Aktor ternama Ringgo Agus Rahman baru-baru ini membagikan cerita hangat mengenai kebiasaan tidurnya bersama sang buah hati. Meski anak-anaknya sudah mulai beranjak besar, Ringgo mengaku masih enggan untuk tidur secara terpisah.
Kedua putranya, Bjorka yang kini berusia 10 tahun dan Mars yang berumur 5 tahun, sebenarnya sudah berada di usia yang cukup untuk memiliki kamar sendiri. Namun, Ringgo berterus terang bahwa justru dirinyalah yang belum merasa siap secara mental untuk melepas momen tersebut.
"Saya yang tidak siap, saya belum bisa," ungkap Ringgo saat mengisi sebuah acara bincang-bincang di kawasan Tangerang Selatan pada Sabtu (30/5/2026). Ia mengakui bahwa hingga kini mereka sekeluarga masih sering tidur dalam satu ruangan yang sama.
Momen Haru saat Anak Ingin Mandiri
Ringgo menceritakan sebuah pengalaman emosional ketika putra sulungnya, Bjorka, sempat memutuskan untuk mencoba tidur sendirian di kamarnya. Saat pulang bekerja, Ringgo terkejut mendapati Bjorka tidak ada di kamar utama bersama sang istri, Sabai Dieter, dan putra bungsunya.
Setelah mengetahui Bjorka sedang belajar mandiri, Ringgo justru merasa tidak tenang dan memutuskan untuk menyusul ke kamar sang anak secara diam-diam. Ia kemudian ikut berbaring di samping Bjorka hingga membuat sang putra merasa sedikit kecewa karena gagal mencoba tidur sendiri.
Ringgo kemudian membujuk Bjorka agar mau kembali tidur bersama keluarga dengan alasan pembuktian kemandiriannya sudah cukup dilakukan. Baginya, kehadiran anak-anak di sisi saat beristirahat adalah momen berharga yang tidak ingin ia lewatkan begitu saja.
Alasan Penting di Balik Tidur Bersama
Bagi pemain film ini, tidur bersama bukan sekadar berbagi tempat istirahat, melainkan sarana untuk membangun kedekatan emosional yang mendalam. Ia menganggap waktu sebelum tidur sebagai salah satu momen terindah yang ingin terus ia pertahankan selama mungkin.
Beberapa aktivitas rutin yang dilakukan Ringgo bersama anak-anak sebelum tidur antara lain:
- Menghabiskan waktu untuk saling bercanda dan berpelukan di tempat tidur.
- Berbincang santai mengenai kegiatan yang dilakukan sepanjang hari.
- Melakukan ritual doa bersama sebelum memejamkan mata.
- Saling mengucapkan kata-kata kasih sayang seperti "selamat malam" dan "aku sayang kamu".
Aktivitas-aktivitas tersebut dianggap Ringgo sebagai fondasi penting dalam hubungan orang tua dan anak. Ia ingin memastikan bahwa dirinya selalu menjadi "tempat aman" bagi anak-anaknya untuk bercerita dan berbagi perasaan mereka kapan saja.
Keintiman yang terbangun lewat kebiasaan ini dipercaya dapat memperkuat ikatan batin keluarga. Dengan tetap berada dalam satu jangkauan, Ringgo merasa bisa memberikan pengawasan sekaligus kasih sayang yang maksimal bagi pertumbuhan anak-anaknya.