Rahasia Rumah Adat Nias Tahan Gempa Diungkap Guru Besar UI, Jadi Inspirasi Desain Modern 2026 yang Banyak Dicari

Rahasia Rumah Adat Nias Tahan Gempa Diungkap Guru Besar UI, Jadi Inspirasi Desain Modern 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Rahasia Rumah Adat Nias Tahan Gempa Diungkap Guru Besar UI, Jadi Inspirasi Desain Modern 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indonesia merupakan negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, sehingga risiko terjadinya gempa bumi sangat tinggi bagi masyarakatnya.

Namun, potensi bencana ini sebenarnya sudah bisa diantisipasi melalui kearifan lokal yang telah diterapkan sejak zaman dahulu pada bangunan tradisional.

Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Ir. Yuskar Lase, DEA, seorang Guru Besar dari Universitas Indonesia, dalam pidato pengukuhannya baru-baru ini.

Beliau menyampaikan bahwa meskipun gempa bumi tidak bisa dihindari, dampaknya terhadap bangunan sebenarnya adalah sebuah pilihan dalam perancangan.

Mengubah Paradigma Konstruksi Modern

Dalam pidatonya, Prof. Yuskar mengkritik dominasi metode fixed base atau fondasi kaku yang banyak digunakan pada konstruksi gedung modern saat ini.

Konsep tersebut memaksa bangunan untuk menahan dan melawan energi gempa secara langsung, yang justru berisiko tinggi bagi bangunan sederhana.

Ia menyarankan agar paradigma konstruksi beralih ke pendekatan yang lebih adaptif, yaitu dengan metode sliding base yang memungkinkan bangunan bergerak mengikuti getaran.

Menurutnya, membangun hutan beton di atas jalur patahan aktif merupakan sebuah paradoks pembangunan yang harus segera diperbaiki melalui perubahan desain.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa paradigma konstruksi kaku perlu ditinjau kembali:

  • Bangunan kaku cenderung melawan energi gempa secara frontal sehingga risiko keruntuhan struktur lebih besar.
  • Metode fixed base kurang cocok diterapkan pada bangunan masyarakat menengah ke bawah yang tidak menggunakan standar teknik tinggi.
  • Dampak kerusakan gempa bukan hanya ditentukan oleh kekuatan magnitudo, melainkan juga oleh ketahanan desain bangunan itu sendiri.

Perubahan pola pikir ini diharapkan dapat menciptakan bangunan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu "menari" bersama guncangan alam.

Keunggulan Rumah Adat Omo Hada Nias

Salah satu bukti nyata ketangguhan arsitektur lokal yang dipuji oleh Prof. Yuskar adalah rumah adat Omo Hada dari Pulau Nias.

Bangunan tradisional ini memiliki struktur yang sangat fleksibel karena menggunakan tumpuan batu, sambungan semi-kaku, serta penyangga diagonal.

Sistem ini terbukti sangat efektif karena mampu meredam energi gempa melalui mekanisme gesekan dan perubahan bentuk yang terkendali.

Sebagai contoh, saat gempa besar melanda Nias pada tahun 2005 dengan kekuatan 8,6 Mw, rumah-rumah ini terbukti tetap berdiri kokoh.

Data ketahanan rumah adat Nias dibandingkan dengan konstruksi modern pada umumnya:

Aspek Ketahanan Rumah Adat Omo Hada Bangunan Kaku Modern
Sistem Struktur Fleksibel (Sliding Base Alami) Kaku (Fixed Base)
Respons Gempa Bergeser mengukuti getaran Menahan energi secara kaku
Kondisi Pascagempa Bergeser ~10 cm tanpa rusak Risiko retak hingga runtuh

Tabel tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Nusantara sebenarnya sudah mengenal konsep resiliensi bangunan jauh sebelum teknologi modern berkembang.

Inspirasi Teknologi Konstruksi Masa Depan

Prinsip fleksibilitas dari rumah Omo Hada kini diadaptasi ke dalam teknologi mutakhir seperti Double Concave Friction Pendulum (DCFP).

Teknologi ini memungkinkan sebuah gedung modern bergerak relatif terhadap tanah, sehingga kerusakan pada struktur utama dapat diminimalisir secara signifikan.

Prof. Yuskar juga telah mempublikasikan penelitian terkait penggunaan karet elastis sebagai elemen penyambung antar gedung yang berdekatan.

Inovasi ini berfungsi untuk meredam tumbukan dan getaran antar bangunan saat terjadi guncangan hebat agar tidak saling menghancurkan.

Sudah saatnya industri konstruksi di Indonesia beralih dari bangunan yang kaku menuju struktur yang lebih cerdas dan adaptif terhadap dinamika alam.

Artikel terkait

Rekomendasi