Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Backless Dress di Festival Film Cannes 2026

Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Backless Dress di Festival Film Cannes 2026
Foto: Ilustrasi Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Backless Dress di Festival Film Cannes 2026.
Ukuran teks

Aktris dan produser berbakat asal Indonesia, Prilly Latuconsina, tampil memukau saat menghadiri gelaran bergengsi Festival Film Cannes 2026. Kehadirannya di ajang internasional ini bukan sekadar untuk bergaya, melainkan menjalankan misi penting mempromosikan industri sinema tanah air di kancah global.

Dalam balutan busana yang elegan, Prilly terlihat di karpet merah bersama aktor Omara Esteghlal dan tim Next Step Studio. Mereka secara aktif memperkenalkan deretan karya film Indonesia melalui rangkaian agenda Cannes Film Market 2026 yang menjadi pusat pertemuan para sineas dunia.

Gaya Klasik Prilly Latuconsina dengan Sentuhan Lokal

Untuk penampilannya di karpet merah, Prilly memilih busana yang memadukan kesan modern sekaligus mewah. Ia mengenakan gaun panjang model backless berwarna hitam yang dihiasi motif floral emas nan menawan.

Gaun tersebut merupakan karya istimewa dari desainer lokal Liliana Lim yang diambil dari koleksi Louvell. Penampilan Prilly semakin sempurna berkat arahan gaya dari stylist Andrea Panaga yang memberikan kesan berkelas.

Aktris berusia muda ini juga melengkapi tampilannya dengan perhiasan emas dari lini miliknya sendiri, yakni ILY Gold. Perpaduan antara busana desainer lokal dan aksesori pribadi ini menunjukkan dukungannya yang besar terhadap industri kreatif dalam negeri.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (14/05/2026), Prilly terlihat membawa tas tangan mungil dari merek mewah Chanel. Ia tampil dengan riasan wajah natural yang justru mempertegas aura kecantikan klasiknya di depan kamera.

Dalam kolom keterangan unggahannya, Prilly mengekspresikan antusiasmenya terhadap dunia perfilman dan busana indah. Ia menuliskan bahwa dirinya sangat bersemangat menantikan hal-hal besar selanjutnya yang akan dikerjakan bersama brand perhiasannya.

Banyak warganet yang memberikan pujian atas keberhasilan Prilly membawa identitas mode Indonesia ke panggung kelas dunia. Kehadirannya dinilai menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia kini semakin percaya diri bersaing di level internasional.

Prilly dan Omara hadir sebagai perwakilan sineas muda dari Indonesia dalam perhelatan Festival Film Cannes yang ke-79. Keduanya tidak hanya berpose di karpet merah, tetapi juga aktif mengunjungi booth Indonesian Cinema untuk mempromosikan film-film terbaru.

Daftar agenda utama Prilly Latuconsina selama berada di Cannes:

  • Menghadiri rangkaian acara resmi di karpet merah Festival Film Cannes ke-79.
  • Mempromosikan film terbaru berjudul Holy Crowd yang dibintanginya secara langsung.
  • Melakukan pertemuan profesional di booth Indonesian Cinema dalam ajang Cannes Film Market.
  • Mewakili generasi muda kreatif Indonesia untuk memperluas jaringan distribusi film di pasar global.

Aktivitas padat tersebut menunjukkan dedikasi Prilly dalam memperkuat posisi film-film Indonesia agar semakin dikenal oleh penonton internasional. Penampilan modisnya menjadi daya tarik tambahan yang membantu menarik perhatian para pelaku industri film dunia.

Aturan Dress Code Ketat di Cannes 2026

Meskipun penuh kemewahan, Festival Film Cannes 2026 tetap menerapkan standar berpakaian yang sangat ketat bagi seluruh tamu undangan. Peraturan ini berlaku selama festival berlangsung, yakni mulai tanggal 12 hingga 23 Mei 2026 di kawasan French Riviera, Prancis.

