Gaya hidup masyarakat perkotaan kini tidak lagi hanya terpaku pada budaya minum kopi di kafe-kafe modern. Tren "ngeteh cantik" mulai mencuat sebagai pilihan baru bagi kaum urban yang mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota.
Terinspirasi oleh keindahan tradisi Hanami dari Jepang, Cafe Kissa meluncurkan kampanye bertajuk "The Art of Seasonal Tea: Spring in Bloom". Dalam kolaborasi ini, mereka menggandeng Ratna Somantri yang dikenal sebagai ahli teh atau tea sommelier ternama di tanah air.
Ratna merupakan sosok di balik Indonesia Tea Institute yang telah mendedikasikan lebih dari 15 tahun waktunya untuk mendalami budaya teh. Misinya adalah membangun apresiasi yang lebih mendalam terhadap komoditas teh di mata masyarakat Indonesia.
Untuk kolaborasi khusus ini, Ratna mengurasi tiga menu eksklusif yang dirancang untuk menangkap esensi musim semi yang menyegarkan. Setiap racikan memiliki karakter unik yang merepresentasikan keindahan bunga yang sedang bermekaran.
Kreasi Teh Musim Semi yang Menenangkan
Menu andalan pertama yang diperkenalkan adalah Hanami Blossom, sebuah sajian teh panas dengan karakter floral yang sangat lembut. Minuman ini memadukan teh melati dengan teh hijau secara harmonis, ditambah sedikit sentuhan aroma stroberi untuk rasa manis alami.
Ratna Somantri menjelaskan bahwa lapisan aroma dari teh ini sengaja dibuat agar tertinggal perlahan di setiap tegukan. Sensasi yang dihasilkan menyerupai suasana saat bunga sakura bermekaran di bawah langit musim semi yang cerah dan hangat.
Selanjutnya tersedia menu Sakura Honey Mocktail yang menyajikan kombinasi unik antara teh hijau dan teh oolong. Jenis teh ini dipilih karena memiliki profil rasa buah-buahan atau fruity yang manis secara alami.
Mocktail ini juga diberi tambahan pir Jepang dan bunga rosella untuk memberikan aksen rasa asam yang segar dan seimbang. Manis dari madu murni ditambahkan untuk melengkapi komposisi rasa yang terasa bermain-main namun tetap berkelas.
Hasil akhir dari minuman ini adalah sensasi yang ringan dan sangat menyegarkan di tenggorokan. Ini merupakan interpretasi modern dari keindahan musim semi yang dituangkan ke dalam satu gelas minuman elegan.
Kedua varian minuman tersebut memang dirancang khusus tidak hanya untuk memuaskan lidah, tetapi juga memberikan ketenangan. Setiap cangkirnya membawa pesan kedamaian bagi siapa pun yang menikmatinya.
Paduan Sempurna Teh dan Mochi
Menikmati teh ala Jepang tentu terasa kurang lengkap tanpa kehadiran kudapan manis seperti mochi. Oleh karena itu, Cafe Kissa juga menghadirkan Bloom Matcha Daifuku sebagai pendamping yang ideal.
Dessert cantik berwarna merah muda ini memiliki tekstur mochi yang sangat kenyal namun tetap lembut. Di dalamnya, terdapat isian Basque cheesecake yang terasa sangat creamy dan kaya akan rasa gurih yang mendalam.
Karakteristik matcha Jepang yang membumi atau earthy menjadi pusat perhatian pada isian kue ini. Ada keseimbangan rasa yang apik antara sedikit pahit khas teh hijau dan rasa manis yang tidak berlebihan.
Daftar menu paket pairing yang tersedia bagi para pelanggan :
- Paket Hanami Blossom: Perpaduan antara sajian teh panas Hanami Blossom dengan satu porsi Bloom Matcha Daifuku yang lembut.
- Paket Sakura Honey: Kombinasi menyegarkan dari Sakura Honey Mocktail yang disandingkan dengan kudapan Bloom Matcha Daifuku.
Kedua paket menu istimewa ini dibanderol dengan harga masing-masing Rp150 ribu per porsinya. Namun, pelanggan harus bergegas karena menu ini hanya tersedia dalam waktu terbatas hingga 31 Mei 2026.
Cendyarani, selaku President Director ISMAYA Group, menyatakan bahwa menu ini adalah wujud interpretasi mereka terhadap musim semi. Mereka ingin menghadirkan keahlian tangan atau craftsmanship serta momen istirahat yang relevan dengan gaya hidup modern.
