Klub-klub asal Inggris berhasil mengukir sejarah baru dalam kancah sepak bola Eropa pada musim 2025/2026 dengan mendominasi seluruh kompetisi antarklub yang ada. Pencapaian luar biasa ini dipastikan setelah wakil-wakil Premier League sukses mengamankan tiket di tiga partai final kompetisi UEFA yang berbeda secara bersamaan.
Arsenal menjadi pembuka jalan dengan kesuksesan mereka melangkah ke babak final Liga Champions setelah melewati perjuangan sengit di fase sebelumnya. Langkah gemilang tim berjuluk Meriam London tersebut kemudian diikuti oleh Aston Villa yang menembus final Liga Europa serta Crystal Palace yang melaju ke partai puncak Conference League.
Dominasi Arsenal di Liga Champions
Arsenal berhasil memastikan kehadiran mereka di final Liga Champions setelah menyingkirkan raksasa Spanyol, Atletico Madrid, dengan keunggulan agregat tipis 2-1 pada laga semifinal. Tim asuhan Mikel Arteta kini berada di ambang sejarah besar untuk meraih trofi paling bergengsi di Benua Biru tersebut bagi publik Emirates Stadium.
Pada pertandingan final nanti, Bukayo Saka dan kawan-kawan dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari wakil Prancis, Paris Saint-Germain, di partai puncak. Keberhasilan ini juga memicu berbagai reaksi, termasuk sindiran dari legenda John Terry yang menilai perayaan kelolosan Arsenal dianggap terlalu berlebihan bagi klub sekelas mereka.
Kebangkitan Aston Villa di Liga Europa
Di kompetisi kasta kedua, Aston Villa menunjukkan performa yang sangat impresif saat menghadapi sesama tim Inggris, Nottingham Forest, pada babak semifinal Liga Europa. Meskipun sempat mengalami momen menegangkan saat Emiliano Buendía gagal mengeksekusi penalti pada leg kedua, skuad asuhan Unai Emery tetap tampil dominan.
Klub asal Birmingham tersebut akhirnya melaju ke final dengan kemenangan agregat meyakinkan 4-1 atas Nottingham Forest di Villa Park. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Aston Villa akan terbang ke Istanbul untuk menantang wakil Jerman, Freiburg, dalam laga final yang digelar pada 20 Mei mendatang.
Laju Impresif Crystal Palace ke Final Conference League
Sejarah juga tercipta bagi Crystal Palace yang berhasil memastikan satu tempat di pertandingan final UEFA Europa Conference League musim ini. Kepastian tersebut didapat setelah The Eagles kembali menundukkan wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk, dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Selhurst Park.
Keunggulan agregat 5-2 membawa tim asuhan Oliver Glasner ini menuju partai final untuk memperebutkan trofi kompetisi kasta ketiga Eropa. Crystal Palace dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, dalam pertandingan puncak yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 Mei nanti.
Statistik Perbandingan Finalis Klub Inggris
| Musim | Liga Champions | Liga Europa | Conference League |
|---|---|---|---|
| 2018/2019 | Liverpool vs Tottenham | Chelsea vs Arsenal | Belum Terbentuk |
| 2020/2021 | Chelsea vs Man City | Manchester United (Finalis) | Belum Terbentuk |
| 2025/2026 | Arsenal (Finalis) | Aston Villa (Finalis) | Crystal Palace (Finalis) |
Tonggak Sejarah Baru Premier League
Pencapaian musim 2025/2026 ini mempertegas dominasi yang dijalankan oleh klub-klub Premier League di level internasional dalam beberapa musim terakhir. Meski sebelumnya Inggris sering mengirimkan banyak wakil ke final, namun menyapu bersih semua kategori kompetisi merupakan fenomena yang baru pertama kali terjadi.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2019 terjadi All English Final di Liga Champions dan Liga Europa, sementara pada 2021 tiga tim Inggris masuk ke dua final berbeda. Namun, baru pada musim ini tiga tim berbeda mampu menyebar ke tiga kompetisi utama UEFA sekaligus, yang menandai supremasi total liga Inggris.
Bagi pendukung Aston Villa dan Crystal Palace, momen ini dirasa sangat emosional karena klub mereka berpeluang mengakhiri masa kekeringan trofi Eropa yang sudah berlangsung puluhan tahun. Di sisi lain, Arsenal membawa misi besar untuk melengkapi lemari trofi mereka dengan gelar Liga Champions yang selama ini selalu luput dari genggaman.
Kesuksesan kolektif ini diharapkan mampu mengangkat martabat sepak bola Inggris lebih tinggi lagi di mata dunia melalui performa konsisten di kompetisi antarklub. Seluruh mata pecinta sepak bola kini tertuju pada Istanbul dan lokasi final lainnya untuk melihat apakah ketiga tim tersebut mampu mengonversi kesempatan ini menjadi gelar juara.