Panitia secara tegas melarang penggunaan busana yang dianggap terlalu terbuka atau transparan di area resmi karpet merah. Selain itu, gaun yang memiliki ekor atau train yang terlalu panjang dan berlebihan juga tidak diperkenankan dalam acara tersebut.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga nilai kesopanan serta kelancaran operasional selama acara berlangsung. Pihak penyelenggara menekankan bahwa segala bentuk ketelanjangan dilarang keras, baik di karpet merah maupun di seluruh area festival lainnya.

Selain alasan estetika, larangan terhadap busana berukuran besar atau berekor panjang berkaitan dengan faktor keamanan dan kenyamanan. Pakaian yang terlalu megah dianggap bisa menghambat pergerakan tamu lain dan menyulitkan petugas saat mengatur posisi duduk di dalam teater utama.

Ketentuan aksesori dan jenis pakaian yang dilarang di area Grand Théâtre Lumière:

  • Sepatu kets atau jenis alas kaki kasual lainnya.
  • Tas berukuran besar seperti tote bag atau ransel.
  • Gaun dengan ekor panjang yang menghambat ruang gerak.
  • Busana transparan yang tidak sesuai dengan norma kesopanan festival.

Peraturan ini bertujuan agar suasana gala tetap formal dan eksklusif bagi seluruh sineas serta tamu penting yang hadir dari berbagai belahan dunia. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada penolakan akses masuk ke lokasi acara oleh tim penyambut.

Konsekuensi Bagi Pelanggar Aturan Busana

Sebagai standar utama, para tamu pria diwajibkan mengenakan tuksedo, sementara tamu wanita diharapkan memakai gaun malam panjang. Namun, pihak festival masih memberikan kelonggaran untuk pilihan busana formal lainnya seperti cocktail dress atau setelan celana berwarna gelap.

Tim keamanan dan penerima tamu memiliki wewenang penuh untuk menolak siapa pun yang dianggap tidak mematuhi protokol berpakaian. Meskipun begitu, aturan black-tie yang kaku ini umumnya hanya diterapkan untuk acara gala di malam hari saja.

Untuk pemutaran film reguler yang dilakukan pada siang hari, para tamu tetap diperbolehkan mengenakan busana yang lebih santai namun tetap sopan. Ketatnya regulasi ini sebenarnya sudah mulai diberlakukan secara intensif sejak edisi tahun 2025 yang lalu.

Penerapan aturan baru tersebut sempat memicu perdebatan hangat di kalangan selebritas dan para penata gaya ternama. Banyak dari mereka yang terpaksa merombak rencana busana di saat-saat terakhir demi bisa melenggang di karpet merah tanpa hambatan.

Beberapa artis papan atas menunjukkan reaksi yang beragam terhadap aturan yang ditetapkan oleh panitia Cannes 2026 ini. Hal ini menciptakan dinamika menarik antara tradisi formalitas festival dengan kebebasan berekspresi dalam dunia mode.

Nama Selebritas Tindakan terhadap Aturan Detail Penampilan
Halle Berry Mematuhi Aturan Mengganti gaun rancangan Gaurav Gupta karena ekornya terlalu panjang.
Heidi Klum Mengabaikan Aturan Tampil dengan gaun Elie Saab yang memiliki detail ekor panjang dan dramatis.
Meadow Walker Gaya Santai Mengenakan busana lebih kasual saat sesi foto peringatan film Fast and Furious.

Tabel di atas merangkum bagaimana beberapa tokoh ternama merespons kebijakan berpakaian yang sangat ketat di panggung Festival Film Cannes. Meskipun ada risiko teguran, beberapa selebritas tetap memilih tampil berani untuk mencuri perhatian publik.

Halle Berry mengungkapkan dalam sebuah konferensi pers bahwa dirinya harus mengubah seluruh rencana busananya demi menyesuaikan diri. Di sisi lain, Heidi Klum justru mendapatkan sorotan luas karena tetap tampil dengan gaun ruffles yang sangat mencolok dan megah.

Secara keseluruhan, kehadiran Prilly Latuconsina di Cannes 2026 menjadi catatan positif bagi perjalanan kariernya dan industri film Indonesia. Meski berada di tengah aturan protokol yang ketat, ia berhasil menunjukkan pesona Indonesia dengan sangat anggun dan profesional.

Artikel terkait

Rekomendasi