Kehadiran menu eksklusif ini juga dianggap sebagai respons terhadap tren konsumsi teh premium yang kian populer di Indonesia. Saat ini, teh mulai dipandang sebagai minuman gaya hidup dengan kelas tersendiri.
Transformasi Teh Menjadi Minuman Spesialis
Dahulu, teh sering kali hanya dianggap sebagai minuman sederhana pengganti air putih saat makan. Namun, saat ini perlakuan masyarakat terhadap teh mulai bergeser dan hampir menyamai budaya kopi.
Liana Setiawan, Commercial Director PT Sinergi Prosperia Global, mengungkapkan bahwa konsumen kini mulai cerdas menilai kualitas teh. Mereka mulai memahami bahwa teh memiliki kompleksitas rasa yang serupa dengan kopi spesialis.
Masyarakat sekarang tidak lagi sekadar meminum teh, tetapi juga memperhatikan aspek aroma dan tingkat kepekatannya. Sensasi rasa yang tertinggal di lidah menjadi poin penting dalam menikmati setiap jenis teh yang berbeda.
Liana melihat peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan budaya minum teh premium di masa depan. Hal ini didukung oleh tradisi minum teh masyarakat kita yang sudah mengakar sejak zaman dahulu kala.
Indonesia juga dianugerahi dengan berbagai bahan baku teh yang berkualitas tinggi dan bersaing secara global. Beberapa di antaranya meliputi teh putih, kayu manis, hingga tanaman moringa yang kaya manfaat.
Mike Harney, Vice President dari merek teh premium Harney & Sons, menambahkan pandangan serupa tentang teh berkualitas. Baginya, teh premium bukan sekadar soal rasa di lidah, melainkan tentang pengalaman menikmati hasil bumi terbaik.
Menurut Harney, setiap jenis teh membawa karakter unik yang dibentuk oleh kondisi iklim serta tanah tempatnya tumbuh. Proses pengolahan yang tepat juga menjadi kunci utama dalam menghasilkan rasa teh yang istimewa.
Ia menegaskan bahwa fungsi utama dari teh yang berkualitas baik adalah menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Teh seharusnya mampu menghadirkan senyuman dan perasaan bahagia bagi siapa saja yang menyesapnya.
Memperingati Hari Teh Internasional
Dunia baru saja memperingati Hari Teh Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 Mei setiap tahunnya. Momen ini dirayakan untuk menghargai warisan budaya serta manfaat kesehatan yang terkandung dalam tanaman teh.
Peringatan ini juga menyoroti peran penting industri teh terhadap stabilitas perekonomian secara global. Lebih dari itu, hari besar ini menjadi pengingat akan pentingnya proses produksi teh yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Target utamanya adalah memastikan manfaat teh dapat dirasakan dari generasi ke generasi, mulai dari tingkat perkebunan hingga ke cangkir konsumen. Keberlanjutan ini mencakup perlindungan terhadap manusia, budaya, serta kelestarian alam.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan Hari Teh Internasional pada tahun 2019. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dunia tentang pentingnya teh serta mendorong praktik konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Berdasarkan data dari Grace Farms Tea & Coffe, teh menduduki posisi sebagai salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di planet ini. Diperkirakan ada hampir tiga miliar cangkir teh yang dinikmati setiap harinya oleh penduduk dunia.
Tanaman teh sendiri saat ini telah dibudidayakan di lebih dari 70 negara di berbagai belahan dunia. Sektor ini menjadi tumpuan hidup dan sumber pendapatan bagi jutaan orang, terutama mereka yang bekerja di ladang pertanian.
Ringkasan sejarah dan fakta penting mengenai komoditas teh global :
| Aspek Informasi | Detail Fakta |
|---|---|
| Asal Usul | Diyakini berasal dari Tiongkok sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu. |
| Penyebaran Asia | Meluas ke wilayah India dan Sri Lanka sebagai produsen utama dunia. |
| Penyebaran Global | Diperkenalkan ke Benua Eropa dan Amerika hingga menjadi minuman populer. |
| Konsumsi Harian | Mencapai angka fantastis yaitu hampir 3 miliar cangkir di seluruh dunia. |
Tabel di atas merangkum bagaimana teh berevolusi dari sekadar tanaman obat di masa lalu menjadi komoditas raksasa saat ini. Nilai ekonominya yang tinggi berjalan beriringan dengan sejarah panjang yang menyatukan berbagai budaya di dunia.
Dengan adanya inovasi seperti yang dilakukan oleh Cafe Kissa dan Ratna Somantri, masa depan teh di Indonesia tampak semakin cerah. Teh kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bintang utama dalam gaya hidup modern yang menyeimbangkan rasa dan ketenangan.