Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Muncul dengan Selang Oksigen, Ini Kondisinya

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Muncul dengan Selang Oksigen, Ini Kondisinya
Foto: Ilustrasi Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Muncul dengan Selang Oksigen, Ini Kondisinya.
Ukuran teks

Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat luas setelah kehadirannya di depan publik belum lama ini. Sosok calon ratu ini terlihat muncul dengan selang oksigen yang terpasang di hidungnya saat merayakan Hari Konstitusi Norwegia.

Perempuan berusia 52 tahun tersebut turut serta dalam parade anak-anak yang berlangsung di kediaman resmi kerajaan, Skaugum, dekat Oslo. Meski dalam kondisi kesehatan yang menantang, ia tetap menunjukkan semangat untuk memperingati hari bersejarah negaranya bersama keluarga besar.

Hari Konstitusi Norwegia sendiri merupakan momen penting untuk merayakan penandatanganan konstitusi tahun 1814 yang biasanya diisi dengan parade militer dan hiburan musik. Suasana meriah tersebut terlihat jelas melalui pengibaran bendera dan berbagai perayaan publik yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Selama acara berlangsung, Mette-Marit yang mengenakan alat bantu pernapasan terlihat berpose untuk sesi foto di balkon serta halaman istana. Ia tidak sendirian, melainkan didampingi oleh suaminya, Putra Mahkota Haakon, dan putra mereka, Pangeran Sverre Magnus.

Keluarga inti ini juga tampak didampingi oleh Raja Harald yang kini berusia 89 tahun serta Ratu Sonja yang berumur 88 tahun. Kehadiran mereka secara lengkap menjadi simbol kekuatan keluarga kerajaan di tengah berbagai tantangan kesehatan dan masalah hukum yang sedang dihadapi.

Mette-Marit memilih busana yang elegan berupa mantel abu-abu yang warnanya senada dengan jaket sang suami saat menyapa warga. Ia tetap ramah melambaikan tangan kepada kerumunan orang, sementara putra bungsunya terlihat sibuk memegang tali anjing peliharaan mereka, Molly.

Pada beberapa kesempatan lain, sang putri harus beristirahat dengan duduk di sebuah bangku kayu panjang untuk menjaga stamina tubuhnya. Sementara itu, Putra Mahkota Haakon dan Pangeran Sverre Magnus dengan setia berdiri mendampingi di sisi kanan dan kirinya.

Kondisi Medis dan Rencana Transplantasi Paru-paru

Penggunaan alat bantu pernapasan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena kondisi medis fibrosis paru-paru yang diidapnya sejak tahun 2018. Penyakit ini diketahui mengalami penurunan kondisi yang cukup signifikan pada musim gugur tahun lalu, sehingga memerlukan penanganan lebih intensif.

Pihak Istana Kerajaan menjelaskan bahwa rangkaian tes kesehatan telah menunjukkan adanya perburukan kondisi pada fungsi paru-paru Putri Mahkota. Hal ini memicu tim dokter dari Rumah Sakit Universitas Rikshospitalet untuk mulai melakukan evaluasi terkait kemungkinan tindakan operasi transplantasi.

Fakta mengenai kondisi medis fibrosis paru-paru yang diderita Putri Mette-Marit:

  • Penyakit ini menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada organ paru-paru penderitanya.
  • Akibat jaringan parut tersebut, sistem pernapasan menjadi semakin sulit dan terbatas seiring berjalannya waktu.
  • Profesor Are Martin Holm selaku pakar kedokteran pernapasan mengonfirmasi bahwa transplantasi menjadi opsi yang diperlukan.
  • Saat ini tim medis sedang bersiap agar prosedur bedah tersebut dapat dilakukan segera setelah waktunya dianggap tepat.

Meskipun persiapan terus dilakukan, hingga kini belum ada keputusan pasti mengenai kapan sang putri akan masuk ke dalam daftar tunggu resmi. Tim dokter masih memantau perkembangan fisik Mette-Marit secara rutin sebelum mengambil langkah medis yang lebih berisiko tersebut.

Walaupun fisiknya terbatas, sang putri tetap memberikan senyum hangat kepada masyarakat yang hadir menonton parade nasional pada hari Minggu itu. Ketegarannya di depan publik mendapatkan banyak simpati dari warga Norwegia yang memadati lokasi acara di sekitar istana.

