Sate vs Gulai, Mana Olahan Daging Kurban Paling Sehat? Ini Kata Dokter

Sate vs Gulai, Mana Olahan Daging Kurban Paling Sehat? Ini Kata Dokter
Foto: Sate vs Gulai, Mana Olahan Daging Kurban Paling Sehat? Ini Kata Dokter. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Momen Iduladha selalu menjadi waktu yang paling dinantikan karena melimpahnya stok daging kurban, baik sapi maupun kambing. Berbagai hidangan lezat seperti sate, gulai, tongseng, hingga rendang biasanya langsung tersaji di meja makan keluarga.

Meskipun menggugah selera, mengonsumsi daging kurban secara berlebihan tetap perlu diwaspadai. Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aru Ariyatno, SpPD-KGEH, memberikan peringatan penting terkait hal ini.

Ia menekankan agar masyarakat tidak memiliki keinginan untuk "balas dendam" dalam menyantap daging kurban seharian penuh. Konsumsi yang tidak terkontrol dari pagi hingga malam bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Rekomendasi porsi makan daging yang bijak menurut dr. Aru:

  • Batasi porsi makan harian dan jangan memaksakan makan semua jenis olahan sekaligus.
  • Jika pagi hari sudah mengonsumsi beberapa tusuk sate, sebaiknya jenis makanan selanjutnya disesuaikan kembali.
  • Pastikan jumlah asupan daging tidak berlebihan atau over agar kondisi badan tetap terjaga.
  • Ingatlah bahwa jatah daging kurban yang dibagikan sebenarnya sudah diatur porsinya agar mencukupi dan tidak berlebihan.

Saran tersebut bertujuan agar masyarakat tetap bisa menikmati suasana lebaran tanpa mengabaikan faktor kesehatan. Menjaga porsi tetap seimbang adalah kunci utama agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat.

Pilihan Menu Olahan yang Lebih Sehat

Banyak orang bingung memilih menu olahan mana yang paling aman bagi tubuh di tengah banyaknya pilihan. Dalam hal ini, dr. Aru memiliki preferensi khusus untuk menjaga kesehatan pencernaan selama hari raya kurban.

Jika harus memilih antara sate atau opor, ia jauh lebih menyarankan konsumsi sate. Namun, ada pilihan lain yang dinilai jauh lebih sehat daripada hidangan bersantan kental.

Berikut adalah urutan prioritas olahan daging berdasarkan tingkat kesehatannya:

Jenis Olahan Tingkat Kesehatan Alasan Medis
Sup Bening Sangat Baik Minim lemak jenuh dan tidak mengandung santan kental yang berat.
Sate Baik Proses pengolahan bakar lebih aman dibandingkan digoreng atau disantan.
Opor/Gulai Kurang Disarankan Memiliki kandungan lemak dan kalori tinggi karena penggunaan santan.

dr. Aru menjelaskan bahwa sup daging bening merupakan alternatif terbaik jika seseorang mulai merasa bosan dengan sate. Hidangan kuah bening cenderung lebih ringan dan mudah diproses oleh tubuh dibandingkan opor.

Daging Kambing vs Daging Sapi

Mitos yang menyebut daging kambing lebih berbahaya daripada daging sapi juga diluruskan dalam kesempatan tersebut. Menurut dr. Aru, kedua jenis daging ini sebenarnya memiliki kandungan gizi yang hampir serupa.

Meski begitu, ada perbedaan kecil yang perlu diperhatikan, terutama bagi penderita kondisi medis tertentu. Kandungan sodium atau garam alami pada daging kambing diketahui sedikit lebih tinggi dibandingkan daging sapi.

Hal ini menjadi catatan khusus bagi orang yang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kadar sodium yang tinggi berisiko memicu lonjakan tekanan darah yang bisa berujung pada serangan hipertensi mendadak.

Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk lebih waspada dan tidak mengonsumsi daging kambing dalam jumlah besar. Keseimbangan nutrisi dan kontrol diri menjadi faktor krusial dalam menikmati momen Iduladha dengan sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi