Ribuan Anak PJB Luar Jawa Butuh Bantuan, Biaya Hidup Jadi Kendala Terbesar 2026

Ribuan Anak PJB Luar Jawa Butuh Bantuan, Biaya Hidup Jadi Kendala Terbesar 2026
Foto: Ribuan Anak PJB Luar Jawa Butuh Bantuan, Biaya Hidup Jadi Kendala Terbesar 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) masih menjadi tantangan kesehatan yang serius bagi anak-anak di Indonesia hingga saat ini. Diperkirakan ada sekitar 45.000 bayi yang lahir dengan kondisi medis tersebut setiap tahunnya.

Ironisnya, mayoritas atau sekitar 91 persen dari pasien tersebut berasal dari wilayah di luar Pulau Jawa. Hal ini memaksa ribuan keluarga menempuh perjalanan jauh ke kota besar untuk mengakses fasilitas medis yang memadai.

Proses penyembuhan PJB bukanlah jalan pintas karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan perhatian intensif. Pasien anak sering kali harus menjalani rangkaian operasi, kontrol rutin, hingga pemantauan jangka panjang di rumah sakit rujukan.

Salah satu pusat rujukan utama bagi penderita jantung di Indonesia adalah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Selain beban medis, keluarga juga kerap terhimpit oleh tingginya biaya hidup dan akomodasi selama berada di perantauan.

Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pemulihan Pasien

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan PJB PERKI, dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), menekankan pentingnya aspek emosional dalam pengobatan. Beliau menjelaskan bahwa kestabilan emosi keluarga sangat berdampak pada keberhasilan terapi sang anak.

Anak-anak yang didampingi oleh keluarga yang tenang biasanya akan jauh lebih kooperatif saat menjalani tindakan medis. Sayangnya, beban biaya hidup dan tempat tinggal sering kali menjadi penghambat utama bagi keluarga dari luar daerah.

Menanggapi situasi sulit ini, Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) meresmikan Rumah Singgah Kemanggisan di Jakarta Barat. Fasilitas ini hadir sebagai solusi bagi para orang tua yang sedang mendampingi anaknya berobat.

Rumah Singgah Kemanggisan tercatat sebagai cabang keempat sekaligus yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 66 kamar. Tempat ini dirancang untuk menampung keluarga pasien yang dirujuk ke berbagai rumah sakit di sekitar kawasan tersebut.

Fasilitas utama yang disediakan untuk mendukung kenyamanan keluarga pasien :

  • Kamar tidur privat yang tersedia bagi setiap keluarga pasien.
  • Dapur dan ruang makan bersama untuk keperluan konsumsi sehari-hari.
  • Ruang bermain khusus agar anak-anak tidak merasa bosan selama pengobatan.
  • Area belajar dan tempat ibadah yang nyaman bagi seluruh penghuni.
  • Layanan dukungan psikososial untuk menjaga kesehatan mental para orang tua.

Semua fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah singgah ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Dengan begitu, orang tua dapat sepenuhnya fokus mendampingi proses penyembuhan sang buah hati tanpa terbebani masalah ekonomi.

Komitmen Jangka Panjang Yayasan RMHC

Ketua Yayasan RMHC, Caroline Djajadiningrat, menyatakan bahwa tempat ini lebih dari sekadar penginapan sementara. Ia berharap rumah singgah bisa menjadi "rumah kedua" yang memberikan rasa aman dan dukungan moral yang kuat.

Sejak berdiri 15 tahun lalu, empat rumah singgah milik yayasan ini telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Total layanan yang diberikan mencakup lebih dari 62.000 malam menginap bagi ribuan keluarga.

Berikut adalah data kontribusi Yayasan RMHC bagi keluarga pasien selama masa operasionalnya :

Kategori Data Jumlah Pencapaian
Lama Masa Operasional 15 Tahun
Total Keluarga Terbantu Lebih dari 2.600 Keluarga
Total Malam Menginap Lebih dari 62.000 Malam
Kapasitas Kamar (Kemanggisan) 66 Kamar Privat

Data di atas menggambarkan betapa tingginya kebutuhan akan fasilitas pendamping bagi pasien anak dari luar daerah. Kehadiran rumah singgah ini menjadi jembatan bagi mereka yang berjuang demi kesehatan terbaik anak-anaknya.

Melalui kerja sama dengan PERKI dan berbagai donatur, Yayasan RMHC ingin memastikan tidak ada keluarga yang berjuang sendirian. Bagaimanapun, kehadiran orang tua di sisi anak adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari terapi medis.

Artikel terkait

Rekomendasi