Riset: Bepergian Jadi Kebutuhan Vital Gen Z demi Menjaga Kesehatan Mental

Riset: Bepergian Jadi Kebutuhan Vital Gen Z demi Menjaga Kesehatan Mental
Foto: Ilustrasi Riset: Bepergian Jadi Kebutuhan Vital Gen Z demi Menjaga Kesehatan Mental.
Ukuran teks

Generasi Z sering kali menjadi pusat perbincangan karena gaya hidupnya yang dianggap berbeda dan penuh kontroversi. Namun, ada satu aspek di mana pilihan mereka dinilai sangat tepat, yaitu dalam cara mereka memandang kegiatan bepergian atau travel.

Bagi kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 ini, menjelajahi dunia bukan sekadar hobi semata. Mereka menjadikan aktivitas meninggalkan rutinitas harian sebagai prioritas hidup yang sangat penting.

Melansir laporan dari news.com.au pada Jumat (15/5/2026), tren bepergian di kalangan Gen Z menunjukkan pola yang sangat berbeda dari generasi terdahulu. Mereka memiliki perspektif unik dalam menentukan destinasi serta cara mereka menikmati perjalanan tersebut.

Data terbaru dari Flight Centre mengungkapkan bahwa Gen Z menganggap perjalanan sebagai elemen krusial untuk menjaga kesehatan mental. Bagi mereka, berlibur adalah bagian hidup yang tidak bisa diganggu gugat atau ditawar lagi.

Menariknya, para pelancong muda ini tidak keberatan jika harus melakukan transit atau singgah dalam durasi lama saat melakukan penerbangan jarak jauh. Mereka cenderung menikmati setiap proses perjalanan, bukan hanya terpaku pada tujuan akhir saja.

Hasil riset tersebut juga memaparkan bahwa media sosial, tayangan televisi, dan film menjadi pengaruh utama dalam pemilihan destinasi liburan mereka. Gen Z lebih suka mencari referensi visual dibandingkan mengikuti rute wisata konvensional yang sudah umum dilalui orang lain.

Fokus pada aspek kesehatan dan kebugaran juga menjadi ciri khas utama dari cara kelompok usia ini berwisata. Mereka lebih memprioritaskan kegiatan yang mendukung pencarian jati diri serta petualangan yang bermakna bagi diri sendiri.

Dibandingkan dengan jadwal pesta yang padat dan melelahkan, Gen Z lebih memilih tren perjalanan yang menenangkan jiwa. Hal ini memicu popularitas perjalanan bertema digital detox dan retreat tanpa konsumsi alkohol dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah tantangan krisis biaya hidup yang melanda secara global, Gen Z ternyata muncul sebagai pengguna program loyalitas yang paling cerdas. Mereka sangat teliti dalam mengelola pengeluaran harian demi mengumpulkan poin yang bisa digunakan untuk bepergian.

Dibandingkan generasi lainnya, kelompok usia ini tergolong jauh lebih hemat dalam merencanakan anggaran perjalanan mereka. Strategi memanfaatkan poin penghargaan menjadi kunci utama bagi mereka untuk tetap bisa melihat dunia tanpa harus menguras tabungan secara berlebihan.

Berikut adalah beberapa temuan utama dari riset Flight Centre terkait kebiasaan bepergian Gen Z:

  • Lebih dari separuh pemegang kartu rewards dari kalangan Gen Z menggunakan poin kartu kredit untuk menutupi biaya perjalanan mereka.
  • Program World360 Rewards mencatat peningkatan aktivitas dari pengguna muda yang mengumpulkan poin melalui 500 maskapai dan 900.000 hotel.
  • Gen Z cenderung memilih agen perjalanan untuk menjamin keamanan dan mendapatkan bantuan jika terjadi kendala tak terduga selama di luar negeri.
  • Prioritas bepergian sering kali mengalahkan target finansial lainnya, seperti menabung untuk membeli properti atau rumah pribadi.

Data tersebut menunjukkan betapa besarnya pergeseran nilai dalam hal pengelolaan keuangan demi mencapai kepuasan batin melalui pengalaman wisata. Mereka lebih menghargai memori perjalanan dibandingkan kepemilikan aset fisik di usia muda.

Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah Abbey Lucey, seorang perempuan berusia 24 tahun yang berasal dari Brisbane, Queensland. Sebagai seorang terapis wicara, ia dikenal sangat cerdik dalam memanfaatkan sistem loyalitas untuk membiayai hobinya.

Abbey mengaku perlahan-lahan mengumpulkan poin dari berbagai aktivitas belanja sehari-hari untuk mendukung rencana liburan masa depannya. Ia baru mendaftarkan diri pada program loyalitas saat memesan tiket pesawat di awal tahun ini.

Selain dari pemesanan akomodasi, ia juga mengandalkan pembelian melalui marketplace yang bekerja sama dengan retailer besar. Contohnya adalah mendapatkan poin saat berbelanja produk di Cotton On maupun jaringan ritel kesehatan Priceline.

Strategi pengumpulan poin yang paling efektif bagi Abbey adalah melalui pengisian bahan bakar kendaraan pribadinya. Mengingat jarak rumah ke kantornya mencapai satu jam perjalanan, konsumsi bahan bakarnya tergolong sangat tinggi setiap harinya.

Abbey secara sengaja memilih mengisi bensin di stasiun Caltex demi mendapatkan poin, meskipun ada tempat lain yang lokasinya lebih strategis. Pengorbanan kecil ini ia lakukan demi tujuan yang lebih besar, yakni terbang ke destinasi impian secara cuma-cuma.

Saat ini, Abbey telah merencanakan perjalanan besar ke Eropa menggunakan poin yang dikumpulkannya melalui World360 Rewards. Ia berharap perolehan poin tersebut cukup untuk menutupi biaya perjalanannya sehingga ia bisa berlibur secara gratis.

Rencana perjalanannya mencakup pendakian di Dolomites bersama temannya, sebuah destinasi yang sudah lama ia idamkan. Selain itu, ia juga akan mengunjungi rangkaian kota eksotis seperti Milan, Florence, Mallorca, Portugal, hingga London.

Abbey menegaskan bahwa dirinya selalu konsisten menggunakan jasa agen perjalanan profesional setiap kali merencanakan petualangan besar. Ia merasa jauh lebih aman ketika memiliki seseorang yang bisa membantu jika terjadi situasi darurat di tengah perjalanan.

Keuntungan menggunakan agen perjalanan menurut perspektif pelancong muda seperti Abbey:

Aspek Keuntungan Penjelasan Detail
Keamanan Perjalanan Menjamin pelancong tidak terlantar jika terjadi kendala teknis atau masalah di destinasi.
Bantuan Darurat Agen memberikan solusi cepat jika terjadi konflik politik atau gangguan keamanan di wilayah tujuan.
Efisiensi Waktu Memudahkan koordinasi tiket dan akomodasi dalam satu pintu tanpa perlu repot mencari satu per satu.

Tabel di atas merangkum alasan mengapa Gen Z tetap mempercayai layanan konvensional seperti agen perjalanan di tengah era digital. Keamanan dan kepastian menjadi faktor yang lebih berharga dibandingkan penghematan biaya yang tidak seberapa.

Abbey menyetujui pendapat bahwa generasinya memandang dunia dengan kacamata yang berbeda dibanding generasi orang tua mereka. Baginya, memiliki kesempatan untuk menjelajahi berbagai belahan bumi adalah sebuah prioritas yang berada di urutan teratas.

Meskipun tekanan ekonomi dan biaya hidup saat ini cukup berat, Abbey merasa akses untuk bepergian kini jauh lebih terbuka. Ia menilai generasi sekarang memiliki naluri alami yang lebih kuat untuk melihat dunia luar dibandingkan masa lalu.

Secara terbuka, ia mengakui lebih memilih menunda rencana menabung untuk membeli rumah demi memenuhi daftar keinginan perjalanannya. Hal ini merupakan sebuah keputusan berani yang jarang diambil oleh generasi sebelum mereka.

Keputusan tersebut mencerminkan pergeseran nilai sosial di mana pengalaman hidup dianggap sebagai investasi yang lebih berharga. Bagi Gen Z, kesehatan mental dan pemenuhan diri melalui perjalanan adalah aset yang tidak bisa ditukar dengan materi apapun.

Artikel terkait

Rekomendasi