PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membawa kabar gembira bagi para pemegang sahamnya dengan mengumumkan kenaikan nilai dividen yang sangat signifikan. Perusahaan resmi menetapkan alokasi dividen tahun buku 2025 sebesar Rp201 per saham.
Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 101,7 persen jika dibandingkan dengan dividen tahun sebelumnya. Keputusan ini mencerminkan performa keuangan perusahaan yang tumbuh sangat positif sepanjang tahun tersebut.
Nilai total dividen sebesar Rp201 per saham tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp87 per saham yang telah dibayarkan pada akhir tahun 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan segera dicairkan mencapai Rp114 per saham.
Secara keseluruhan, UNVR mengalokasikan dana sekitar Rp7,6 triliun untuk dibagikan kepada investor. Jumlah ini setara dengan 100 persen dari total laba bersih yang berhasil dikantongi perseroan sepanjang tahun 2025.
Dampak Strategis Lepas Bisnis Es Krim dan Sariwangi
Peningkatan drastis nilai dividen ini tidak lepas dari pertumbuhan laba bersih perusahaan yang mencapai angka 127 persen. Selain itu, langkah divestasi atau penjualan beberapa unit bisnis utama memberikan kontribusi besar pada posisi kas perusahaan.
Pada akhir tahun 2025, Unilever Indonesia tercatat memperoleh dana segar sebesar Rp7 triliun dari penjualan unit bisnis es krim ke Magnum. Tak berhenti di situ, perusahaan kembali melakukan aksi korporasi pada awal tahun 2026.
UNVR sukses menjual merek legendaris Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, sebuah perusahaan di bawah naungan Grup Djarum. Transaksi pelepasan merek teh tersebut dilaporkan bernilai Rp1,5 triliun.
Berikut adalah ringkasan perbandingan nilai dividen UNVR dalam dua tahun terakhir:
| Keterangan | Tahun Buku 2024 | Tahun Buku 2025 |
|---|---|---|
| Dividen Interim | Rp41 per saham | Rp87 per saham |
| Dividen Final | Rp47 per saham | Rp114 per saham |
| Total Dividen | Rp88 per saham | Rp201 per saham |
Data di atas memperlihatkan tren peningkatan nilai pembagian keuntungan yang sangat tajam bagi para investor. Kenaikan ini didorong oleh efisiensi portofolio dan fokus perusahaan pada lini bisnis yang lebih menguntungkan.
Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang
Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, menjelaskan bahwa hasil divestasi memang direncanakan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam waktu singkat. Hal ini diwujudkan melalui pembagian dividen yang maksimal dari hasil keuntungan tersebut.
Setelah proses divestasi selesai, manajemen akan lebih fokus mengelola bisnis inti untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar Unilever di kategori produk lainnya.
Presiden Direktur UNVR, Benji Yap, menegaskan bahwa perusahaan akan mengalihkan sumber daya ke sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih kuat. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan produk di kategori perawatan tubuh atau personal care.
Benji menambahkan bahwa perubahan portofolio ini bertujuan untuk membangun struktur bisnis yang lebih terarah dan kompetitif di masa depan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Paparan Publik yang digelar pada Kamis, 4 Juni 2026.