Sate klatak adalah sajian kuliner khas Yogyakarta yang menawarkan sesuatu berbeda dari sate tradisional lainnya. Keunikan hidangan ini terletak pada penggunaan bumbu sederhana yang mengekspos kualitas daging kambing muda serta tusukan dari jeruji besi. Panduan ini akan memandu Anda untuk membuat sate klatak yang empuk dan tidak berbau prengus di rumah.
Jeruji besi digunakan sebagai tusukan karena dapat menghantarkan panas secara merata selama proses pemanggangan. Ini memastikan daging matang hingga bagian dalam tanpa kehilangan kelembutan. Metode ini memberikan cita rasa unik yang khas. Mari kita bahas resep lengkapnya berikut ini :
Sejarah Sate Klatak:
Sate klatak berasal dari Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Salah satu tokoh yang dikenal sebagai pelopornya adalah Mbah Ambyah dari Jejeran, Wonokromo, Pleret, yang berjualan pada tahun 1940-an. Namun, catatan lainnya menyebutkan bahwa sate ini telah ada dalam dokumen Departemen Pertanian tahun 1967.
Nama 'klatak' dipercaya berasal dari bunyi "klatak-klatak" yang terdengar saat lemak kambing menetes ke bara api. Ada juga yang mengaitkannya dengan buah melinjo yang banyak berjatuhan di tempat awal Mbah Ambyah membuka warung. Sate ini unik karena menggunakan tusuk dari jeruji besi sepeda yang membuatnya matang merata dari dalam. Bumbu yang digunakan sangat sederhana, hanya garam dan sedikit merica, membiarkan rasa asli daging kambing tetap terasa.
Bahan-Bahan untuk Membuat Sate Klatak Empuk:
- Daging kambing muda atau domba, dipotong dadu ukuran 2x2 cm (500-600 gram).
- Bawang putih yang dihaluskan (5-6 siung atau 50 gram).
- Garam (1 sendok teh atau secukupnya).
- Air perasan jeruk limau atau nipis (1-2 sendok makan).
- Tusuk sate dari besi atau stainless steel.
- Bumbu Olesan (opsional):
- Margarin (150-250 gram).
- Kecap manis (100-170 ml).
- Bawang putih panggang dan haluskan (3-6 siung atau 50 gram).
- Jahe haluskan (25 gram atau 3 cm).
- Bahan Kuah Gulai (sebagai pelengkap):
- Tetelan daging kambing (300 gram) dan tulang kambing (500 gram).
- Santan cair (500-750 ml) dan santan kental (80-200 ml).
- Serai yang dimemarkan (1-2 batang), daun jeruk (2-3 lembar).
- Bumbu halus gulai (bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, lengkuas, jintan, garam, merica).
- Bumbu bubuk (cengkeh, kayu manis, ketumbar, jintan).
- Air asam jawa (1 sendok makan) dan minyak goreng (3 sendok makan).
Panduan Lengkap Membuat Sate Klatak:
Persiapan Daging:
Potong daging dengan ukuran dadu sekitar 2x2 cm dan lumuri dengan haluskan bawang putih, garam, serta perasan jeruk limau atau nipis merata. Simpan di lemari pendingin 40 menit hingga 2 jam agar bumbu meresap.
Membuat Kuah Gulai (opsional):
Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk hingga harum. Masukkan irisan tetelan daging dan tumis sampai setengah matang. Tambahkan bumbu bubuk dan santan cair. Masukkan santan kental, masak dengan api sedang hingga kuah mengental.
Menyusun dan Membakar Sate:
Campurkan bahan olesan jika menggunakan. Tusuk daging ke tusuk sate besi. Panaskan arang atau grill pan. Bakar sate sambil sesekali diolesi bumbu olesan dan dibalik hingga matang merata.
Penyajian:
Sajikan sate klatak dengan kuah gulai hangat, acar, irisan kol, tomat, cabai rawit, dan bawang goreng.
Tips:
Pilih daging kambing muda atau domba yang lebih lembut dan kurang aroma khas. Gunakan kambing betina untuk meminimalisir aroma yang kuat. Bagian paha belakang, punggung, dan has dalam cocok untuk sate karena lebih empuk.
Hindari mencuci daging kambing agar tidak menambah aroma khas. Gunakan jeruk nipis jika terlanjur dicuci. Garam juga bisa mengurangi aroma khas bila didiamkan satu jam. Buang lemak berlebih, namun sisakan sedikit untuk rasa. Potong daging melintang serat untuk menjaga kelembutan.
Bumbu meresap lebih baik jika dimarinasi 40 menit hingga 2 jam dalam lemari pendingin. Nanas bisa melunakkan daging, namun jangan terlalu lama. Bakar sate dengan arang panas dan stabil untuk menjaga sari daging tetap di dalam, sehingga daging empuk.
Pertanyaan Umum Seputar Sate Klatak:
- Apa yang membuat sate klatak berbeda dari sate lainnya? Sate klatak menggunakan bumbu minimalis dan tusuk dari jeruji besi.
- Mengapa sate klatak menggunakan tusuk besi? Tusuk besi menghantarkan panas merata ke seluruh daging.
- Bagaimana cara menghilangkan aroma khas daging kambing untuk sate klatak? Hindari mencuci daging, gunakan jeruk nipis, dan pilih kambing muda atau betina.
- Apakah sate klatak selalu disajikan dengan kuah gulai? Umumnya iya, meski kadang disajikan dengan sambal kecap.
- Bagian daging mana yang paling cocok untuk sate? Bagian paha belakang, punggung, dan has dalam karena tekstur lebih lembut dan aroma tak terlalu kuat.