Presiden Emmanuel Macron secara resmi membantah kabar bahwa Prancis berencana mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di jalur perairan strategis tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan Macron di tengah ancaman serius dari pihak Iran. Teheran sebelumnya memperingatkan akan memberikan tindakan tegas jika ada pengerahan militer asing di wilayah tersebut.
Macron Tegaskan Fokus pada Misi Keamanan Maritim
Saat melakukan kunjungan resmi ke Kenya, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak pernah berniat menempatkan pasukan Angkatan Laut langsung di dalam selat tersebut. Ia meluruskan bahwa fokus utama saat ini adalah dialog mengenai keamanan maritim yang lebih luas.
Prancis lebih memilih langkah koordinasi dengan negara-negara di kawasan, termasuk Iran. Pendekatan ini diambil guna menjaga stabilitas tanpa memicu konflik fisik secara langsung.
Rencana keterlibatan Prancis dalam misi internasional mencakup beberapa poin berikut:
- Pembentukan misi internasional ad hoc yang melibatkan sekitar 50 negara dan organisasi dunia.
- Upaya memulihkan kelancaran lalu lintas maritim melalui koordinasi intensif dengan Teheran.
- Penyelesaian konflik dengan melibatkan seluruh negara regional serta Amerika Serikat.
- Penegasan bahwa kebebasan navigasi di jalur tersebut adalah hak yang tidak bisa ditawar.
Daftar di atas menunjukkan bahwa langkah yang diambil lebih bersifat diplomasi kolektif daripada pengerahan militer sepihak. Prancis berusaha memastikan jalur perdagangan tetap terbuka bagi semua pihak.
Tolak Sistem Pungutan dan Blokade
Macron juga menyuarakan penolakannya terhadap segala bentuk blokade di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Prancis tidak mendukung adanya sistem pungutan atau biaya masuk (tol) di jalur perairan tersebut.
Meski tidak mengirim kapal perang sekarang, Macron menyatakan Prancis tetap dalam posisi siap siaga. Keamanan jalur pelayaran tetap menjadi prioritas meskipun cara yang ditempuh saat ini adalah lewat jalur damai.
Respons Keras dari Pihak Teheran
Pihak Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, telah memberikan peringatan keras. Ia menyebut kehadiran militer Prancis atau Inggris bersama Amerika Serikat hanya akan memperburuk situasi.
Gharibabadi menekankan bahwa keamanan Selat Hormuz sepenuhnya merupakan wewenang Iran, baik dalam kondisi damai maupun perang. Ia menyarankan negara-negara luar untuk tidak ikut campur dalam urusan keamanan di wilayah tersebut.
Berikut adalah ringkasan posisi kedua belah pihak terkait isu ini:
| Subjek | Posisi Prancis | Posisi Iran |
|---|---|---|
| Pengerahan Militer | Membantah pengiriman kapal perang langsung. | Mengancam respons militer jika pasukan asing masuk. |
| Status Selat Hormuz | Menuntut kebebasan navigasi internasional. | Mengklaim hak tunggal atas jaminan keamanan. |
| Metode Keamanan | Misi internasional melibatkan 50 negara. | Menolak campur tangan kekuatan di luar kawasan. |
Tabel ini menggambarkan perbedaan sudut pandang yang kontras antara ambisi keamanan global Prancis dan kedaulatan wilayah yang diklaim Iran. Ketegangan ini diperkirakan akan terus dipantau oleh komunitas internasional.