Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Simak Prosedur dan Manfaat Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Simak Prosedur dan Manfaat Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Simak Prosedur dan Manfaat Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Model sekaligus aktris Sabrina Chairunnisa baru-baru ini menarik perhatian publik setelah membagikan pengalamannya menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur. Keputusan ini ia sampaikan melalui unggahan di media sosial pribadinya sebagai bentuk dukungan bagi sesama perempuan.

Sabrina mengungkapkan bahwa awalnya ia sempat ragu untuk menceritakan perjalanannya ini secara terbuka. Namun, ia merasa memiliki misi untuk memberdayakan perempuan dan mengingatkan bahwa setiap orang memiliki lini masa hidup yang berbeda-beda.

Melalui unggahan tersebut, ia menegaskan bahwa pilihan untuk menunda kehamilan bukan berarti seseorang telah terlambat. Langkah ini ia ambil untuk memberikan fleksibilitas bagi masa depannya di tengah kesibukan yang dijalani saat ini.

Mengenal Prosedur Egg Freezing

Spesialis obstetri dan ginekologi dari Brawijaya Hospital Antasari, dr. M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER, memberikan penjelasan mendalam mengenai prosedur medis ini. Secara sederhana, egg freezing adalah proses mengambil dan membekukan sel telur perempuan untuk digunakan di masa mendatang.

Proses ini diawali dengan tahap stimulasi agar sel telur dapat tumbuh dengan optimal sebelum akhirnya diambil. Berbeda dengan bayi tabung (IVF) konvensional, sel telur yang diambil dalam prosedur ini tidak langsung dibuahi oleh sperma.

Sel-sel telur tersebut akan disimpan dalam kondisi "lajang" di tempat penyimpanan khusus yang sangat dingin. Jika pemiliknya sudah siap untuk hamil, sel telur tersebut akan dicairkan kembali untuk melalui proses pembuahan.

Berikut adalah urutan umum dalam prosedur pembekuan sel telur yang perlu diketahui:
  • Tahap stimulasi hormon untuk merangsang pertumbuhan sel telur.
  • Penyuntikan pematang telur setelah ukuran sel telur dianggap cukup.
  • Proses pengambilan sel telur atau ovum pick-up (OPU).
  • Pembekuan sel telur secara instan dan penyimpanan di kontainer kriogenik.
  • Pencairan dan pembuahan dengan sperma saat pasien siap menjalani program kehamilan.

Setelah sel telur berhasil dibuahi dan menjadi embrio, langkah selanjutnya adalah menanamkan embrio tersebut ke dalam rahim. Seluruh rangkaian proses ini pada akhirnya akan bermuara pada program bayi tabung.

Apakah Prosedur Ini Memerlukan Operasi Besar?

Banyak orang merasa khawatir bahwa pengambilan sel telur melibatkan proses pembedahan yang menakutkan. Namun, dr. Luky menegaskan bahwa egg freezing sama sekali tidak melibatkan operasi besar dengan sayatan terbuka.

Metode yang digunakan hampir serupa dengan teknik yang diterapkan pada program bayi tabung. Pasien hanya perlu menjalani suntik hormon rutin setiap hari selama kurang lebih 9 hingga 10 hari.

Tujuan dari penyuntikan ini adalah untuk memastikan sel telur tumbuh secara maksimal sebelum diambil. Setelah sel telur dinyatakan matang, dokter akan melakukan prosedur pengambilan telur sekitar 36 jam setelah suntikan terakhir.

Sel telur yang telah didapatkan kemudian langsung dibekukan dan disimpan dalam wadah khusus. Masa penyimpanan ini bisa berlangsung sangat lama, bahkan hingga bertahun-tahun, selama biaya pemeliharaan tempat penyimpanan tetap terpenuhi.

Berikut adalah perbedaan mendasar antara pembekuan sel telur dan bayi tabung biasa:
Kategori Perbandingan Egg Freezing (Pembekuan Sel Telur) Bayi Tabung (IVF Konvensional)
Status Sel Telur Disimpan dalam kondisi belum dibuahi. Langsung dibuahi oleh sperma setelah diambil.
Waktu Pembuahan Dilakukan di masa depan saat sudah siap. Dilakukan segera setelah proses pengambilan.
Target Pengguna Wanita yang ingin menunda kehamilan. Pasangan yang ingin segera memiliki keturunan.

Tabel di atas menunjukkan bahwa perbedaan utama terletak pada waktu pembuahan sel telur tersebut. Dr. Luky juga mengingatkan bahwa ujung dari proses pembekuan ini nantinya tetap akan melibatkan teknologi reproduksi berbantu atau bayi tabung ketika sang wanita sudah siap untuk hamil.

Artikel terkait

Rekomendasi