Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat menjelang peringatan hari jadinya yang ke-250. Potongan material asli dari patung ikonik, Lady Liberty, kini diproduksi ulang menjadi koin koleksi yang sangat istimewa.
Perusahaan logam mulia Alchemist Mint yang berpusat di Rhode Island, Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan peluncuran koin edisi terbatas ini. Koleksi tersebut dihadirkan sebagai bentuk perayaan menyambut HUT ke-250 Negeri Paman Sam tersebut.
Melansir laporan dari NY Post pada Selasa (19/5/2026), koin yang diberi tajuk "Lady Liberty Enlightening the World" ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Material utamanya berasal dari tembaga asli Patung Liberty yang dikumpulkan selama masa restorasi besar-besaran pada tahun 1984 hingga 1986.
Pihak Alchemist Mint menyatakan bahwa ini merupakan momen pertama dalam sejarah di mana elemen asli dari patung tersebut diolah menjadi artefak nasional. Seluruh sisa tembaga dari masa restorasi tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk memproduksi koin bersejarah ini.
Detail Fisik dan Harga Koin Koleksi
Setiap artefak koleksi ini akan dicetak dengan diameter 30 mm dan memiliki bentuk segi delapan yang unik. Untuk menjamin eksklusivitasnya, setiap koin akan dilengkapi dengan nomor seri individual yang diukir dengan rapi pada bagian tepinya.
Sebagai bukti keaslian, pembeli juga akan mendapatkan dokumen resmi yang memverifikasi asal-usul logam tersebut dari Patung Liberty. Koin edisi spesial ini dibanderol dengan harga jual sebesar USD 250 atau jika dikonversi sekitar Rp4,4 juta.
Detail desain koin edisi khusus HUT ke-250 Amerika Serikat:
- Bagian depan menampilkan profil Lady Liberty yang dibingkai oleh 50 bintang dengan simbol obor tepat di atas hatinya.
- Bagian belakang memuat gambar karangan bunga laurel yang dipadukan dengan kutipan kalimat dari Deklarasi Kemerdekaan.
- Latar belakang sisi belakang koin dihiasi dengan detail bendera Amerika Serikat yang menambah kesan patriotik.
Bagi kolektor yang tertarik, pemesanan dapat dilakukan melalui situs resmi reallibertycopper.com dengan menyetorkan uang muka sebesar USD 25. Pengiriman unit koin direncanakan akan mulai dilakukan pada akhir musim gugur tahun ini.
Terdapat pula opsi khusus bagi pembeli yang menginginkan nomor seri dengan tahun tertentu agar peringatan ulang tahun Amerika terasa lebih personal. Namun, untuk layanan khusus ini, pembeli diwajibkan membayar biaya tambahan dan menyetorkan deposit sebesar USD 50.
Pihak penyelenggara berkomitmen untuk menyumbangkan sekitar 20 persen dari hasil penjualan bersih koin tersebut. Dana bantuan akan disalurkan ke Kongres Kebebasan Amerika yang baru dibentuk serta berbagai yayasan yang bergerak di bidang militer, seni, dan pelestarian sejarah.
Menilik Sejarah Panjang Patung Liberty
Patung Liberty merupakan mahakarya yang dirancang oleh pematung Frederic-Auguste Bartholdi dan diresmikan oleh Presiden Grover Cleveland. Monumen yang berdiri kokoh di Pelabuhan New York ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada 28 Oktober 1886 dengan ketinggian mencapai 48 meter.
Secara visual, patung ini menggambarkan sosok wanita yang mengangkat obor kemenangan di tangan kanan. Sementara di tangan kirinya, ia memegang sebuah tablet bertuliskan tanggal bersejarah Deklarasi Kemerdekaan, yakni 4 Juli 1776.
Ide besar pembuatan patung ini pertama kali diusulkan oleh seorang sejarawan asal Prancis bernama Edouard de Laboulaye pada tahun 1865. Proyek ambisius ini baru bisa terwujud beberapa dekade kemudian berkat kerja keras Bartholdi dan bantuan teknis dari arsitek ternama lainnya.
Beberapa fakta menarik mengenai pembangunan Patung Liberty adalah sebagai berikut:
- Struktur internal patung dirancang oleh Alexandre-Gustave Eiffel, sosok di balik berdirinya Menara Eiffel di Paris.
- Patung dikirim dari Prancis ke New York dalam bentuk potongan-potongan terpisah untuk memudahkan perakitan di Pulau Bedloe.
- Pulau Bedloe yang menjadi lokasi berdirinya patung kini telah berganti nama menjadi Pulau Liberty.
- Saat peresmian, Bartholdi secara simbolis menarik bendera Prancis yang menutupi wajah patung di depan ribuan penonton.
Hingga saat ini, Patung Liberty tetap menjadi simbol global bagi kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia. Kehadirannya terus mengingatkan dunia pada nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh Amerika Serikat dan Prancis.
Makna Puisi pada Plakat Patung
Di bagian alas patung, terdapat sebuah plakat yang memuat penggalan soneta karya Emma Lazarus yang berjudul "The New Colossus". Puisi tersebut memuat kalimat yang sangat menyentuh mengenai harapan bagi mereka yang mencari kehidupan baru.
Baris yang paling populer dalam puisi tersebut berbunyi: "Berikan padaku yang lelah, yang miskin, massa-massamu yang berdesakan mendambakan kebebasan." Pesan ini mempertegas posisi Amerika Serikat sebagai negara yang terbuka bagi para imigran tanpa memandang latar belakang.
Meskipun memiliki makna yang sangat mendalam bagi sejarah imigrasi, plakat puisi tersebut sebenarnya tidak dipasang saat hari peresmian. Baru pada tahun 1903, plakat logam yang berisi karya Emma Lazarus tersebut dipasangkan secara permanen pada alas beton patung.
Sejarawan Barry Moreno menyebutkan bahwa patung ini merupakan bentuk penghormatan bagi para pendatang yang menghargai demokrasi. Patung Liberty menjadi bukti fisik atas janji kebebasan yang ditawarkan oleh deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.
Kontroversi Wajah Donald Trump di Paspor Terbaru
Menjelang perayaan HUT ke-250, sebuah kebijakan baru dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memicu perdebatan di tengah masyarakat. Hal ini berkaitan dengan rencana menampilkan wajah Presiden Donald Trump pada halaman dalam dokumen paspor terbaru.
Berdasarkan laporan CNN, paspor edisi khusus ini akan menjadi standar bagi warga yang melakukan perpanjangan dokumen secara langsung di Kantor Paspor Washington. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah yang tidak biasa dalam memperingati momen kemerdekaan nasional.
Ringkasan informasi mengenai paspor edisi khusus HUT ke-250 AS:
| Fitur Paspor | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Penerbitan | Khusus di Kantor Paspor Washington |
| Masa Berlaku | 10 Tahun |
| Desain Khusus | Wajah dan tanda tangan Donald Trump dalam warna emas |
| Metode Lain | Pengajuan daring tetap menggunakan desain paspor standar |
Juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa paspor ini dirancang khusus untuk memperingati peristiwa sejarah yang besar. Ia menekankan bahwa meskipun ada perubahan estetika, fitur keamanan dokumen tersebut tetap menjadi yang paling canggih di dunia.
Namun, langkah ini tetap menuai pro dan kontra karena dinilai terlalu politis untuk sebuah dokumen identitas negara. Biasanya, peringatan HUT kemerdekaan hanya dilakukan melalui penerbitan koin koleksi atau prangko khusus, bukan perubahan desain pada paspor resmi negara.