel terkait

Rekomendasi