Semprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid? Simak Penjelasan Dokter Onkologi Terbaru 2026

Semprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid? Simak Penjelasan Dokter Onkologi Terbaru 2026
Foto: Semprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid? Simak Penjelasan Dokter Onkologi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh narasi yang memperingatkan masyarakat agar tidak menyemprotkan parfum langsung ke area leher. Klaim tersebut menyebutkan bahwa kebiasaan sehari-hari ini dapat memicu timbulnya kanker tiroid.

Menanggapi kabar yang meresahkan publik tersebut, para pakar kesehatan segera memberikan klarifikasi. Informasi yang mengaitkan penggunaan parfum di leher dengan risiko kanker tiroid dipastikan tidak berdasar secara medis.

Penjelasan Pakar Mengenai Klaim Tersebut

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, Dr. dr. Diani Kartini, Sp.B.Onk., menegaskan bahwa informasi tersebut hanyalah hoaks. Ia memastikan tidak ada hubungan antara semprotan parfum dan perkembangan sel kanker di kelenjar tiroid.

Kanker tiroid sendiri terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada jaringan tiroid hingga membentuk tumor ganas. Hingga kini, para ahli medis belum menemukan penyebab tunggal yang pasti dari mutasi sel tersebut.

Beberapa faktor risiko yang telah terbukti secara ilmiah memicu kanker tiroid:

  • Paparan Radiasi Pengion: Riwayat prosedur radioterapi pada area kepala dan leher di masa lalu menjadi pemicu utama.
  • Faktor Usia dan Genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang.
  • Gangguan Hormonal: Ketidakseimbangan hormon tertentu dalam tubuh dalam jangka panjang.
  • Kondisi Medis Lainnya: Adanya penyakit genetik langka atau kondisi peradangan tiroid kronis.

Paparan radiasi pada masa kanak-kanak menjadi perhatian utama karena dampaknya sering kali baru muncul beberapa dekade kemudian. Biasanya, efek dari radiasi ini baru terdeteksi sekitar 10 hingga 20 tahun setelah seseorang terpapar.

Zat Kimia Parfum dan Dampaknya pada Kulit

Dr. Diani menjelaskan bahwa cairan parfum yang menempel pada kulit leher tidak memiliki kemampuan untuk mengubah sel tiroid menjadi ganas. Zat kimia dalam wewangian tidak dapat menembus jauh hingga merusak kelenjar tiroid yang berada di bawah jaringan kulit.

Perubahan sel menuju kanker hanya mungkin terjadi jika area kulit tersebut pernah mengalami kerusakan akibat radiasi tinggi. Produk kosmetik atau parfum yang beredar resmi umumnya telah melalui uji keamanan sehingga tidak bersifat karsinogenik.

Berikut adalah ringkasan fakta terkait faktor risiko kanker tiroid berdasarkan standar medis:

Faktor Potensi Risiko Kanker Tiroid
Penggunaan Parfum Tidak Terbukti / Hoaks
Radioterapi Kepala/Leher Risiko Tinggi
Paparan Kecelakaan Nuklir Risiko Sangat Tinggi
Kandungan Fragrance Kosmetik Aman untuk Kelenjar Tiroid

Tabel di atas merujuk pada standar yang ditetapkan oleh American Thyroid Association (ATA) dan lembaga penelitian kanker internasional. Satu-satunya faktor lingkungan yang terbukti secara konsisten memicu penyakit ini adalah radiasi pengion.

Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyerap informasi kesehatan yang beredar di platform digital. Pastikan untuk selalu merujuk pada pendapat ahli atau sumber medis terpercaya guna menghindari kepanikan akibat berita yang tidak akurat.

Artikel terkait

Rekomendasi