Resmi! SCG Chemicals Kuasai 10,57 Persen Saham TPIA, Strategi Terbaru 2026

Resmi! SCG Chemicals Kuasai 10,57 Persen Saham TPIA, Strategi Terbaru 2026
Foto: Resmi! SCG Chemicals Kuasai 10,57 Persen Saham TPIA, Strategi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Perusahaan raksasa petrokimia asal Thailand, SCG Chemicals Public Company Limited, baru saja melakukan aksi korporasi besar di pasar modal Indonesia. Perusahaan ini memborong lebih dari 9,14 miliar lembar saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Melalui transaksi yang difasilitasi oleh PT CGS International Sekuritas Indonesia tersebut, SCG Chemicals kini resmi menguasai 10,57% saham TPIA. Langkah ini tercatat dalam laporan perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/6).

Dinamika Kepemilikan Saham Intiland

Sektor properti juga menunjukkan pergerakan yang dinamis, khususnya pada saham PT Intiland Development Tbk (DILD). Hope Diamond Management Ltd muncul sebagai pemegang saham baru setelah mengakuisisi 970 juta lembar atau setara 9,36% saham DILD.

Investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, turut memperkuat posisinya di emiten yang sama. Ia menambah koleksi sebanyak 2,5 juta saham, sehingga total kepemilikannya di DILD kini mencapai 7,34%.

Di sisi lain, CGS International Securities Singapore Pte Ltd justru memilih untuk melepas sebagian asetnya di DILD. Mereka menjual sekitar 470 juta lembar saham, yang menyisakan kepemilikan sebesar 5,66%.

Penambahan Porsi Saham di Berbagai Sektor

Beberapa investor institusi dan perorangan terpantau terus menambah porsi kepemilikan mereka di berbagai sektor industri. Berikut adalah rincian mengenai penambahan saham yang terjadi di pasar modal :

  • Surya Semesta Internusa (SSIA): PT Henan Putihrai Asset Management menambah 2 juta lembar saham, sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi 12,12%.
  • Japfa Comfeed Indonesia (JPFA): Japfa Pte Ltd memperkuat statusnya sebagai pengendali dengan membeli 98,90 juta lembar saham, meningkatkan porsi dari 55,43% menjadi 56,27%.
  • Fore Kopi Indonesia (FORE): Ferry Sudjono menambah 3,44 juta lembar saham dan kini memegang 5,32% saham di jaringan kopi populer tersebut.
  • Kian Santang Muliatama (RGAS): PT Kian Megah Investama resmi menjadi investor baru dengan kepemilikan 9,64% setelah membeli 140,62 juta lembar saham.
  • Galva Technologies (GLVA): PT Elsiscom Prima Karya menanamkan modal baru sebesar 10,65% melalui pembelian 159,80 juta lembar saham distributor komputer ini.

Aksi borong saham ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan-perusahaan tersebut. Pergerakan ini juga melibatkan berbagai sekuritas besar sebagai fasilitator transaksi.

Ringkasan Transaksi Saham Signifikan

Untuk memudahkan pemahaman mengenai perubahan porsi kepemilikan saham terbaru, berikut adalah tabel rangkuman transaksinya :

Kode Emiten Nama Investor Status/Perubahan Porsi Akhir (%)
TPIA SCG Chemicals Ltd Investor Baru 10,57%
DILD Hope Diamond Management Investor Baru 9,36%
DILD Lo Kheng Hong Tambah Saham 7,34%
JPFA Japfa Pte Ltd Tambah Saham 56,27%
RGAS PT Kian Megah Investama Investor Baru 9,64%
GLVA PT Elsiscom Prima Karya Investor Baru 10,65%
NSSS PT Samuel Sekuritas Jual Saham 18,37%

Tabel di atas merangkum perpindahan kepemilikan besar yang terjadi di berbagai sektor mulai dari petrokimia, properti, hingga agribisnis. Terlihat bahwa mayoritas transaksi merupakan aksi beli atau masuknya pemegang saham baru.

Berbeda dengan tren pembelian, PT Samuel Sekuritas Indonesia justru mengurangi porsinya di emiten sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Kepemilikan mereka menyusut dari 19,04% menjadi 18,37% setelah melepas 158,79 juta lembar saham.

Perubahan struktur pemegang saham ini merupakan hal lumrah dalam dinamika pasar modal untuk penyesuaian portofolio. Keputusan para investor besar ini sering kali menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah investasi kedepannya.

Artikel terkait

Rekomendasi