Kisah Rayhan Hannan: Sempat Terpuruk di BRI Liga 1, Kini Tembus Timnas Indonesia 2026

Kisah Rayhan Hannan: Sempat Terpuruk di BRI Liga 1, Kini Tembus Timnas Indonesia 2026
Foto: Kisah Rayhan Hannan: Sempat Terpuruk di BRI Liga 1, Kini Tembus Timnas Indonesia 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Perjalanan karier Rayhan Hannan di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 menjadi sebuah kisah inspiratif tentang kerja keras dan kesabaran. Gelandang muda milik Persija Jakarta ini sempat melewati masa-masa sulit pada awal musim sebelum akhirnya berhasil mencuri perhatian banyak pihak.

Statistik mencatat bahwa Rayhan Hannan hanya mendapatkan kesempatan bermain sebanyak tujuh kali dari total 24 pertandingan awal yang dijalani Persija Jakarta. Minimnya menit bermain ini tidak lepas dari ketatnya persaingan di sektor gelandang serang tim Macan Kemayoran.

Sebagai pemain muda, Hannan juga awalnya bukan merupakan pilihan utama pelatih untuk mengisi slot kuota pemain U-23 yang wajib tampil sebagai starter. Regulasi liga mengharuskan setiap tim memainkan pemain muda minimal selama 45 menit pertama di setiap pertandingan.

Pelatih Persija Jakarta saat itu, Mauricio Souza, lebih sering memberikan kepercayaan kepada nama lain untuk mengisi pos pemain muda tersebut. Nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas dan Arlyansyah Abdulmanan menjadi pilihan yang lebih sering dikedepankan oleh sang pelatih.

Meski posisinya sulit, Rayhan Hannan menunjukkan mentalitas yang luar biasa dengan menolak untuk menyerah pada keadaan. Ia justru menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi untuk terus bekerja lebih keras dan berlatih secara maksimal di setiap sesi latihan tim.

Kegigihan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika kompetisi mulai memasuki putaran kedua. Hannan perlahan mulai mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih, bahkan sering dipercaya tampil sejak menit awal pertandingan.

Momentum Kebangkitan di Akhir Musim

Memasuki fase pengujung kompetisi, performa Rayhan Hannan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Gelandang yang kini menginjak usia 22 tahun tersebut tercatat selalu tampil dalam 10 pertandingan terakhir yang dijalani oleh Persija Jakarta.

Dari sepuluh laga tersebut, ia dipercaya menjadi pemain inti atau starter sebanyak sembilan kali. Kontribusinya di atas lapangan juga sangat nyata dengan torehan tiga gol dan satu assist yang ia ciptakan selama periode krusial tersebut.

Penampilan paling impresif ditunjukkannya pada rentang pekan ke-31 hingga pekan ke-34 BRI Super League. Dalam periode singkat tersebut, ia berhasil menyumbangkan dua gol serta satu assist yang sangat berharga bagi timnya.

Berkat performa gemilangnya di level klub, pintu Timnas Indonesia pun terbuka lebar bagi pemain berbakat ini. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara resmi memanggilnya untuk memperkuat skuad Garuda dalam ajang FIFA Matchday pada Juni 2026.

Rincian kontribusi Rayhan Hannan di fase akhir kompetisi :

  • Tampil secara konsisten dalam 10 pertandingan terakhir Persija Jakarta.
  • Mendapatkan kepercayaan sebagai starter sebanyak 9 kali dalam periode tersebut.
  • Mencetak total 3 gol penting untuk membantu posisi tim di klasemen.
  • Menyumbangkan 1 assist matang yang berbuah gol bagi rekannya.
  • Mencapai puncak performa pada pekan ke-31 hingga pekan ke-34 liga.

Pencapaian ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi di sesi latihan akan selalu membuahkan hasil positif. Hannan kini bertransformasi dari pemain cadangan menjadi salah satu pilar masa depan, baik untuk klub maupun tim nasional.

Filosofi dan Pandangan Hidup Rayhan Hannan

Rayhan Hannan merupakan putra dari Harry Salisbury, sosok yang sudah tidak asing lagi di dunia sepak bola nasional karena pernah membela PSIS Semarang dan Persija Jakarta. Bagi Hannan, dunia sepak bola memiliki kemiripan yang sangat erat dengan dinamika kehidupan manusia.

Ia menyadari bahwa karier seorang atlet profesional tidak selamanya berjalan mulus dan penuh kejayaan. "Ya mungkin itu sepak bola gitu. Sama kayak juga hidup, kadang di atas kadang di bawah," ungkap Hannan saat menjelaskan perjalanannya.

Kunci keberhasilannya melewati masa sulit adalah dengan menjaga konsentrasi dan tidak berhenti berusaha. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah kehilangan fokus, tetap bekerja keras, dan percaya bahwa keberhasilan akan datang pada waktu yang tepat.

Motivasi utama Hannan dalam bertanding sebenarnya sangat sederhana, yakni hanya ingin bermain sepak bola dengan sebaik-baiknya. Ia mengaku hanya ingin menunjukkan seluruh kemampuan yang ia miliki tanpa ada maksud untuk menyombongkan diri kepada orang lain.

Hannan menambahkan bahwa ia tidak ingin dianggap sebagai pemain yang seperti ini atau seperti itu oleh publik. Baginya, memberikan kemampuan maksimal di lapangan adalah bentuk pembuktian diri yang paling jujur dan tulus sebagai seorang pesepak bola profesional.

Data singkat perjalanan karier Rayhan Hannan musim ini :

Kategori Perjalanan Keterangan Statistik & Pencapaian
Awal Musim (24 Laga Pertama) Hanya bermain 7 kali dan sering menjadi cadangan.
Akhir Musim (10 Laga Terakhir) Tampil di semua laga dengan 9 kali menjadi starter.
Produktivitas Gol & Assist Mengoleksi 3 gol dan 1 assist di putaran kedua.
Prestasi Internasional Mendapat panggilan perdana ke Timnas Indonesia senior.

Data di atas memperlihatkan perubahan drastis dalam karier Hannan yang semula sulit menembus skuad utama menjadi pemain kunci. Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi karier panjangnya di kancah sepak bola internasional bersama tim nasional.

Saat ini, ia juga terlihat menikmati waktu istirahatnya bersama rekan-rekan di Timnas Indonesia seperti Elkan Baggott, Emil Audero, dan Rizky Ridho. Mereka sempat terlihat menghabiskan waktu luang dengan bermain golf di tengah agenda padat persiapan pertandingan.

Kisah transformasi Rayhan Hannan ini menjadi pengingat bagi para pemain muda lainnya di BRI Super League. Bahwa peluang akan selalu ada bagi mereka yang mau bersabar dan terus meningkatkan kualitas diri di tengah ketatnya persaingan liga profesional.

Artikel terkait

Rekomendasi