Sempat Salah Unggah di BRIN, Ini Jumlah Bulu Garuda Pancasila yang Benar dan Resmi 2026

Sempat Salah Unggah di BRIN, Ini Jumlah Bulu Garuda Pancasila yang Benar dan Resmi 2026
Foto: Sempat Salah Unggah di BRIN, Ini Jumlah Bulu Garuda Pancasila yang Benar dan Resmi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Unggahan media sosial Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendadak menjadi pusat perhatian publik pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Hal ini dipicu oleh kesalahan visual pada lambang Garuda Pancasila yang ditampilkan dalam konten tersebut.

Warganet menyoroti jumlah bulu pada bagian sayap dan ekor Garuda yang dianggap tidak sesuai dengan aturan resmi. Ketentuan mengenai lambang negara sendiri telah diatur secara ketat dalam UU Nomor 24 Tahun 2009.

Merespons kegaduhan tersebut, pihak BRIN segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun X resminya. Mereka mengakui adanya kekeliruan dalam proses pembuatan konten peringatan hari bersejarah tersebut.

Pihak BRIN menyatakan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi tim internal mereka. Kedepannya, BRIN berkomitmen untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam memproduksi serta menyebarkan konten informasi kepada masyarakat.

Aturan Resmi dan Makna Lambang Garuda Pancasila

Sebagai lambang negara, penggambaran Garuda Pancasila tidak boleh dilakukan secara sembarangan oleh siapapun. Setiap bagian dari burung Garuda memiliki makna filosofis dan aturan hukum yang harus dipatuhi.

Berdasarkan panduan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan undang-undang yang berlaku, Garuda digambarkan sebagai simbol kekuatan. Sayapnya yang mengembang lebar melambangkan semangat dinamisme dan kesiapan bangsa untuk terbang tinggi menuju kemajuan.

Pada bagian kaki, burung Garuda terlihat mencengkeram erat sehelai pita putih yang memuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kalimat yang berasal dari kitab Sutasoma ini menegaskan bahwa keberagaman bangsa Indonesia adalah sebuah kekuatan yang menyatu.

Warna emas yang menyelimuti seluruh tubuh burung Garuda juga bukan sekadar hiasan estetika semata. Warna ini merepresentasikan keagungan serta keluhuran martabat bangsa Indonesia yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.

Detail Jumlah Bulu dan Simbolisme Proklamasi

Salah satu aspek yang paling krusial dalam penggambaran Garuda Pancasila adalah detail jumlah bulunya. Jumlah helai bulu di berbagai bagian tubuh Garuda secara kolektif merujuk pada tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Berikut adalah rincian jumlah bulu Garuda Pancasila sesuai peraturan perundang-undangan:

  • 17 helai bulu pada masing-masing sayap kanan dan kiri yang melambangkan tanggal kemerdekaan.
  • 8 helai bulu pada bagian ekor yang mewakili bulan kedelapan, yaitu Agustus.
  • 19 helai bulu di bawah perisai atau pangkal ekor yang merujuk pada dua angka pertama tahun kemerdekaan.
  • 45 helai bulu pada bagian leher yang melambangkan dua angka terakhir dari tahun proklamasi, 1945.

Rincian di atas memastikan bahwa setiap gambar Garuda yang benar harus selalu mencerminkan angka 17-8-1945 secara akurat. Kesalahan dalam jumlah bulu ini dapat mengubah makna sejarah yang ingin disampaikan oleh lambang tersebut.

Makna Perisai dan Simbol Sila Pancasila

Bagian dada burung Garuda dilengkapi dengan perisai yang merupakan simbol perlindungan dan perjuangan. Di dalam perisai tersebut, terdapat lima lambang yang mewakili setiap sila dalam Pancasila secara berurutan.

Komponen simbol yang terdapat di dalam perisai meliputi beberapa elemen penting:

Simbol Makna / Sila
Bintang Ketuhanan Yang Maha Esa
Rantai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pohon Beringin Persatuan Indonesia
Kepala Banteng Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Padi dan Kapas Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Tabel di atas merangkum bagaimana setiap sila diwakili oleh ikon visual yang memiliki makna mendalam. Perisai ini menggambarkan pertahanan bangsa Indonesia melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

Dengan adanya aturan yang mendetail ini, masyarakat diharapkan dapat lebih teliti dalam menggunakan atau membuat ilustrasi lambang negara. Garuda Pancasila bukan sekadar gambar, melainkan identitas resmi yang mencerminkan sejarah dan jiwa bangsa Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi