Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar AS Terbaru di BCA hingga Mandiri Hari Ini Senin 8 Juni 2026

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar AS Terbaru di BCA hingga Mandiri Hari Ini Senin 8 Juni 2026
Foto: Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar AS Terbaru di BCA hingga Mandiri Hari Ini Senin 8 Juni 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan pekan ini, Senin (8/6/2026). Penurunan ini menempatkan mata uang Garuda di level yang cukup rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data dari analisis Doo Financial Futures, nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,39 persen. Dengan depresiasi tersebut, posisi mata uang rupiah kini berada di angka Rp18.126 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar ini rupanya tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga terjadi secara luas pada mata uang di kawasan Asia. Mayoritas mata uang negara tetangga turut terkoreksi akibat pengaruh dinamika ekonomi global saat ini.

Daftar pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS :

  • Mata uang Yen Jepang tercatat melemah tipis sebesar 0,04 persen.
  • Dolar Taiwan mengalami penurunan nilai yang cukup dalam yakni 0,43 persen.
  • Peso Filipina turut terdepresiasi sebesar 0,33 persen terhadap dolar AS.
  • Ringgit Malaysia menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan mencapai 0,94 persen.
  • Baht Thailand juga ikut melemah tipis di angka 0,19 persen.

Meskipun mayoritas melemah, terdapat beberapa mata uang Asia yang berhasil menunjukkan performa positif. Dolar Singapura menguat tipis 0,01 persen, won Korea naik 0,52 persen, rupee India melesat 0,89 persen, dan yuan China menguat 0,07 persen, sementara dolar Hong Kong terpantau stabil.

Penyebab Pelemahan Rupiah Menurut Analis

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi bahwa tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut sepanjang hari ini. Penguatan dolar AS dipicu oleh rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar.

Selain faktor dari Negeri Paman Sam, kenaikan harga minyak dunia menjadi ancaman serius bagi stabilitas nilai tukar domestik. Lonjakan harga komoditas ini terjadi menyusul kembali memanasnya ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Lukman menjelaskan bahwa Indonesia memiliki risiko besar terhadap kebutuhan devisa karena statusnya sebagai negara importir minyak (net importir). Ketika harga minyak dunia naik, kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi pun akan melonjak secara signifikan.

Gabungan antara kuatnya indeks dolar AS dan kenaikan harga energi dunia diprediksi akan membuat rupiah terjepit dalam tren negatif. Kondisi ini diperkirakan tetap berlangsung dalam jangka pendek selama sentimen global belum mereda.

Untuk perdagangan hari Senin ini, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif. Estimasi pergerakan berada di kisaran angka Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Update Kurs Dolar AS di Berbagai Bank Besar

Kondisi pasar valuta asing yang dinamis membuat perbankan nasional melakukan penyesuaian harga jual dan beli dolar AS. Berikut adalah rincian kurs di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI pada pagi hari ini.

Rincian kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA) :

  • Pada pukul 10.05 WIB, e-rate BCA mematok harga beli Rp18.155 dan harga jual Rp18.175.
  • Berdasarkan TT counter, harga beli ditetapkan Rp17.915 dengan harga jual di level Rp18.190.
  • Untuk kategori bank notes, posisi harga beli adalah Rp17.690 sedangkan harga jual mencapai Rp18.190.

Penetapan harga di BCA menunjukkan selisih atau spread yang cukup bervariasi tergantung pada metode transaksi yang dipilih oleh nasabah. Kurs e-rate biasanya memberikan angka yang lebih kompetitif untuk transaksi digital.

Data kurs dolar AS di Bank Rakyat Indonesia (BRI) :

  • Untuk layanan e-rate, BRI menetapkan posisi beli di Rp18.153 dan posisi jual pada Rp18.185.
  • Melalui skema TT counter, bank BUMN ini mematok harga beli Rp18.045 per dolar AS.
  • Adapun harga jual untuk TT counter di BRI berada di level Rp18.245 per dolar AS.

BRI sebagai bank pelat merah juga memberikan pilihan nilai tukar yang disesuaikan dengan jenis transaksi perbankan. Nasabah disarankan memantau perubahan harga secara berkala mengingat fluktuasi yang cepat.

Informasi kurs dolar AS di Bank Mandiri :

  • Bank Mandiri menetapkan special rate dengan harga beli Rp18.110 dan harga jual Rp18.140 pada pukul 09.29 WIB.
  • Pada layanan TT counter, harga beli tercatat Rp17.895 dan harga jual sebesar Rp18.195.
  • Kategori bank notes di Bank Mandiri memiliki harga beli Rp17.860 serta harga jual Rp18.160.

Bank berlogo pita emas ini juga menyediakan skema special rate bagi nasabah tertentu dengan volume transaksi tertentu. Secara umum, kurs Bank Mandiri masih mencerminkan pelemahan rupiah yang terjadi di pasar spot.

Update kurs dolar AS di Bank Negara Indonesia (BNI) :

  • Pada pukul 10.20 WIB, special rates di BNI dipatok pada harga beli Rp18.153 dan harga jual Rp18.173.
  • Layanan TT counter BNI menyediakan harga beli di Rp18.130 dengan harga jual sebesar Rp18.170.
  • Untuk bank notes, harga beli dan jual ditetapkan sama dengan TT counter yaitu Rp18.130 dan Rp18.170.

Data dari BNI menunjukkan konsistensi harga antara layanan TT counter dan bank notes pada jam tersebut. Hal ini memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memperkirakan biaya penukaran mata uang fisik maupun nontunai.

Tabel Ringkasan Kurs Jual dan Beli Dolar AS di Perbankan :

Nama Bank Jenis Kurs Harga Beli (IDR) Harga Jual (IDR)
BCA e-rate 18.155 18.175
BRI e-rate 18.153 18.185
Mandiri Special Rate 18.110 18.140
BNI Special Rate 18.153 18.173

Tabel di atas menyajikan ringkasan nilai tukar dolar AS pada empat bank besar di Indonesia untuk memudahkan pembandingan. Harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar keuangan global.

Pelemahan rupiah saat ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan pemerintah. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dianggap sangat mendesak untuk menjaga stabilitas mata uang di tengah ketidakpastian global.

Ekonom juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan agar tekanan dari penguatan dolar AS tidak membebani ekonomi nasional terlalu dalam. Penjagaan cadangan devisa menjadi salah satu kunci dalam menghadapi volatilitas nilai tukar ini.

Artikel terkait

Rekomendasi