Di sisi lain, Putri Ingrid Alexandra yang merupakan calon Ratu masa depan Norwegia terpaksa absen dalam perayaan keluarga kali ini. Perempuan berusia 22 tahun tersebut diketahui sedang berada di Sydney, Australia, untuk menjalankan agenda kegiatannya sendiri.

Melalui pesan resmi di situs kerajaan, Ingrid mengungkapkan rasa rindu yang mendalam terhadap suasana kampung halamannya saat hari besar tersebut. Ia merasa senang karena semua orang bisa berdandan rapi dan merayakan Konstitusi dengan penuh kebanggaan meskipun ia sedang berada jauh.

Masalah Hukum yang Menjerat Putra Sulung

Ketidakhadiran anggota keluarga lain juga terlihat pada sosok Marius Borg Høiby, putra sulung Mette-Marit dari pernikahan sebelumnya. Pria berusia 29 tahun tersebut saat ini masih mendekam di dalam penjara sembari menunggu kepastian hukum atas kasus yang menjeratnya.

Marius menghadapi persidangan atas tuduhan serius berupa kasus pemerkosaan yang proses hukumnya baru saja berakhir pada Maret 2026. Publik kini tengah menanti putusan akhir yang rencananya akan dibacakan oleh Pengadilan Distrik Oslo pada pertengahan Juni mendatang.

Rincian dakwaan hukum yang dihadapi oleh Marius Borg Høiby:

  • Marius menghadapi total 40 dakwaan berbeda, termasuk empat poin tuduhan pemerkosaan yang hingga kini ia bantah.
  • Jika terbukti bersalah atas dakwaan terberat, jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara selama tujuh tahun tujuh bulan.
  • Ia juga dituduh melakukan tindak kekerasan terhadap mantan pasangannya, Nora Haukland, serta mantan kekasihnya yang lain.
  • Laporan penyelidikan menyebutkan bahwa para korban diduga diserang saat mereka sedang dalam kondisi tidak sadar atau tertidur.

Jaksa Penuntut Umum, Sturla Henriksbø, menegaskan bahwa kasus ini tergolong sangat serius karena melibatkan kekerasan dalam hubungan dekat. Tindakan semacam ini dinilai dapat meninggalkan trauma mendalam dan merusak masa depan kehidupan para korban yang terlibat.

Klarifikasi Terkait Skandal Jeffrey Epstein

Di tengah kondisi fisiknya yang melemah, Putri Mette-Marit juga sempat memberikan pernyataan perdana terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Wawancara eksklusif tersebut dilakukan bersama media NRK di kediaman Skaugum tepat setelah persidangan putra sulungnya selesai.

Ia secara terbuka menyatakan penyesalannya dan berharap tidak pernah bertemu dengan pria yang merupakan terpidana kejahatan seksual tersebut. Pengakuan ini muncul di tengah tekanan publik yang menanyakan keterkaitan anggota kerajaan dengan sosok kontroversial itu.

Mette-Marit menceritakan bahwa perkenalannya dengan Epstein terjadi pada tahun 2011 melalui perantara beberapa kenalan di bidang kesehatan global. Ia mengaku saat itu menaruh kepercayaan penuh pada penilaian rekan-rekannya yang aktif dalam organisasi internasional tersebut.

Selama sesi wawancara selama 20 menit itu, ia juga menekankan betapa beratnya situasi yang ia hadapi saat ini sebagai seorang ibu. Selain harus mendampingi putranya yang terjerat hukum, ia juga harus berjuang melawan penyakit kronis yang menuntut banyak waktu istirahat.

Ringkasan situasi yang dihadapi Putri Mahkota Mette-Marit:

Aspek Kehidupan Kondisi Terkini
Kesehatan Fisik Mengidap fibrosis paru kronis dan memerlukan bantuan oksigen portabel.
Tindakan Medis Sedang dalam tahap evaluasi untuk menjalani operasi transplantasi paru-paru.
Urusan Keluarga Putra sulungnya, Marius, terjerat kasus hukum berat dengan ancaman penjara lama.
Isu Sosial Memberikan klarifikasi atas hubungan masa lalu dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Pihak kerajaan terus memberikan dukungan penuh agar Mette-Marit dapat melewati masa-masa sulit ini dengan tenang. Komitmen sang putri untuk tetap tampil di depan publik meski dengan selang oksigen menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap tugas-tugas kenegaraan.

Artikel terkait

Rekomendasi