Piala Dunia 2026 akan segera digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini menjadi yang pertama kalinya dengan format 48 tim, dan digelar di 16 kota dari Juni hingga Juli 2026.
Namun, menjelang pembukaan pada 11 Juni 2026, suasana tidak begitu semarak. Menurut Euronews, harga tiket dianggap terlalu mahal, sehingga FIFA menghadapi banyak tekanan.
Netralitas politik FIFA juga dipertanyakan karena sikap Presiden FIFA Gianni Infantino yang terkesan dekat dengan Donald Trump. Hal ini menggerus kepercayaan publik.
Federasi Sepak Bola Iran misalnya, menyatakan pesimis menyambut turnamen ini. Mereka khawatir dengan situasi geopolitik dan serangan yang terjadi.
Sebanyak 120 lebih organisasi bahkan mengeluarkan peringatan perjalanan bagi tamu Piala Dunia di Amerika Serikat. Masalah ini membuat publik bertanya-tanya soal kesuksesan ajang ini.
Di balik situasi tersebut, berikut adalah rangkuman jersey terbaik dan terburuk dari 48 tim yang berpartisipasi:
Jersey Terbaik
Argentina – Jersey Tandang:
Argentina menghadirkan desain yang mengagumkan dengan motif dedaunan biru di atas dasar hitam. Ini terinspirasi seni Fileteado yang khas di Buenos Aires.
Ghana – Jersey Kandang:
Desainnya terinspirasi dari Anansi, karakter cerita rakyat Afrika Barat, lengkap dengan motif jaring laba-laba.
Prancis – Jersey Kandang:
Dengan warna biru khas dan ornamen zigzag serta kerah putih, desain Prancis kali ini memancarkan kesan elegan.
Meksiko – Jersey Kandang:
Jersey hijau ini menampilkan kalender Aztec yang rumit dan mempesona. Kombinasi warna bendera nasional dieksekusi dengan baik.
Nigeria – Jersey Tandang:
Memadukan warna bendera dengan desain sederhana namun mencolok, termasuk motif api yang keren.
Jersey Terburuk
Amerika Serikat – Jersey Kandang:
Desain dengan garis bergelombang merah-putih terlalu literal, tidak sepadan dengan semarak perayaan 250 tahun AS.
Swedia – Jersey Tandang:
Meskipun menarik, pola gelombang pada jersey ini membuat pusing dan mengingatkan pada tentakel gurita.
Brasil – Jersey Tandang:
Motif hitam dan biru yang menggambarkan katak Amazon namun terlihat seperti noda keringat.
Inggris – Jersey Kandang:
Terinspirasi dari era 1990-an, namun tetap membosankan dan tidak ada yang menonjol.
Jerman – Jersey Tandang:
Meski mengusung nostalgia, desain berlian ini terasa biasa, tidak spektakuler untuk akhir kerja sama dengan Adidas.
Terlepas dari kontroversi dan tantangan yang ada, Piala Dunia 2026 tetap diharapkan menjadi ajang yang menyatukan pencinta sepak bola di seluruh dunia.