Profil Todotua Pasaribu, Calon Wamen Investasi Kabinet Prabowo yang Jadi Sorotan 2026

Profil Todotua Pasaribu, Calon Wamen Investasi Kabinet Prabowo yang Jadi Sorotan 2026
Foto: Profil Todotua Pasaribu, Calon Wamen Investasi Kabinet Prabowo yang Jadi Sorotan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara kedatangan sosok penting pada Selasa, 15 Oktober 2024. Tokoh tersebut adalah Todotua Pasaribu, yang kini santer dikabarkan akan mengisi posisi Wakil Menteri Investasi.

Todotua merupakan CEO Bomba Group yang turut hadir dalam rangkaian pemanggilan calon anggota kabinet Prabowo-Gibran. Kehadirannya memperkuat sinyal bahwa ia akan menjadi bagian dari tim ekonomi pemerintah mendatang.

Kepada awak media, Todotua mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan pertemuan langsung dengan Prabowo Subianto. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengabdi dalam pemerintahan baru setelah diminta secara prinsip oleh sang Presiden terpilih.

"Tadi kami sudah bertemu Bapak Presiden, secara prinsip Bapak Presiden meminta kami untuk membantu beliau dalam pemerintahan berikutnya," ungkap Todotua di hadapan wartawan. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk mendukung visi besar kepemimpinan nasional selanjutnya.

Profil dan Rekam Jejak Todotua Pasaribu

Penunjukkan Todotua bukanlah tanpa alasan, mengingat perannya yang cukup signifikan selama masa kampanye. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, ia tercatat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Selain aktif di kancah politik, Todotua memiliki latar belakang profesional yang sangat kuat di dunia bisnis. Ia memimpin Bomba Group, sebuah perusahaan holding investasi yang memiliki portofolio bisnis sangat luas.

Bidang usaha yang dikelola oleh Bomba Group di bawah kepemimpinannya meliputi:

  • Sektor perkebunan dan pertanian berskala besar.
  • Industri pertambangan mineral dan batu bara.
  • Pengembangan properti dan kawasan komersial.
  • Penyediaan energi dan infrastruktur kelistrikan.
  • Layanan kontraktor serta sistem logistik terintegrasi.

Daftar lini bisnis tersebut menunjukkan kapasitas Todotua dalam mengelola berbagai sektor investasi yang kompleks. Pengalaman ini dinilai relevan dengan jabatan Wakil Menteri Investasi yang kemungkinan besar akan ia emban.

Lahir pada 14 Januari 1980, Todotua merupakan lulusan Jurusan Teknologi Industri dari Universitas Trisakti. Latar belakang pendidikan ini memberikannya pemahaman teknis yang mendalam mengenai operasional industri di Indonesia.

Karier profesionalnya juga mencakup posisi strategis di PT Thopas Artha Nauli sebagai direktur. Perusahaan ini berfokus pada layanan pemeliharaan serta pembangunan pabrik baru untuk berbagai sektor industri vital.

Beberapa sektor industri yang ditangani oleh perusahaan tersebut antara lain:

  • Pembangkit listrik dan fasilitas energi.
  • Pabrik semen dan manufaktur material bangunan.
  • Pabrik pupuk dan industri petrokimia.
  • Sektor minyak, gas, serta kegiatan pertambangan lainnya.

Cakupan kerja yang luas ini membuktikan kepiawaiannya dalam menjaga keberlangsungan operasional industri strategis nasional. Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai direktur di PT Pundimas Chatura Indonesia sejak Agustus 2012 hingga September 2023.

Misi Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dalam diskusinya dengan Prabowo, Todotua mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintah ke depan adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini menjadi krusial demi mendukung target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional.

Presiden terpilih menargetkan ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga menyentuh angka 8 persen di masa jabatannya. Angka tersebut memerlukan dukungan penuh dari arus modal masuk serta kemudahan dalam berbisnis.

Todotua merangkum dua arahan utama yang diberikan oleh Prabowo Subianto kepadanya:

Aspek Fokus Tujuan Utama
Iklim Investasi Menciptakan lingkungan usaha yang stabil dan menarik bagi investor global maupun domestik.
Reformasi Birokrasi Memangkas rantai prosedur yang rumit agar proses perizinan menjadi lebih efisien dan transparan.

Tabel di atas menggambarkan prioritas kerja yang harus segera dilaksanakan untuk mempercepat akselerasi ekonomi. Todotua menekankan bahwa birokrasi yang berbelit-belit seringkali menjadi penghambat utama masuknya modal ke dalam negeri.

"Pesan yang disampaikan Bapak Presiden adalah untuk kita bagaimana bisa menciptakan iklim investasi yang baik," tutur Todotua. Ia menambahkan bahwa perbaikan sistem birokrasi yang rumit menjadi agenda yang tidak bisa ditunda lagi.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepercayaan lebih bagi para pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan demikian, lapangan kerja baru dapat tercipta dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

Pemanggilan Todotua bersama tokoh-tokoh lainnya selama dua hari terakhir menunjukkan keseriusan Prabowo dalam menyusun tim ahli. Formasi kabinet ini dipersiapkan untuk langsung bekerja cepat segera setelah pelantikan resmi dilakukan.

Artikel terkait

Rekomendasi