Siap-siap, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen Mulai Bulan Depan

Siap-siap, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen Mulai Bulan Depan
Foto: Ilustrasi Siap-siap, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen Mulai Bulan Depan.
Ukuran teks

Pemerintah Thailand melalui Airports of Thailand (AOT) secara resmi mengumumkan kebijakan baru yang akan berdampak pada pengeluaran wisatawan mancanegara. Mulai 20 Juni 2026, biaya layanan penumpang atau Passenger Service Charge (PSC) untuk penerbangan internasional akan mengalami kenaikan signifikan sebesar 50 persen.

Keputusan ini mewajibkan setiap turis asing yang akan meninggalkan Thailand melalui bandara utama untuk menyiapkan dana lebih besar. Tarif yang semula dipatok sebesar 730 baht atau sekitar Rp320 ribu, kini melonjak menjadi 1.120 baht atau setara dengan Rp490 ribu per penumpang.

Daftar Bandara yang Menerapkan Tarif Baru

Kenaikan biaya layanan ini akan berlaku secara efektif di enam gerbang udara utama yang dikelola oleh pihak AOT:

  • Bandara Internasional Suvarnabhumi
  • Bandara Internasional Don Mueang
  • Bandara Internasional Phuket
  • Bandara Internasional Hat Yai
  • Bandara Internasional Chiang Mai
  • Bandara Internasional Mae Fah Luang Chiang Rai

Kebijakan penyesuaian tarif ini merupakan tindak lanjut dari rencana yang sebelumnya telah diwacanakan oleh pemerintah Thailand pada Februari lalu. Meskipun tarif internasional naik tajam, AOT memastikan bahwa biaya untuk penumpang domestik tetap stabil di angka 130 baht per orang.

Tujuan dan Alokasi Pendapatan Tambahan

Melalui kebijakan ini, AOT memproyeksikan adanya tambahan pendapatan perusahaan mencapai 10 miliar baht atau sekitar Rp4,3 triliun setiap tahunnya. Dana jumbo yang terkumpul tersebut rencananya akan dialokasikan untuk berbagai proyek strategis dan peningkatan kualitas pelayanan di bandara.

Beberapa fokus utama penggunaan dana dari kenaikan biaya layanan penumpang tersebut meliputi:

  • Peningkatan Infrastruktur: Pemasangan sistem pemrosesan penumpang bersama atau Common Use Passenger Processing Systems untuk efisiensi.
  • Ekspansi Fasilitas: Mendanai proyek pengembangan Terminal Selatan di Bandara Suvarnabhumi guna menampung lebih banyak penumpang.
  • Modernisasi Layanan: Penyesuaian biaya operasional agar selaras dengan standar pelayanan internasional jangka panjang.

Pihak pengelola mengeklaim bahwa hasil studi mereka menunjukkan kebijakan ini tidak akan menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Thailand. Hal ini dikarenakan tarif baru tersebut dinilai masih kompetitif dan lebih rendah dibandingkan tarif di banyak bandara besar luar negeri lainnya.

Kritik Terhadap Kebijakan Tarif Baru

Langkah kenaikan tarif ini tidak lepas dari kritik tajam, salah satunya datang dari Samart Ratchapolsitte yang merupakan mantan Wakil Gubernur Bangkok. Ia memperingatkan bahwa biaya PSC di Bandara Suvarnabhumi kini justru melampaui tarif di bandara transit utama dunia lainnya.

Samart menyoroti bahwa biaya di Bangkok sekarang lebih mahal dibandingkan Bandara Incheon di Korea Selatan maupun Bandara Haneda di Jepang. Ia menyayangkan kenaikan biaya yang tinggi tersebut jika tidak dibarengi dengan standar layanan yang setara dengan bandara-bandara kelas dunia itu.

Dampak Bagi Wisatawan dan Harga Tiket

Kenaikan biaya hampir 400 baht ini diprediksi akan sangat terasa bagi para pelancong dengan anggaran terbatas atau budget travelers. Tambahan biaya ini diperkirakan bakal memicu kenaikan harga tiket pesawat secara keseluruhan pada kisaran 7 hingga 10 persen.

Kondisi ini semakin diperberat dengan situasi industri penerbangan yang tengah menghadapi lonjakan harga bahan bakar avtur akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, transparansi dalam penggunaan dana menjadi tuntutan utama dari berbagai lembaga penelitian di Thailand.

Thailand Development Research Institute mendesak agar AOT merinci secara terbuka bagaimana dana dari kenaikan tarif ini digunakan. Transparansi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kenyamanan penumpang dan kepentingan publik di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi